Chasing The Sun

Happy National Movie Day!

I remember one Indonesia Movie that trigger my emotional memory. That movie is “Mengejar Matahari” (literally translated as Chasing the Sun). This movie is about 4 boys with an amazing friendship which is built through years since their childhood time. Their friendship is in danger when they grow up with one traumatic event, and they tend to go in separate way. Through many challenges and how their future turn out to be, they finally find their way to each other again and could do their favorite past time moment, which is chasing the sun.

Casts of this movie is really good, both in acting and in their looks. This is the first reason I admire Fauzi Baadillah and I still do at this time. Their on-set friendship somehow look very realistic and could have experienced by many of us. The movie taught me that friendship is a fragile thing but if it’s really meant to be, it will find its way back, no matter what happen or what our future need us to be, we will always have one another.

l_483068_0c01b63e

Do you know why this movie could trigger my feeling? It’s because who I watched this with and how we relate to this movie. I watched this one with my all time favorite people: i, Wau and Koemp (I have this post dedicated for them).. Honestly, I couldn’t recall perfectly whether I really watched this movie with them or just i or that I wished I had watch it with them, either way, every time I hear the soundtrack of this movie, I am longing for their presence.

Our future turn out to be like this. We hardly ever seen one another now, yet talking over night like we used to be. Many big days past without us being together, especially me, I have been such a miserable friend, I can’t attend Koemp’s wedding day, I haven’t see Auw’s cute little angel and I miss talking with i. I have been busy because my life has been very messy and I feel trashy, much like Damar in this movie. I have been so hard to my self lately and I miss loosen up with you three.

Do you know what people told us about a great movie? A great movie is a movie that effecting people’s life, preferably in positive way. “Mengejar Matahari” has big impact to my life. It showed me that no matter what person we turn out to be, our best friend will always welcome us and our hearts will feel like we are at home again.

“Ada teman-teman di masa kecil kita. Ada teman-teman di masa remaja kita. Ada teman-teman di masa tua kita. Ada sahabat-sahabat untuk selamanya” – Mengejar Matahari

Teruntuk Mas @EdotNo

..13042014..

..13042014..

Saya suka bingung kalau disuruh mengungkapkan isi hati pakai Bahasa Indonesia..

Bukan karena saya belagu atau songong, tapi saya merasa kalau pakai bahasa Indonesia itu makna kata-katanya lebih menusuk ke hati, jadinya saya harus benar-benar memilih kata dengan tepat…biar semuanya makin meresap dan sampai pada orang yang tepat.

🙂

Jadi.. karena ini request khusus, jadilah saya memutar isi kepala untuk memilih kata-kata yang cukup aman untuk ditulis di sini.. hehehe (abisnya pilihan yang di kasi hanya Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa, Bahasa Jawa saya kan levelnya masih di bawah permukaan laut)

Pertama kali ketemu 14 Februari 2010, sudah 4 tahun yang lalu… Tengah malam gelap gulita, bahkan nama aja kita baru hapal beberapa hari kemudian ya mas.. :p Sampai satu bulan setelah itu, yang ada dipikiran kita cuma bagaimana bisa selamat dari tempat gelap gulita itu. Baru mulai dekat setelah berjauhan beberapa bulan kemudian.

Kalau bercerita mengenai Mas Edh, pasti post ini akan jadi panjang dan tak selesai-selesai, karena terlalu banyak kenangan untuk di gambarkan kembali di sini. Beberapa hal yang saya ingat dari sosok Mas Edh, yang mungkin teman-teman yang lain juga akan setuju adalah dapat di percaya dan penuh perhatian. Mas Edh adalah tipe orang yang akan selalu ada bagi teman-temannya ketika kami sedang butuh seseorang untuk menggalau bersama, walaupun Mas Edh sedikit terlupakan ketika kami sedang bahagia. *peace*

