sedikit mengenai Prasangka,,

Prasangka berkaitan dengan persepsi orang tentang kelompok lain ataupun seseorang yang terkait dengan kelompok tersebut, dan sikap ataupun evaluasi sikap serta perilakunya terhadap mereka, yang biasanya negatif (Baron & Byrne, 2004, Sears dkk, 1985, dan Walgito, 2003). Dengan kata lain, seorang yang memiliki prasangka terhadap kelompok sosial tertentu cenderung mengevaluasi anggotanya dengan cara yang sama (biasanya secara negatif) semata karena mereka anggota kelompok tersebut.

Hal yang serupa juga dikemukakan Malik (2005) Prasangka adalah sikap negatif terhadap individu atau kelompok tertentu, semata-mata karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu. Prasangka muncul karena adanya stereotip, yang memunculkan penilaian yang tidak berdasar dan pengambilan sikap sebelum menilai dengan cermat. Akibatnya terjadi penyimpangan pandangan dari kenyataan sesungguhnya serta terjadi generalisasi.

Namun menurut Sarwono (1999, dalam Permatasari, 2006), prasangka tidak hanya bersifat negatif, namun juga ada yang bersikap positif, hanya saja prasangka positif tidak menimbulkan masalah dalam hubungan antar pribadi maupun antar kelompok, sehingga beberapa penulis menganggapnya tidak ada. Lebih lanjut dalam Sarwono (2006) dijelaskan mengenai prasangka positif ini dengan contoh prasangka masyarakat tentang kredibilitas seorang dokter sehingga proses pengobatan dapat berjalan lancar. Tetapi, yang lebih banyak beredar di masyarakat adalah prasangka negatif, sehingga dikatakan dalam Sears dkk (1985) bahwa prasangka terhadap suatu kelompok sosial ternyata merupakan jenis sikap yang secara sosial sangat merusak.

Feldman (1985) lebih menekankan prasangka sebagai penilaian yang tidak tidak didasarkan atas pembenaran yang cukup. Pendapat Feldman ini sangat mirip dengan pendapat para ahli lainnya bahwa prasangka adalah evaluasi atau penilaian negatif atau positif terhadap anggota suatu kelompok yang terutama didasarkan pada keanggotaannya dalam kelompok dan tidak perlu didasarkan pada ciri-ciri khusus dari individu. Dengan demikian, bagi Feldman, prasangka bisa positif juga.

Prasangka merupakan hal yang banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia yang terdiri dari beragam etnis yang mendiaminya. Prasangka antar etnis sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Prasangka etnis, menurut Allport (1955 dalam Permatasari, 2006), adalah antipati yang ditimbulkan karena terjadinya generalisasi yang salah dan tidak fleksibel terhadap suatu kelompok etnis tertentu.

pssst..

ini Buat Bab II proposal Ta,,

hehehe

1 Comment

  1. Waduh si tha udah nyusun bab II aja, BTW selamat2 salut2 anak2 muda sekarang pingin bgt cepet2 lulus, kuliah itu tempat belajar bukan kuliah 😀 , sebuah pembenaran dari yang lulusnya lama.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.