Fictions Poetry

saat langit penuh bintang

disuatu sudut di sekitar Jakarta Selatan, beberapa malam ini, langit yang kelam sangat cemerlang dengan hadirnya taburan puluhan bahkan mungkin ribuan bintang. Ada yang bersinar terang, redup, ada juga yang berkerlapkerlip.
indah,,
sangat indah,,

pemandangan itu tentu saja membangkitkan romantisme di hati, meski tak tau akan membaginya dengan siapa secara khusus, tapi hadirnya orang-orang yang sedang sangat dekat secara emosional mampu meredam kerinduan yang entah untuk siapa ini,,

kekeringan yang melanda jiwa inilah mungkin yang membuat aku bertahan di sini, di tempat di mana aku berada kini, sedang memperjuangkan entitas diriku, sedang menemukan identitas diriku, sedang menempa kekuatan mentalku.

kembali kepala tertadah menatap langit, mencoba menghitung jumlah bintang yang jelas tak kan mampu aku selesaikan, namun setelah kembali aku resapi, ternyata bintang itu indah dengan posisinya yang bertebaran di angkasa, bukan bersusun simetris dan juga tidak dengan jarak yang beraturan.

terdiam..

aku merasa seperti mengenang sesuatu, usaha ku mengatur hidup agar berjalan saja tanpa harus perlu usaha keras rasanya begitu mirip dengan usaha membuat susunan bintang tersebut membentuk suatu gugus secara keseluruhan,, tak kan bisa, dan takkan pernah berhasil,,

masing-masing bintang tersebut bagiku kini tampak bagai serpihanserpihan kisah yang menyusun alur kehidupanku, tak beraturan memang, namun membentuk sebuah imaji yang indah yang menghadirkan beribu perasaan bagi para penikmatnya,, begitulah hidupku, tak kan pernah aku berusaha membuat ia berjalan lurus, akan ku tetapkan garis besarnya saja, biarlah ia membentuk kepingan kisahnya masing-masing yang akan indah pada waktunya, akulah penikmat hidupku dan aku akan menjaga variasi kerlipannya..

perasaan indah ini masih merasuk didada, aku ingin membaginya, dengannya yang selalu meghadirkan senyum di hariku, yang ia bahkan tak tahu betapa berartinya senyumnya untukku,, aku akan menyimpannya,, karena memang aku harus menyimpannya, agar serpihan itu tetap bertaburan, tetap indah, tanpa harus memaksakan untuk menyusunnya,,

gugusan gugusan bintang ini seperti memastikan padaku bahwa memang kami tak akan pernah menyatu, tapi selama aku masih tetap dapat melihat senyumnya, aku masih akan merasa bahagia, karena aku telah terbiasa mencintai tanpa memiliki,,

About darkjasm

A woman who loves black and white but stuck in between. a Happy wife, Proud Mother, and an Operational psychologist in the making. Currently loves to write about life and what happen around it. Expect to find many random thoughts in between.

2 comments on “saat langit penuh bintang

  1. gugusan kartika memang selalu bernyanyi tentang cinta yang memang cinta. selamat bertualang di ibukota semoga jalannya selalu diberkahi Allah. Amin.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: