Dirgahayu Gerakan Pramuka!

The farewell message from Baden-Powell of Gilwell

“Dear Scouts – If you have ever seen the play “Peter Pan” you will remember how the pirate chief was always making his dying speech because he was afraid that possibly when the time came for him to die he might not have time to get it off his chest. It is much the same with me, and so, although I am not at this moment dying, I shall be doing so one of these days and I want to send you a parting word of good-bye.

Remember, it is the last time you will ever hear from me, so think it over.

I have had a most happy life and I want each one of you to have as happy a life too.

I believe that God put us in this jolly world to be happy and enjoy life. Happiness doesn’t come from being rich, nor merely from being successful in your career, nor by self-indulgence. One step towards happiness is to make yourself healthy and strong while you are a boy, so that you can be useful and so you can enjoy life when you are a man.

Nature study will show you how full of beautiful and wonderful things God has made the world for you to enjoy. Be contented with what you have got and make the best of it. Look on the bright side of things instead of the gloomy one.

But the real way to get happiness is by giving out happiness to other people. Try and leave this world a little better than you found it and when your turn comes to die, you can die happy in feeling that at any rate you have not wasted your time but have done your best. “Be Prepared” in this way, to live happy and to die happy- stick to your Scout Promise always when you have ceased to be a boy – and God help you to do it.

Your friend,

Robert Baden-Powell”

Pramuka = Organisasi Pendidikan??

beberapa hari yang lalu Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka berakhir dan Kak Azrul Azwar terpilih lagi untuk menjadi KaKwarnas Gerakan Pramuka..

beberapa hari yang lalu beliau ke Yogya, dan menyambangi Kwarda DIY,,

ta dapat info dari teman seangkatan DSP di Pramuka UGM yang sekarang anggota DKD DIY bahwa yang dijelaskan ketika pertemuan disana adalah Gerakan Pramuka Indonesia bukan lagi berbentuk Gerakan Kepanduan, melainkan sebuah organisasi Pendidikan,,

waktu itu ta tak terlalu pusing memikirkannya, lagi banyak banget pikiran soalnya (ampe dah lama menelantarkan bLog tersayang ini,,)

 

so,,

what’re d impacts??

hmhm,,

itulah pertanyaan yang ada di pikiran ta kini,,

apakah ini tindaklanjut dari adanya HizbulWathan atau pandu-pandu yang lain?? sehingga Pramuka tidak lagi dapat menjalani mimpi-mimpi pendirinya? (menjadi organisasi kepanduan satu-satu di Indonesia??)

apakah Pramuka akan tetap dibawah WOSM??

teks hymnenya gimana donk??

atau ini hanya perubahan status tanpa tindak lanjut peribahan-perubahan lainnya??

 

pfiuh,,

ta benar-benar bingung,,

 

belum lagi kejelasan mengenai desas desus isi AD yang baru,,

yang mengatakan bahwa Pandega berwadah di Kwartir,,

 

huhuhu,,

TA BINGUNG,,

Dirgahayu Gerakan Pramuka Indonesia,,

14 Agustus 47 tahun yang lalu,, tepatnya 14 Agustus 1961, Panji-panji Gerakan Pramuka sebagai kesatuan dari berbagai kegiatan kepanduan di Indonesia yang diakui Oleh World Organization of Scout Movement di serahkan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Pertama GP (Gerakan Pramuka) dan hari itu akan selalu di peringati sebagai hari Pramuka, bukan hari lahir Pramuka..

Hari Lahir Gerakan Pramuka itu sendiri adalah pada tanggal 9 Maret 1961 dimana pada hari itu dikumpulkan seluruh pemimpin Pandu yang ada di Indonesia, yang pada saat itu banyak macamnya. pada hari itu lah, di depan para pemimpin pandu yang banyak tersebut Presiden Soekarno Sang Proklamator memberikan Pidato tentang pendirian 1 gerakan pandu untuk Indonesia dan kemudian membentuk Tim yang terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Abdul Azis Saleh, Dr. Priyono, Ahmadi, dan Mulyani. tim tersebut akhirnya menghasilkan naskah yang akhirnya ditandatangi oleh Djuanda karena Pak Karno sedang ke Jepang, naskah itulah yang dikenal dengan Kepres no.238 Tahun 1961. (Materi DSP Pramuka UGM XXI/2007, pemateri : K’Yayan Muliantara)

telah 47 tahun berlalu dari kilasan peristiwa bersejarah itu,,

telah 47 tahun berlalu dari keharuan keberhasilan persatuan tersebut,,

masihkan ada semangat kepanduan itu mengalir murni dalam dada mereka yang berkalungkan MerahPutih?? ataukah sudah ternodai oleh kepentingan yang mengalirkan semangat itu ke muara yang salah??

diRgahayu Gerakan Pramuka Indonesia,,

Indonesia… Kami jadi pandumu…..