Sekarang, Mas Edh udah menempuh hidup baru, bersama Mbak Nia.. Mas Edh bukan lagi milik bersama, tapi saya yakin nggak ada yang berubah dari sosok Mas Edhi yang seperti bintang, tak selalu terlihat, tapi akan selalu ada menghiasi langit yang gelap absolut. *mulai Ngaco*

Dari cerita saya di atas, mungkin akan banyak yang berpendapat bahwa Mbak Nia beruntung menjadi isterinya Mas Edh, tapi menurut saya yang lumayan sering mengganggu ketenangan hidupnya Mas edh, Mas Edhi lah yang beruntung menjadi suaminya Mbak Nia. Walaupun kita baru ketemu satu kali, saya yakin Mbak Nia akan bisa membuat hidup Mas Edh lebih berwarna karena Mbak Nia dari sudut pengamatan saya yang kadang ngawur ini adalah seorang wanita luar biasa yang punya tekad kuat dan selalu dapat melihat sisi positif kehidupan. Mbak Nia menurut saya adalah seseorang yang dapat menutupi semua kekurangan Mas Edhi, terutama kalau lagi ngobrol, Mbak Nia pasti selalu dapat mencairkan suasan karena Mas Edh agak kaku-kaku gimana gitu.. 😆

IMG_5538_resize copy

Selamat menempuh hidup baru Mas Edhi dan Mbak Nia..

Walaupun mungkin masa-masa awal terasa sulit, saya yakin kalian orang-orang hebat yang mampu melewatinya dengan tawa dan canda..

Semoga “Sakinah Bersama” dapat terwujud dan kalian selamanya dalam kebahagiaan dan Ridha Allah..

Love You Both!

-@daRkJasm

for a Beautiful Bride

Nearly 15 years ago, I met a girl, using round eye-glasses for her sharp eyes with a short hair that gave her a “tough” person image.

Our first encounter was in Muhibbah Camp and she was a troop leader. An elementary school girl with lots of Scouting experiences. We weren’t friendly back then because of our troop had some kind of hard feeling that I couldn’t recalled why.

One year later, when I was in my second year of junior high school, We met again. She was a first year and when we were in our weekly scout meeting, she was already a star because she knew our trainer very well. Nope, we weren’t friend yet but the hard feeling is over, we started fresh and nice “hi” relationship.

National Scout Jamboree was the reason of our forever-last friendship. We were the only female delegates from our school and turned out that her families were old friends of my parents. After the Jamboree, we’ve been through many journeys together, Ranger Scout National Championship was one of the event that made our bond became stronger (this is the way I use darkjasm as my nick, you could read about it here. She is the leader of the Jasmine Troop). We went to the same senior high school, one year apart but we went to different university. Distance was not and never will be an obstacle in our friendship. We remained strong during the university time, even we weren’t talking to each other every day, we always knew that we have each other.

She was a born leader. I adore her for her amazing personality. She is the one that I can always count if anything happen to me. She is a pearl for me. I am blessed to have her in my life and much more blessed to call her my best friend.

Last week supposed to be the a happy week for her. Human can only plan, God will do the rest. Her father passed away a day before her wedding. I know right there that I need to be with her, maybe she is tough enough to deal it on her own, since I am the lamest one between us, not her, but I know that the least I could do to return all the favor that she has done to me is to be with her in that saddest moment of her life.

The wedding ceremony was held with many adjustments, because her family believe that her father would not approve if the wedding to be delayed. 25th of January, Jeliria Karniawati, my best friend is now someone’s wife, Deny Rendra‘s wife to be exact.

My beautiful girl turned to be a very beautiful bride.
I know that Papa really loves you and I know that he saw how beautiful you were on your wedding dress.
I love you to the end of the galaxy!

Happy Birthday to you, my beloved best friend.. I am still amazed that you could handle me gently for such a long time, because I know I am a hard person to befriend.

Thank you for being my best friend.
I wish the very best wishes for your new life, Mrs Idhen.. 😆
Love,
The tenth Jasmine
ps. Just found out that the daily post is also about a BFF.
…I don’t know why I couldn’t upload the photos, always get the error notif. Will be uploading it soon.

