Story from Cimory

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

CIMORY

Cimory : one famous yoghurt brand in Indonesia. I used to think that Cimory only produce yoghurt and I have never been so wrong – (of course) they are a fresh milk producer, too! They also expand their products by producing delicious Chocolate Line : Chocomory.

Other than selling their products nationwide (and worldwide, maybe?), they have their own restaurants in Cisarua, Puncak, West Java.

My first visit was around 2010 and it made a long lasting great impression for me that I have an urge to go back. At my second visit, they already have “Cimory Riverside”Restaurant – the one that I visit in 2016. I love the vibe, it was a cozy afternoon and I remember feeling so nostalgic. They have indoor and outdoor dining area; also a large backyard with watery back sound which came from the nearby river. The dining area is large – it could cater more than 100 people in one time (a very raw estimation 😀 ). They also have a play area for kids, boutique, chocolate shop, and a market full of their products. They offer variety of food: from western to local cuisine, and also serve many kinds of yoghurt-based smoothies.

Last November, we were revisiting Cimory with Zhaf. He just started solid a few days before and Cimory’s plain yoghurt was his lunch. He was very happy to see all new things around him, since that was the first time we take him there.

 

With love,

#TheCheekFamily 😆

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

search and FOUND

I’ve wrote notes in my FB couple times, but I couldn’t find it after I reactivated my account.

just today, I found those notes again (when i try to open “notes” section from my phone).

I want to share the notes here.. one by one.

Starting with this one, enjoy it..

like it or not, I’m happy i ever write this kind of note..

around 2008 if I’m not mistaken.

in order to cheer my self when i was stressed out by the thesis..

🙂

kalau ngomongin indonesia menangis
emang selalu bikin miris
hati bukan lagi hanya teriris
tapi udah kayak dicincang tipistipis,,

padahal mangga Indonesia adalah yang termanis
kenapa masih lebih suka makan anggur yang impor abis??
padahal hutan Indonesia kaya pohon bermacam jenis
kenapa malah ditebang ampe habis??

bukannya saya apatis
tapi orang Indonesia emang kebanyakan suka mistis
walau banyak juga yang agamis
tetap juga kali-kali berbau amis

Indonesia punya senjata keris
baju batik bermotif garisgaris
juga punya anakanak yang lucu dan manis
tapi budaya kita banyak yang gak ditulis
sekarang jadi isu yang bikin miris

tapi kita tidak boleh hanya menangis
kita harus kritis
dan berjuang hingga tenaga habis
mempertahankan pertiwi yang sedang krisis

agar mangga yang manis
warisan leluhur yang mistis
atau lingkungan yang agamis
berbagai jenis keris
batik dan kain lain beragam jenis
bisa masuk dalam list
list budaya kita yang panjangnya berbarisbaris

mari kita berjuang hingga nafas kita habis
agar anakanak yang manis
tidak lagi menangis
tapi bisa belajar bahasa Inggris
atau membabat medali olimpiade sampai abis

dan pertiwi kita bertahan sampai dunia jadi debu yang tipis,,

pis,,
pis,,
kalau isinya gak nyambung abis,,

Love,

The Dark Jasmine

Sumpah Pemuda yang tak lagi Muda

28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2011

Sudah 83 tahun yang lalu Kongres Pemuda menetapkan Sumpah Pemuda, walaupun tidak ada naskah otentik sumpah pemuda (ref: disini), tetapi berhasil menyuntikkan semangat bagi para pemuda Indonesia untuk mempelopori kemajuan Bangsa.

Kini, setelah 83 tahun kongres tersebut berakhir, apakah sumpah tersebut masih tertanam di hati para pemuda Indonesia?

Kini, setelah Umur sumpah pemuda yang tak lagi muda, akankah maknanya juga memuai, laksana memuainya kharisma manusia di usia yang sama?

Indonesia kini sudah mengenal banyak bahasa di dalam keseharian warganya, semoga saja Bahasa Indonesia tak lantas kehilangan wibawanya..

Indonesia memang Tanah Air Beta, semoga tak hanya bagi Beta, tapi juga bagi aing, kulo, aye, aku, lon, ahu, aden, kito, awak, tiang, icang, titiang, unda, kita dan saya

Indonesia adalah sebuah bangsa, yang terdiri dari banyak suku bangsa, semoga tetap begitu adanya, tanpa kita saling menghina dan kedaulatan bangsa tetap terjaga.

JAYALAH PEMUDA, JAYALAH INDONESIA!!

Naskah Asli putusan Congres Pemoeda-Pemoedi :

.source.

…Merah Putihku…

masih ingatkah kau kawan, saat kita bersama mengangkat bambu runcing untuk mengusir pasukan berwajah pucat itu??

masih ingatkah kau kawan, saat kita saling melindungi menghindar dari peluru-peluru yang berdesing dekat dengan kepala kita??

masih ingatkah kau kawan, betapa harunya kita saat melihat Sang Saka Merah Putih akhirnya dikibarkan??

