Dipelototin Gank Kucing

Alkisah, setelah kemarin saya hanya membelanjakan Rp 0 seharian (alias gak ngeluarin duit sepeserpun) karena pagi sarapan buah yang ada di kamar, siang ditraktir teman di kantor dan malamnya ketiduran, whaddalife! 😀 – hari ini saya mendapat tugas khusus untuk membelikan makan teman-teman seruangan, ha!

tapi saya bukan mau curhat karena jadi pengganti abang-abang deliperi serpis, tapi kisah ini terjadi di perjalanan kembali ke ruangan dari kantin dengan berbungkus-bungkus makanan di tenteng di tangan.

Kantor saya agak sedikit layak disamakan dengan kebun binatang karena banyak banget peliharan binatang yang dibiarkan lepas begitu saja di halaman, salah satunya adalah kucing, dan perjalan ke ruangan saya dari kantin harus melalui tempat penampungan sampah yang jadi tempat tongkrongannya para kucing dan mungkin karena saya lagi apes, saya lewat ketika mereka sedang nongkrong-nongkrong (mungkin abis makan siang bareng). Persis kayak rombongan preman lagi nongkrong, orang yang lewat mereka pelototin rame-rame sampe hilang dari pandangan dengan tatapan yang membuat si orang tersebut pengen tenggelam aja ke bumi dan itu lah yang terjadi ke saya tadi! saya jalan dengan dipelototin gank kucing! …mungkin karena salah satu yang saya bawa adalah nasi + ikan,,

err.. SEREM euy!

Mesjid dan Keranda

barusan aku mampir ke sebuah mesjid di daerah Cempaka Putih, buat shalat Dzuhur,,
gak ada yang aneh ama mesjidnya, selain sepi yang mencekam *pasang musik serem*,,
biasanya kalo mampir ke mesjid itu perasaan tenang dan adem, tapi pas ke mesjid ini koq malah agak merinding ya? atau aku yang gak terbiasa dengan kondisi mesjid yg sepi (biasanya kalo ke mesjid pasti ada orangnya, minimal yang jaga, tapi mesjid ini sangatsangat sepi sampai mengarah ke creepy).
mencari tempat wudhu wanita, seperti biasa pasti muter ke bagian belakang (tipically, tempat wudhu wanita pasti daerah belakang mesjid), dan…..jeng jeng jeng jeng… aku tambah merinding karena ada keranda (atau tempat mandikan jenazah? ntahlah :p ) dengan cantiknya nangkring disana,,
mau balik kanan tapi malu! 😀

agak sadar, hal yang biasakan ya, ada keranda (atau tempat mandikan mayat? ntahlah :p) di mesjid?? tapi at least ditempatkan diruang khusus donk ya? supaya tidak mengagetkan jemaah,,
kan gak lucu ada yg balik kanan dr mesjid cuma garagara takut ama keranda (atau tempat mandikan mayat? ntahlah :p)….
lagilagi,, bodoh!
hahaa 😀

.cerita pagi.

Tadi pagi bangun dengan sedikit tidak sadar (siapa suruh tidur lagi abis shalat subuh?!),,

di luar hujan agak deras,,

setelah kesadaran pulih, mulai panik karena biasanya nebeng ama temen yang naik motor, sekarang hujan, tak punya mantel, mantab!

akhirnya nekat mau naik angkot aja ke kantornya,,

sampai di jalan besar, hujan masih rinai-rinai, tapi angkot yang ditunggu tak kunjung menghampiri, kebanyakan malah ngeloyor pergi begitu saja karena memang sudah penuh,, -_-”

makin panik,, akhirnya sms lagi temen yang biasa ditebengin, mau naik motor aja, biarin dah hujan-hujan dikit yang penting gak nyampe dikantor 3 jam kemudian (kebayangkan macetnya Jakarta di pagi hari hujan!)

Nunggu si teman datang dengan berteduh di teras depan toko yang belum buka, bergabung dengan mas-mas yang udah neduh duluan disana.

Kruyuk…kruyuk,, perut saya bunyi, sodara-sodara!

teringat tadi bawa coklat buat sarapan dikantor, akhirnya makan di depan teras toko itu sambil nunggu tebengan datang,, ngelirik sebelah, masnya ngeliat aja, gak enak, akhirnya saya tawarin juga ke mas nya,,

ANEH!!

muka masnya malah terlihat syok waktu saya tiba-tiba nawarin dia coklat, dan saya juga baru sadar sekarang, kalau ternyata saya nawarinnya pake agak sedikit maksa dan mendorong-dorong coklatnya, padahal dia bilang gak mau,,

hahaha

bodoh!

