Tennis

Dalam sebulan ini saya seperti kembali mengulang kejayaan masa lampau saya. Banyak hal yang membuat saya membuka kembali kenangan masa kecil, entah itu sekedar mengenang mama, teman-teman sekolah, kejadian aneh, alasan saya ngeblog, dll. Kini saya kembali ingin menulis tentang kegemaran saya ketika masih SD.

TENNIS.

Sewaktu saya baru pindah ke SD di Pekanbaru (Riau) (sebelumnya saya SD di Lubuk Jambi + SD di Sungai Apit, Riau juga). Saya dititahkan oleh Papa untuk ikut latihan tennis setiap hari minggu dan sebagai seorang yang sangat bermusuhan dengan olah raga, saya bisa bertahan hampir 4 bulan! itu menurut saya hal yang luar biasa, walaupun sifat saya yang bosanan akhirnya mengalahkan semangat saya dan saya berhasil menemukan alasan untuk tidak latihan tennis lagi. Saya bilang saya harus istirahat selama EBTA-EBTANAS untuk konsentrasi belajar, dan masa hibernasi EBTA-EBTANAS saya itu ternyata memakan waktu selama hampir 11 tahun! haha Namun akhirnya saya kembali ke jalan yang benar dan mulai awal oktober kemarin saya kembali menekuni olah raga ini.

Bola bundar berwarna hijau kekuningan itu sangat lincah di lapangan sehingga walaupun latihannya kembali mengulang dari dasar (bagaimana cara memegang raket yang benar, usahakan bolanya melewati net, dkk) saya tetap dibuat ngos-ngosan (mungkin ini pengaruh usia atau olah raga memang musuh saya yang sangat utama).

Ada perbedaan mendasar antara pelatih saya ketika masih SD dengan yang sekarang. oh, bukan, bukan dalam teknik mengajarnya, tetapi dalam segi usia *ini penting lho! ๐Ÿ˜€ Pelatih saya yang sekarang sudah melatih tennis lebih lama dari pelatih saya yang sebelumnya, sehingga walaupun semangatnya masih sangat besar, terkadang dia juga cepat capek sama seperti muridnya yang baru mulai berolah raga ini.

Kedua pelatih saya ini sama jagonya dalam bermain tenis, tetapi karena pelatih saya yang pertama itu sudah 11 tahun yang lalu, saya jadi lupa wejangan apa saja yang sudah diberikannya untuk bermain dengan baik. Jadi yang mau saya bagi ya wejangan dari Pelatih saya yang sekarang saja ya.. sebut saja beliau Mr. Z

Mr. Z : “Dalam bermain tenis, yang harus diingat itu ada dua hal, pukulan harus melingkar hingga ke bahu dan bolanya bukan di pukul melainkan di dorong.”

Saya : “lingkaran dan dorong”

Mr.Z : “Iya betul” sambil mencontohkan “Kalau mau bola rendah, lingkarannya kecil, kalau mau bola tinggi lingkarannya besar”

Saya : ..bengong..

Mr. Z : “Kalau mw dekat, dorongnya sedikit saja, kalau mau bolanya jauh, dorongnya jauh juga”

Saya : ..masih bengong.. *berpikir* ini main tenis apa ada mobil mogok ya? pake dorong-dorongan segala

yah.. begitulah sepenggal sesi latihan awal saya, semoga kali ini saya tetap istiqomah menjalani latihan dan bisa mengharumkan nama bangsa di lapangan tenis (maksudnya main tenis pake baju merah putih bertuliskan indonesia + parfum).. jadi harumkan bangsa kita namanya?? ๐Ÿ˜€

Tempat Sampah Cyber

Buanglah sampah pada tempatnya…

Itu adalah kalimat nasehat yang sangat membekas di hati saya, sehingga sampai saat ini saya selalu merasa risih jika harus membuang sampah sembarangan.. *my mom should proud of me, it’s such a BIG achievement! *grinning*. Bukan sulap bukan sihir, bukan bohong bukan dusta, tapi inilah saya, lebih baik mengantongi sampah dulu jika belum ketemu tempat sampah, daripada harus membuang sampah sembarangan.

Post ini sebenarnya bukan untuk membahas disiplin buang sampah saya, juga bukan untuk menyombongkan diri, yang ingin saya ceritakan adalah bagaimana saya memanfaatkan blog ini sebagai “Tempat Sampah Cyber”.

Saya terlahir (atau dilahirkan?) sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara dan selayaknya kebanyakan anak bungsu, saya memang manja dan ngambekan. Emosi saya sangat tidak stabil dan saya bisa sangat sensitif sampai benar-benar membuat saya menjadi orang yang moody. Saya bisa mendadak marah ke orang lain, padahal mereka tidak bermaksud bahkan tidak peka sama sekali kalau saya tersinggung, hal ini bisa membuat saya menjadi sedih dan “galau”.