…aku masih ingat air mata kita saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan kita,,

…aku masih ingat sakitnya saat tertembak ketika Pasukan Pucat itu kembali mencoba mengambil kemerdekaan kita,,

…aku masih ingat perihnya ketika nusantara kita dipecah-pecah oleh mereka yang dengan senang hati mendirikan negara-negara bonekanya,,

………kini lama tak ku dengar bunyi letusan senjata itu,,

………kini lama tak ku cium wangi mesiu yang berhamburan di udara,,

………kini lama tak kulihat darah bersimbah di jalanan,,

aku kira kita sudah merdeka,,

aku kira kita sudah bisa berbahagia,,

ternyata aku salah,,

aku benar-benar salah,,

mungkin benar kita sudah merdeka, kawan…

mungkin benar kita sudah tak perlu berperang, kawan…

tapi apa yang sedang kita hadapi ini kawan??

ini lebih mengerikan dari perang saling tembak itu,,

ini lebih dari sekedar mempertahankan kemerdekaan,,

ini perjuangan untuk kehidupan,,

bukan kehidupan kita, tapi kehidupan para penerus kita,,

aku sekarat, kawan..

sangat sekarat..

aku butuh energi baru,,

aku butuh semangat baru,,

aku sakit, kawan,,

semakin hari semakin sakit,,

sakit ketika ku tahu apa yang tengah terjadi kini,,

mereka enggan menghormat ketika Merah Putih dikibarkan,,

mereka malu memakai barang hasil produksi saudara kita sesama pribumi,,

mereka senang memperkaya negeri lain, kawan,,

mereka hanya menonton ketika nusantara kita kembali dipecah oleh orang lain,,

bahkan ada yang lebih menyakiti aku hingga aku rasanya bisa mati dalam beberapa detik saja, kawan,,

..kini mereka bukan mengangkat senjata untuk merdeka, tapi untuk saling membunuh, kawan,,

membunuh saudara mereka sendiri,,

..kini yang mengaku wakil rakyat bukan lagi bekerja demi kepentingan rakyat, kawan,,

mereka kini bergelut dalam kemelut kepentingan mereka sendiri,,

..kini yang mengaku cendekiawan hanya mampu menggugat dan menuntut saja, kawan,,

tak lagi mereka mampu bersolusi dan malah mengarah ke disintegrasi,,

semuanya kini buram, kawan,,

rasanya sebentar lagi mataku akan tertutup untuk selamanya,,

tapi aku ingin mengatakan satu hal padamu,,

ku harap engkau mengingat, meresapi, dan melaksanakan wasiat terakhir ku ini, kawan..

tak banyak,,

hanya satu kalimat,,

NKRI HARGA MATI!!

…dan arem-arem pun masuk Garuda

sebuah pengalaman yang sangat menggelitik hati,,

kemarin ta ke Jakarta nak Garuda, nah kan masih daoat makanan tuw kalau naik Garuda, kuenya unik,, mix antara selera Indonesia dengan western appetite,, isi kuenya mirip arem-arem ma satu nya lagi sejenis danish cake gitu,, (and of course with cHocolate!! lol)..

kejadian diatas membuat kita melihta sebuah bukti nyata tentang mempromosikan kebudayaan Indonesia,, karena sudah jelas sekali yang naik Garuda itu kan juga banyak non-Indonesian,, makanan Juga merupakan unsur yang penting dari unsur kebudayaankan?? (akan sedikit ta bahas di artikel berikutnya,,)

dari jakarta ke Bandung naik mobil,,

lewat jalan tol,,

anehnya, disini juga terlihat kebudayaan Indonesia yang sangatsangat menyebalkan,,

mungkin ini bukan budaya asli, tapi tapi ini seperti kebiasaan buruk yang sudah membudaya,,

hemhem,, Yang ta lihat itu terjadi di depan gerbang tol, jangan tanya tol mana karena ini terjadi di hampir setiap gerbang tol yang memberikan karcis kertas,,

setelah mendapat karcis itu, supir travel yang ta tumpangi langsung membuang sampah kertas itu tak lama setelah ia bergerak dari gerbang tersebut, yaaa di jalan tol itu,,

awalnya ta kira cuma dia aja yang nekad gitu, ternyata setelah ta lihat di gerbang tol selanjutnya, sanat banyak sekali sampah kertas itu bergentayangan,, PFIUH!!

di saat para aktivis sedang beroerang untuk mengkampanyekan hidup sehat untuk mengurangi efek Global Warming dan berdamai dengan alam, Indonesian malah masih buang sampah sembarangan yang berawal dari buang kertas cumacuma,,

kertas = penebangan hutan,, hemhem,,

sebuah ironi,,

ketika ada orgorg yg berjuang matimatian mengenalkan sisi indahnya Indonesia kepada dunia, tapi masyarakat malah tidak berusaha memperbaiki diri,,

sistem kah yang salah??

tampaknya jika mencari siapa yang salah hanya akan menambah dosa dan pusing di kepala, jadi mendingan kita mencari solusi,, 

 

kalau untuk masalah ini, sebenarnya kita bisa memulainya dari mengkomputerisasi sistem jalan raya terutama tol kita, degan komputer bisa menghemat kertaskan??

bagaimana dengan solusi yang lain??

hemhem,,

butuh masukan niy,,

diskusi nYoooookk,,