Reflections

another year of my life has passed by,,

many things happened,,

i call this year as a wonder year,,

got accepted in a wonderful-ever-dream job and living my life on my own behalf,,

this year is my fighting year!

lulus kuliah terus kerja, mungkin itu yang paling diinginkan oleh banyak orang dan aku mendapat anugrah itu, Alhamdulillah,,

Aku diterima kerja ditempat yang rasanya cuma bisa aku impikan, tapi ternyata bisa jadi kenyataan, bisa mulai membangun kehidupan sendiri dan menata masa depan,,

ketika kita merasa hidup kita dapat kita atur sendiri, saat itulah kita menyadari bahwa selama ini kita terlalu banyak mengabaikan anugerah dr Allah,,

Hidup sendiri di Ibu Kota memang tidak mudah, harus berani agar punya banyak pengalaman dan harus supel agar bisa diterima dilingkungan mana saja serta yang paling penting harus selalu berrefleksi pada diri sendiri agar tidak kebablasan,,

i welcome my new phase of life,,

Welcome Journeys!

Selamat Ulang Tahun Ma!

…ada selamat ulang tahun

yang harus tiba tepat waktunya…

-Dee Lestari

counting d stars,,

in d middle of d night,,

spending time,,

just to feel alive,,

breathing deeply,,

exhale,,

inhale,,

lying on d grass,,

smelling after-rain fragrance,,

just to relieve some pain,,

aching,,

in d backbone of mine,,

wanting to disappear,,

just to be by ur side,,

i’m losing ur grip,,

i’m losing my mind,,

i’m missing u,,

right here,,

right above my chest,,

u will always there,,

Happy Birthday, my Dear Mom!

Cinta Tak Harus Memiliki,, = Bullshit!

percayalah kasih
cinta tak harus memiliki
walau kau dengannya
namun ku yakin hatimu untukku
percayalah kasih
cinta tak harus memiliki
walau kau coba lupakan aku
tapi ku kan slalu ada untukmu

sumber : ini

Bait-bait di atas adalah cuplikan dari lagu Ecoutez yang berjudul Percayalah,,

Kemarin aku sempat termenung dan menangis mendengarkan lagu ini, aku tak mampu membayangkan jika tak dapat memiliki orang yang ku sayangi, tak mampu membayangkan untuk membaginya dengan orang lain, dengan alasan apapun, aku tak mungkin bisa mengikhlaskan dia untuk mencintai dan dimiliki orang lain dan aku tetap mencintainya tanpa syarat..

Maukah kalian percaya? aku tidak, semua itu Bullshit bagiku, omong kosong!

Selamat Idul Adha!

Tahun 2010 adalah tahun yang penuh bagiku,, penuh kejutan, penuh kebahagiaan, penuh kesedihan, penuh tantangan, penuh!

Tahun ini aku mulai memasuki dunia yang kata orang adalah dunia yang sebenarnya, memasuki dunia kerja, memasuki dunia kemandirian, mengatur dan merencanakan hidup sendiri, seru!

Hari Idul Fitri yang lalu aku habiskan di Yogyakarta, kota penuh cerita dan seribu macam berita, sendiri, jauh dari keluarga, kini hari Idul Adha aku lalui di Jakarta, ibukota yang menghadirkan banyak cinta :), tapi tetap saja, jauh dari keluarga. Banyak orang yang menyambut hari raya dengan suka cita, berkumpul bersama dan berbagi kasih, tapi tahun ini hari-hari istimewa ini aku lalui tanpa mereka, keluarga yang paling aku kasihi, tapi itu tak membuat ku berduka, karena masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi hari yang penuh rahmat ini.

Hari ini aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk, setan sedikit mempengaruhi untuk lanjut tidur, tak usah ikut Shalat Ied, tapi akhirnya hatiku yang menang dan aku pun berangkat shalat Ied. Awalnya aku memang agak sinis, karena ku pikir di komplek perumahan mewah ini pas masjidnya akan sepi, tapi ternyata aku salah, mesjidnya penuh dan jamaah berlimpah, sama seperti mesjid di luaran sana! Alhamdulillah,,

Shalat Ied dimulai, seperti yang selalu aku keluhkan, saf tidak pernah bisa rapat karena masing-masing kukuh berdiri diatas sajadahnya sendiri yang luas sekali itu, kemudian bapak Khatibnya juga kasian betullah,, masa dia belum selesai khutbah jamaahnya dah pada bubar?? hahaa, ada ada saja,,

itulah pagi Idul Adha saya yang aneh,,

sekarang mau siapsiap makan enak dulu ah,,

Teruntuk Lelaki Pelukis Langitku,,

terbersit sedikit kenang dalam letih ku,,

akan dia yang selalu isi hatiku,,

yang hadir diantara gundahku,,

menepikan ragu yang bergelayut di dadaku,,

binar kedua mata itu selalu hadir dalam angan kerinduanku,,

suara yang menenangkan kegalauan selalu tak bosan ingin kudengar,,

mendecapkan kesyahduan dan mendesiskan cinta yang tak tertahankan,,

aku disini, sendiri, merindunya,,

menantikan saat dapat kembali bersama,,

menantikan saat kembali dapat menatap matanya,,

menantikan saat mencecap lagi manis senyumnya,,

senyum lelaki pelukis langitku,,

aku Rindu Kamu!

