adat dan Perkembangan anak

Ternyata tradisi pelaksanaan ritual suap-suapan di upacara adat pernikahan itu ada gunanya,,
Sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mental kedua mempelai,,

Yah… karena dari ritual ini akan dapat diketahui apakah mereka atau salah satu dari kedua mempelai tesebut mengidap ataxia atau tidak. Kalau ritual ini berjalan lancar, berarti bebas dari ataxia,, [terlepas dari urusan grogi-grogian dan sok malu-malu yah,, ūüôā ]

Apakah itu ataxia??

ATAXIA adalah salah satu jenis dari cerebral palsi [kerusakan otak/ada bagian otak yang tidak berkembang sebagaimana mestinya; salah satu jenis neurological impairment].

Ataxia merupakan emosional instability, yaitu kehilangan keseimbangan atau kehilangan kontrol emosi. Contoh penderita ataxia adalah seseorang yang sebenarnya memiliki otot yang tidak kaku, namun beliau tidak mampu berdiri dan jalannya cenderung tidak stabil.

Lalu apa hubungannya dengan suap-suapan??
Hehehehehe

Hubungannya adalah…
Seseorang dengan ataxia akan sangat terlihat ketika makan, karena ketika tangan menyuapkan makanan kearah mulut, tapi mulutnya malah menutup, sedangkan ketika menjauh, mulut malah membuka,,

Lagilagi Prasangka..

Indonesia memang negara yang sangat kaya,,

salah satu kekayaan Indonesesia adalah keberagaman suku dan budayanya,, sayangnya, Masyarakat Indonesia kebanyakan tidak bijak dalam menyikapi keberagaman ini.

banyak kita dengar kisah tentang pertikaian antar suku, pembantaian antar suku dan permusuhan turun temurun  antar suku-suku di Indonesia, sangat miris sekali hati ini ketika mendengarnya.

apakah yang menjadi penyebab semua itu?

jelas satu hal yang sangat mempenaruhi terjadinya hal-hal yang kejam tersebut,, yaitu prasangka,,

prasangka dengan dedengkotnya yang bernama stereotipe,,

implikasi adanya prasangka antar suku di Indonesia ini, seperti yang diprediksi memang sangat cenderung berdampak negatif.

sedikit mengenai Prasangka,,

Prasangka berkaitan dengan persepsi orang tentang kelompok lain ataupun seseorang yang terkait dengan kelompok tersebut, dan sikap ataupun evaluasi sikap serta perilakunya terhadap mereka, yang biasanya negatif (Baron & Byrne, 2004, Sears dkk, 1985, dan Walgito, 2003). Dengan kata lain, seorang yang memiliki prasangka terhadap kelompok sosial tertentu cenderung mengevaluasi anggotanya dengan cara yang sama (biasanya secara negatif) semata karena mereka anggota kelompok tersebut.

Hal yang serupa juga dikemukakan Malik (2005) Prasangka adalah sikap negatif terhadap individu atau kelompok tertentu, semata-mata karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu. Prasangka muncul karena adanya stereotip, yang memunculkan penilaian yang tidak berdasar dan pengambilan sikap sebelum menilai dengan cermat. Akibatnya terjadi penyimpangan pandangan dari kenyataan sesungguhnya serta terjadi generalisasi.

Namun menurut Sarwono (1999, dalam Permatasari, 2006), prasangka tidak hanya bersifat negatif, namun juga ada yang bersikap positif, hanya saja prasangka positif tidak menimbulkan masalah dalam hubungan antar pribadi maupun antar kelompok, sehingga beberapa penulis menganggapnya tidak ada. Lebih lanjut dalam Sarwono (2006) dijelaskan mengenai prasangka positif ini dengan contoh prasangka masyarakat tentang kredibilitas seorang dokter sehingga proses pengobatan dapat berjalan lancar. Tetapi, yang lebih banyak beredar di masyarakat adalah prasangka negatif, sehingga dikatakan dalam Sears dkk (1985) bahwa prasangka terhadap suatu kelompok sosial ternyata merupakan jenis sikap yang secara sosial sangat merusak.

Feldman (1985) lebih menekankan prasangka sebagai penilaian yang tidak tidak didasarkan atas pembenaran yang cukup. Pendapat Feldman ini sangat mirip dengan pendapat para ahli lainnya bahwa prasangka adalah evaluasi atau penilaian negatif atau positif terhadap anggota suatu kelompok yang terutama didasarkan pada keanggotaannya dalam kelompok dan tidak perlu didasarkan pada ciri-ciri khusus dari individu. Dengan demikian, bagi Feldman, prasangka bisa positif juga.

Prasangka merupakan hal yang banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia yang terdiri dari beragam etnis yang mendiaminya. Prasangka antar etnis sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Prasangka etnis, menurut Allport (1955 dalam Permatasari, 2006), adalah antipati yang ditimbulkan karena terjadinya generalisasi yang salah dan tidak fleksibel terhadap suatu kelompok etnis tertentu.

pssst..

ini Buat Bab II proposal Ta,,

hehehe

Rumpun Melayu

images_melayu.jpeg

Mungkin ada yang menganggap hal ini sudah basi atau ada yang masih hot untuk membicarakan hal ini, namun saya memang sudah dari lama ingin ikut nimbrung dalam kedahsyatan yang terjadi di hubungan Indonesia dengan jiran kita yakni Malaysia.