Sewaktu saya masih jadi anak sekolahan, hal ini benar-benar mengganggu karena saya bisa mendadak tidak teguran sama teman saya hanya karena hal-hal sepele yang tidak sesuai dengan keinginan saya, atau bisa saja hanya karena saya merasa dia tidak perhatian ke saya, and it is so annoying! Saya jadi orang yang sangat tertutup, cenderung pendiam dan galak. Dulu pelampiasan saya pasti dengan menulis di Diary saja sambil menangis di atas pohon dihalaman belakang rumah saya, namun hal itu tidak cukup untuk menentramkan hati dan pikiran saya karena saya merasa orang yang menjadi sumber ke”galau”an saya itu harus tahu, tetapi saya tidak berani mengungkapkan langsung, walaupun dia adalah orang yang sangat dekat dengan saya, entah itu sahabat atau keluarga saya sendiri.

Akhirnya (kalau tidak salah ketika saya baru saja menjadi mahasiswa), saya bertemu dengan wordpress ini dan memutuskan untuk mencurahkan perasaan saya disini. Memang saya tidak begitu baik dalam mencurahkan perasaan saya dengan tulisan di ranah publik ini, sehingga saya lebih banyak bercerita melalui puisi-puisi saya yang sangat menggambarkan perasaan saya. Perlahan tapi pasti, saya merasa menulis di blog ini sebagai terapi yang baik untuk emosi saya yang tidak labil.

Pertama kali saya merasa menulis disini jauh lebih baik membantu saya daripada saya hanya menulis di Diary (yang ketika saya sudah tidak emosi lagi biasanya tulisan itu saya sobek dan saya bakar agar tidak ada yang tahu bahwa saya anak yang sangat pemarah) adalah sewaktu saya sedang sangat kesal dengan salah seorang teman saya, saya tulis di blog ini dan dia tanpa sengaja membacanya dan menyadari kenapa saya tiba-tiba mendiamkan dia sehingga dia lebih tau bagaimana cara dia untuk berdamai dengan saya. Sejak kejadian itu saya merasa, dengan saya menulis di sini, kemungkinan orang lain untuk lebih memahami saya menjadi lebih besar dan saya juga bisa lebih jujur dengan orang-orang mengenai perasaan saya tanpa saya harus berbicara.

Saya menganggap blog ini sebagai tempat sampah saya dimana orang dapat mengorek kembali pikiran-pikiran saya dan lebih memahami saya.

Hal ini sangat membantu saya untuk menjadi tidak emosian seperti masa saya masih sekolah, karena saya tahu saya punya tempat sampah untuk membuang sampah di hati saya. Saya jadi bisa mengantongi sampah “hati” sebelum saya membuangnya di “tempat sampah cyber” saya ini.

Memang saya tidak menjadi lebih baik dalam membangun hubungan baik dengan orang baru sehingga saya menjadi tidak terlalu nyaman ikut dalam komunitas-komunitas blogger dengan jangkauan orang-orang yang beragam, tetapi dengan menulis Blog ini saya merasa saya menjadi orang yang lebih tenang dan disukai orang-orang disekeliling saya. Hubungan saya dengan orang-orang terdekat menjadi lebih nyaman dan saya kini dikenal sebagai orang yang ramah, murah senyum dan “tempat sampah bagi orang lain”.

yah.. hidup saya mungkin tidak bisa jauh dari tempat sampah.

Thank you WordPress! ๐Ÿ™‚

Selamat Hari Blogger Nasional pada Blogger kece se-Nusantara…

Potret masa lalu

Saya ingat, zaman SMP dulu ada satu sosok lelaki (ceilah…) yang selalu saya bayangkan akan menjadi cinta sejati saya, lelaki impian saya…

Dia benar-benar sebuah keajaiban bagi hidup saya, dia bisa membuat saya berlatih bahasa Inggris dengan sangat giat, dia bisa membuat saya jumpalitan tak karuan setiap mendengar suaranya, dia benar-benar bisa membuat saya seperti orang gila setiap melihat wajahnya…

#lol

Zaman edan memang masa-masa itu…

kemarin, setelah sekian lama dia tak begitu mengusik pikiran saya lagi, saya kembali teringat obsesi masa kecil saya itu…

walaupun saya sudah tak mengagumi dan menggilainya seperti dulu lagi, tetapi suaranya tetap mampu menghadirkan rasa syahdu, memanggil rindu yang selalu tersimpan rapi disudut jendela hati, membuka kenangan-kenangan masa kecil yang sangat luar biasa….