Mumbling #4

Bekerja di lingkungan yang dulu paling saya hindari membuat diri saya mempertanyakan banyak hal pada diri saya sendiri. Mempertanyakan kenapa saya tidak bisa lebih tegas atau kenapa saya tidak bisa dari dulu melakukan sesuatu demi masa depan yang sesuai dengan impian saya.

Kembali pada saat ini, saya seringkali membuat diri saya terjebak dalam situasi yang tidak saya inginkan, dan sering pula ketika saya memaksakan hal yang saya inginkan, yang saya temui hanya tembok yang semakin membuat saya ingin melebur menjadi debu.

Kemarin saya mengalami lagi hal yang persis saya alami satu tahun yang lalu. Persis di bulan yang sama. Saya mencoba mengkompromikan impian saya dengan keadaan saya saat ini, dan sekali lagi saya gagal.

Banyak orang yang bilang jika kita tidak merasa bahagia dengan apa yang kita lakukan saat ini, maka lebih baik kita berhenti saat itu juga. Saya sempat beberapa kali ingin mengundurkan diri dari realita saya saat ini, tetapi ketika saya ingat kembali alasan klise saya berada disini, maka saya masih tetap bisa menelan ludah dan meyakinkan diri untuk bertahan. Tapi sampai berapa lama? Apakah sampai saya tidak lagi ingat siapa saya dan apa yang ingin saya capai dalam hidup saya?

Mengapa begitu berat saya untuk keluar dari zona yang sebenarnya tidak nyaman ini? saya tidak punya alasan pasti selain keyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia pada makhluknya. Mungkin banyak orang yang mencibir saya yang mengatakan saya hanya bisa mengeluh tanpa tindakan nyata untuk keluar dari lingkaran ini, dan saya tidak bisa menyatakan bahwa mereka sepenuhnya salah karena sebagian diri saya juga ikut sinis.

Pertimbangan-pertimbangan dan kontemplasi-kontemplasi yang terjadi dalam pikiran saya rasanya tidak pernah usai. Pikiran saya terus mencari jalan untuk setidaknya saya merasakan kebahagiaan yang tulus dari keadaan saya saat ini. Keinginan muluk saya tentu saja bahwa saya bisa mengubah lingkungan saya saat ini agar tidak ada orang lain yang mengalami apa yang saya alami. Jalan itu tentu tidak sebentar dan tidak mudah dan saya tidak yakin apakah saya dapat bertahan, karena saat ini saja rasanya saya mulai kehilangan pegangan hidup.

Adalah beberapa hal yang membuat saya bertahan dan menjadi basis realita saya. Senyuman Papa, Kehangatan teman dan keluarga serta para teman-teman SMA saya. Mereka benar-benar oase dalam zona ketidaknyamanan ini. Mereka selalu berhasil menyentil saya untuk berhenti dari kekalutan dan sejenak bersyukur dan menata kembali hati dan tujuan saya. Saya tahu mereka tidak sadar pentingnya mereka bagi saya. Seperti saat ini, ketika impian saya kembali di”hancur”kan, mereka membuat saya mengerti bahwa sesuatu itu di”hancur”kan agar kita dapat membangun yang baru dengan perencanaan yang lebih matang dan lebih mendekati kesempurnaan.

a Thank You note

Satu bulan kemarin rasanya aku hidup di negeri impian, dimana aku bisa kembali memasuki dunia yang aku senangi, dunia dimana pikiran ini serasa berpesta dan raga ini serasa melayang bahagia.

Minggu lalu, semua kebahagiaan itu direnggut paksa, dan aku sedihnya tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa melihat ia pergi tanpa daya.

Kini aku kembali ke dunia yang aku merasa tak pernah cocok untuk ku, demi kebahagiaan orang tua, demi kebahagiaan orang-orang penting lainnya.