Sedikit tergelitik juga untuk mengulas tentang panasnya situasi yang terjadi diantara dua negara yang katanya serumpun ini.

Beberapa hari yang lalu saya mendengar pembicaraan di suatu radio mengenai beberapa warisan budaya Indonesia yang berlimpah ini dan betapa pentingnya bagi kita untuk mempertahankan kekayaan negeri peninggalan nenek moyang kita ini bersama-sama. Sebenarnya hal yang menarik bagi saya bukan bagaimana pentingnya bagi kita untuk menjaga harta kita yang tak bisa dinilai dengan uang ini, tetapi adalah celetukan dari penyiarnya yang menyebutkan Malaysia sebagai IndonesiB,,

waduhwaduh,, bagi yang membaca ini, jangan protes dulu,, baca dulu sampai akhir,, saya tidak akan membahas mengenai pihak yang benar atau yang salah, saya hanya ingin menyoroti dari sisi yang sedikit berbeda.

kembali pada statement mengenai IndonesiB tersebut, memang tidak terlalu pantas untuk mengatakan hal demikian, apalagi di sebuah media yang banyak pendengarnya, namun hal ini malah menandakan bahwa ada begitu banyak kemiripan bahkan  kesamaan antara kedua negara yang bertetangga ini. seperti yang saya katakan diawal bahwa Indonesia dan malaysia dikenal dengan istilah negara yang serumpun, lalu kenapa banyak kepelikan yang timbul diantara negara yang serumpun ini? bukankah dengan kesamaan kita akan menemukan banyak kecocokan, dan itu awal yang umum dari sebuah persahabatan bukan?

banyak isu yang malah membakar kebaikan yang telah terjalin antara dua negara ini, kenapa kita tidak memikirkan kemungkinan tentang teori konspirasi?

bukankan itu sekarang sedang trend sekali?

bukannya saya ingin ikut-ikutan trend, tapi ada yang menarik disini, Indonesia dan Malaysia dikenal sudah dari lama sering bertikai,, dimulai dari Ganyang Malaysia yang dipopulerkan olah Bung Karno. tapi apa maksud disebalik hal tersebut?

yah, ada sebuah tujuan mulia. Indonesia yang dikala itu sedang dalam masa kritis, dimana persatuan dan kesatuan Indonesia di dalam NKRI masih dalam angan-angan indah yang hadir dalam mimpi sebuah bangsa yang telah merdeka ini, maka Bung Karno membuat sebuah musuh nyata di luar Indonesia, seperti sebuah teori dalam psikologi sosial, yaitu realistic conflict theory (nelson, 2002; baron, 2000; hogg, 1988 dalam sarwono 2006) yang menyatakan bahwa persaingan antara ingroup dan outgroup secara otomatis akan terjadi antara sub kelompok selama sumber-sumber terbatas dan tidak ada tujuan bersama.

maka yang dimaksud Bung Karno dengan menyuarakan Ganyang Malaysia tersebut adalah agar Indonesia mempunyai sumber bersama dan kesatuan Bangsa menjadi kenyataan, meski rencana ini tak pernah terwujud karena Bung Karno turun tahta beberapa tahun kemudian.

begitu panjang sejarah pertikaian Indonesia dan Malaysia, sehingga rasa traumatik tersebut selalui menghantui hubungan kedua negara ini, jadi kenapa tidak mencoba berteori yang menarik?

coba bayangkan apa yang sedang terjadi di intern Malaysia?

masyarakatnya tidak begitu tau dengan gejolak yang ada di Indonesia, betapa kebencian itu semakin ditumpuk, malah saya pernah membaca bahwa mereka mengatakan penduduk Indonesia terlalu berlebihan dalam merespon semua ini.

dan tak dapat dipungkiri, budaya dan fisik masyarakat melayu di Malaysia dan penduduk Indonesia di bagian barat sangat mirip, jika tak boleh dikatakan serupa.

apa ada masalah dengan kemiripan tersebut?

saya rasa iya,,

teori saya yang pertama adalah (teori?? bukan, ini hanya sebuah dugaan, atau hipotesis) ada pihak yang tidak senang jika hubungan baik Indonesia dan Malaysia terjalin, karena jika itu terjadi, maka melayu akan berjaya sekali di Malaysia, karena Indonesia adalah sebuah negara berpenduduk banyak bukan??

hm.. silahkan jika ada yang ingin melanjutkan,,

saya sangat ingin sekali mendapat komentar tentang hal ini.

Persatuan Indonesia dan Malaysia? bayangkan betapa kuatnya kita jadinya??

hmhmhm,,menarik,,¬†menurut¬†saya…