Luka ini perih sekali

Jalan ini sunyi. Aku bahkan tak tahu lagi apa yang membuatku tetap bangun dan bernapas di pagi hari.

Tetapi aku juga takut menutup mata. Karena tiap kelopak ini menutup, bukan ketenangan yang menghampiri, hanya ada bayangan yang mengerikan.

Tidak pernah terbayangkan akan mengalami hal pahit ini.

Sakit dan perih sekali rasanya hati ini.

No words could describe how deep this wound, yet I have to stay still. I have to be strong. For myself. I deserve happiness. I deserve to be happy. I deserve to be loved too.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.