Aku menulis ini bukan untuk mengeluh atau mengumpat. Aku menulis ini untuk mengenang masa bahagia yang sangat singkat.

Setidaknya aku telah membuktikan aku mampu, namun keadaan yang tak memungkinkan.

Setidaknya aku lega karena telah mencoba dan nekad melakukan hal yang menurut orang lain gila.

Setidaknya aku tak merasa begitu tertekan karena telah memberikan kesempatan pikiranku untuk kembali makan dan bekerja sesuai kemampuannya.

Terima kasih untuk kalian yang singgah dalam kepingan waktu kehidupanku yang lain. Aku menyesali tak bisa mengenal kalian lebih jauh, mungkin nanti di suatu saat di masa datang kita bisa menjalin kisah lain dengan setting yang lain. Terima kasih kalian telah mengajarkan aku untuk menghargai waktuku yang singkat, terimakasih untuk menemani aku kembali belajar dan menyadarkan bahwa aku bisa melakukan lebih dari yang selama ini aku lakukan. Terimakasih untuk pelajaran yang banyak dalam waktu yang singkat ini, terimakasih… walaupun mungkin kalian tak akan begitu mengingatku kelak, atau malah mengingatku sebagai orang yang hilang di tengah perjuangan, mungkin suatu saat kalian akan mengerti betapa perjalanan singkat bersama kalian ini sangat berarti dan berdampak besar dalam hidupku.

Terimakasih rekan-rekan KLD 19.. Good Bye and See you around..

freaked out with @mmphee and @dadi182

I would die everyday, waiting for you…

- Thousand years, Christina Perri and David Hodges

Many people say that we won’t treasure something so much if we never feel how pain is to lose them. Losing is pain, yes, and i’ve befriended pain for so long time, but this time, I won’t write about pain, i’ll write about joy and happiness.

For many people, Ramadhan is one precious gift from Allah for humankind, and Ramadhan always has its own charm for me. One of the many things that Ramadhan could give us is chance to share something, not because you can’t share in the other 11 months, but Ramadhan always makes it easier to happen.

Sharing togetherness with my friend is my own precious remedy, especially after all the “higher education drama”, meet up with my friends can somehow cure the pain.

I always love being around my high school classmates, I don’t know why but I feel so relax when i’m with them… (back in school, I used to be their little sister because of my age and I also has unique name for some of them whom really close to me!)

Ramadhan this year bring me back to them, closer.. Last night, I meet two of them, and I suddenly realize how much I miss them, how much i miss my old classmate! This feeling is somehow warming my heart, so instead of feeling pain after losing something, I learn that we also can feel how we miss something if the “thing” is coming back to you.. and yes, I feel like I would die everyday, waiting for you.. 🙂

Thanks for great night last night a’ @dadi182 and Kav @mmphee, you both rock my Ramadhan this year!

..please enjoy our freak reunion..

location: Grand Indonesia (dinner @ Blacksteer)

Starring : Fitrisia (@mmphee) a.k.a Kakav from Kakavivi

Kakav is in the left..

She is really smart academically, but unfortunately she is a kind of “slow loading” person that we used to make fun of… (she will laugh at something funny in class after we finish laughing at it! and oh yes, she had a twin in this unique situation, name Rinda Airin). Graduate form Electricity Engineering of Bandung Institute of Technology makes her really loves Bandung and no wonder that she spend most of her holiday in Bandung (she get 2 days holiday after 3 days at work, how lucky!)

also starring “the star of this reunion” : Dadi Agung Putra (@dadi182) a.k.a a’Bandel

This gentleman is also smart and after 1 year not seeing each other, I realize that nothing has changed in his appearance, just as handsome as usual. He has biggest obsession for Blink 182 till now that make him always add 182 in almost all of his nicks! last night reunion revealed that he is now truly “Anak Gaul Jakarta”, hahaha, I guess it’s because he is graduated from Industrial Engineering of University of Indonesia.

and here are the freakompilations

Ciao!

-TheDarkJasmine-