Ah… masa itu… masa di mana kita bisa bebas mencintai, dan tak pernah ingin memiliki…

selalu, Dia akan selalu menjadi idola masa kecil ku yang tak pernah padam, dan mungkin bukan hanya bagiku, tapi juga bagi beribu orang lainnya… karena musiknya sangat jenius… kharisma ia dan teman-temannya yang tertuang pada setiap musik mereka penuh inspirasi… aku akan selalu menjadi penikmat, walau dalam diam…

always… Chester Bennington…

Linkin Park!

๐Ÿ™‚

Pic taken from here

Fainting Game

udah lama pengen post tentang ini tapi gagal terus,,

hmm,,

beberapa minggu yang lalu saya baca artikel tentang meninggalnya anak di Amerika akibat bermain “fainting game” (belum berhasil menemukan istilah Indonesia.. kalo diartikan secara harfiah sih maksudnya permainan pingsan-pingsanan).

Fainting Game atau biasa juga disebut Choking Game atau pass-out game, space monkey, scarf game, space cowboy, California choke, the dream game, cloud nine, juga purple hazing adalah permainan yang cukup terkenal di kalangan anak-anak di Amerika, dimana tujuan permainan itu adalah merasakan sensasi “dying” atau sensasi orang ketika sekarat terlebih lagi hal itu dimaksudkan untuk “getting high” tanpa meminum obat-obatan. Permainan ini bermaksud memotong aliran oksigen ke otak sehingga merasakan euforia seperti yang di dapat ketika meminum obat-obatan. PARAH! karena dalam permainan itu biasanya mereka juga memakai alat bantu untuk memutuskan sejenak aliran oksigen ke otak mereka dan membuat “melayang”. Alat bantu itu antara lain ikat pinggang yang di ikat ke leher, jepitan untuk menutup hidung, dan banyak lagi yang lainnya yang dapat membuat oksigen berhenti mengalir sejenak, dan ini sudah banyak MEMAKAN KORBAN lho!

Menurut Center for Disease Control (CDC), ada sekitar lebih dari 80 kasus kematian diakibatkan oleh permainan ini pada anak-anak yang berusia 5 – 19 tahun periode 1995-2007 dan lebih banyak dialami oleh anak laki-laki, namun permainan ini sama bahayanya bagi anak perempuan dan laki-laki. Beberapa tanda yang bisa dilihat dari anak-anak yang sudah terjangkit permainan ini antara lain:

  • luka atau bekas luka di leher
  • mata merah
  • memakai pakaian yang menutupi leher walaupun cuaca panas (bukan jilbab loh maksudnya)
  • kebingungan atau disorientasi setelah ditinggal sendirian untuk beberapa saat
  • menyimpan barang-barang tidak wajar seperti tali tambang, ikat pinggang, syal, atau tali-tali untuk mountaineering
  • sering mengeluh sakit kepala bahkan dalam tingkat sangat kesakitan
  • tingkah laku yang mencurigakan, merusak, dan suasana hati yang tidak terduga
  • pendarahan di bawah kulit muka dan mata.

Walaupun permainan ini sudah banyak memakan korban, penelitian yang dilakukan belum terlalu banyak mengenai permainan ini, namun secara umum dapat disimpulkan beberapa penyebab anak-anak menggemari permainan ini, antara lain:

  • dilakukan di kelas agar dapat membolos pelajaran
  • tekanan teman sebaya, tantangan, bahkan syarat untuk bergabung dengan kelompok tertentu
  • rasa penasaran mengenai sensasi mendekati kematian
  • ketagihan atas rasa “melayang” hadir
  • prospek untuk intoksikasi tanpa mengeluarkan biaya.

sewaktu pertama kali membaca postingan tentang ini, saya kaget karena sudah begitu putus asakah manusia sehingga ingin merasakan sensasi maut dan bercanda dengan kematian? atau ini malah tanda-tanda manusia sudah semakin kreatif?

sumber2: sini dan sini

untuk mencegah bertambahnya korban dari permainan ini, tentu perhatian intensif dari orang tua terhadap perkembangan anak-anaknya menjadi solusi utama dan komunikasi dua arah antara anak dan orang tua harus mampu diciptakan agar anak tidak menyimpan sendiri permasalahannya yang mengakibatkan ia mencoba mencari solusi dengan cara yang salah atau bahkan melarikan diri dari kehidupannya. Kontrol orang tua dalam kehidupan anak tentu sangat penting, tapi orang tua juga harus paham batas-batas privasi sang anak sehingga tidak malah menimbulkan sensasi terkekang pada anak yang malah berujung pada perilaku yang lebih anarkis,,

semoga post kali ini berguna,,

ada yang bisa share lebih lanjut?

๐Ÿ˜€