,,jealous letter,,

Tibatiba aku cemburu lagi,,
Ntah kenapa dan entah pada siapa,,
Mungkin pada angin yang dapat mendekapmu kapan saja, atau pada langit yg dapat melihatmu kapan saja, bahkan mungkin pada bayanganmu yg ikut kemanapun kamu melangkah,,

Aku cemburu lagi,,
Entah pada apa, entah pada siapa,,
Mungkin pada kisah masa lalumu, bukan, bukan pada dia yang telah menyakitimu, tapi pada orang-orang yang telah mengenalmu lebih dulu, yang punya lebih banyak waktu denganmu,,
Mungkin aku cemburu pada takdir, yang tak lebih cepat menyatukan kita,,

Aku cemburu,,
Itu membuat aku sadar betapa aku sayang padamu,,
Aku tak berani membayangkan saat-saat aku harus kehilanganmu,,
Semoga kita akan dapat bersama hingga akhir menutup mata,,

Semoga malaikat mendekapmu erat dsana..

Kembali berteman sepi

kembali aku berteman sepi,,
dilingkupi tangis yang tak bertepi,,

aku ingin kamu,,
ingin kamu saat ini,,
dsini memeluk luka ku,,

tapi malah kau tambah luka baru,,

aku tak sanggup lagi mengejar bayangmu,,
aku tak sanggup lagi berpura tegar,,

malam ini, disini, aku mengaku kalah,,
aku kalah pada kecewa,,
aku kalah pada angkara,,

aku benci mereka,,
mereka yang tak tau betapa aku membutuhkanmu,,

aku benci mereka,,
mereka yang tak peduli betapa sakitnya aku kini,,

cuma itu,,
yang ingin kuungkap cuma itu,,

aku butuh kamu, tapi mereka merebutmu,,
tak bisakah malam kembali jadi milik kita?

aku hanya bisa berdoa, agar kau bahagia disana,,
tak apa, biar aku saja yg merasa duka,,

aku cinta kau tanpa syarat,,

after all

why do Love very hard to understood??

why people keep going to hide behind their feeling??

never mind what’s happening in d heaRt,,

thought there’s always a second chance,,

or even hOping to make tomorrow’s move,,

and finally regret the love that they didn’t aware before??
or even, the love that ignored just for the self-praise??

is it cost that much??

coz it does hurt in the end,,

pain that we never can ignore,,

life’s never be simple anymore,,

pathetic,,

lagi,, untuknya

ting,,

ting,,

tiktak,,

tiktuk,,

Q coba tUk kejar LangkaHnYa,,

berHarAp bIsa b’jaLan sejajar dengannya,,

berlaRi unTuk berdampingan,,

kadang jUga Q coba terbang,,

bLasss,,

ia LenyaP

TernYata aQ tenggeLam

Ting,,

ting,,

tiktak,,

tiktuk,,

ia berbaLik,,

sEnYum,,

Tapi aQ sudaH terLanjUr kaKu,,

mendeLik,,

berteriak Tak peRcaya,,

ia uLurkan Tangan

aQ meLayang

menuJu sisinYa,,

bLurreD,,

pRangggg,,

ternYata hanya air maTa yang berdarah

tinggal aQ dan Kenangan

pUing,,

piEces oF “dia”,,