Teruntuk Lelaki pelukis langitku: Selamat Ulang Tahun!

24 tahun usiamu, semoga selalu berarti bagi sekitarmu,,

24 tahun usiamu, saatnya menebar cinta bagi mereka yang selalu ada untukmu,,

24 tahun usiamu, sukses akan kau ukir dalam setiap langkahmu,,

24 tahun usiamu, Kerajaan Cinta Allah akan selalu terbuka untukmu,,

24 tahun usiamu, Ridho Allah akan selalu ada dalam setiap nafasmu,,

itu yang selalu ada dalam doaku untukmu, lelaki pelukis langitku!

..07 Oktober 2010..

-Ice Cream-

it’s just so sweet,,

how u touch my hand is just so sweet,,

it’s just so nice,,

how u smile to me is just so nice,,

it’s just so great,,

how we spend our time together is just so great,,

like vanilla in d middle of a chocolate ice cream,,

u give different taste so i can’t get bored,,

like mint in d middle of toffee ice cream,,

u give surprise to keep me amazed,,

like banana in every split,,

u always succeed to neutralize my stormy mood,,

like oreo in milky cream,,

u teach me how to handle “trouble”,,

and just like ice cream for child, u are just too sweet to ignore!

HAPPY BIRTHDAY, LOVE!!

..October 07, 2010..

-Lorong Cinta-

Dengan melangkah pelan, kususuri lagi lorong yang dulu biasa kita lalui bersama. Ada sedikit perih yang terasa ketika mengingatmu lagi, perih yang sebenarnya aku nikmati sebagai bukti bahwa kita pernah bersama. Kususuri lorong ini kembali dengan sangat perlahan, berusaha menghidupkan kembali perasaan yang aku rasakan saat melewatinya bersamamu.

Aku melihat ke kanan, masih ada lukisan yang betah engkau pandangi berlama-lama, entahlah, aku tak tahu kenapa, tapi aku sangat menikmati ekspresimu, ekspresi kerinduan yang tak jelas kau tujukan untuk siapa tapi aku selalu bahagia menikmati setiap perubahan air mukamu. Di tembok sebelah kiri aku memandangi jendela luas yang selalu kita kagumi bersama pemandangan yang terlihat dari sana, aku biasanya berpura-pura sangat menyukai hutan hijau yang sering tertutup kabut itu, padahal yang sebenarnya aku sukai adalah saat kita menikmati pemandangan itu, bersamamu disana, hanya diam dan menikmati pemandangan, itulah saat-saat terindahku.

Melangkah lagi, mendekati akhir lorong kenangan ini, ku hampiri gerbang menuju ruangan yang lebih luas, aku tercenung berhenti di sudut gerbang, ku pejamkan mataku, mencoba merasakan kembali kecupan-kecupan yang selalu kau berikan pada ku sebelum masuk keruangan lain itu, sudut ini adalah sudut kesukaanmu, aku tahu karena kau selalu mengatakan itu kepadaku, dan ini juga sudah menjadi sudut yang kusukai, karena penuh dengan kenangan pelukmu yang hangat untukku, hanya untukku.

Dengan berat aku melangkah meninggalkan lorong penuh kenangan itu, menuju keruangan lain rumah kita, sama hangatnya dengan lorong itu, tapi tak begitu banyak kenangan atas kebersamaan kita disini, karena kita lebih senang menghabiskan waktu di lorong itu.

Aaahh,, mengenang kembali semua kebersamaan kita membuat aku semakin merindukanmu, tapi aku tahu aku harus bisa menerima kenyataan, bahwa tak bisa lagi aku nikmati wajahmu yang ekspresif, tak bisa lagi aku merasakan kebersamaan dalam diam yang selalu kita nikmati, tak akan pernah bisa aku menikmati kecupan darimu lagi, dan tak akan pernah kurasakan hangatnya dekapmu yang selalu mampu menenangkan segala gundahku.

Ku langkahkan kaki ke arah halaman belakang rumah kita, mengunjungi peristirahatan terakhirmu, memandangi melati yang mengelilingi makammu. Melati selalu menjadi bunga kesukaanmu, setelah anggrek tentunya, tapi kau pasti mengerti kalau aku memang tidak akan pernah mampu merawat anggrek, karena itulah ku tanam melati yang putihnya sesuai dengan hatimu, hatimu yang penuh cinta.

Hari ini, tujuh tahun yang lalu, kau pergi meninggalkan ku selamanya, untuk mengarungi kehidupan yang aku tahu tak akan mudah tanpa kau disisiku. Tapi tak hentinya aku haturkan terimakasihku kepadamu, Ibu yang tangguh, yang penuh cinta, yang membuat aku menghargai hidup, diriku, dan orang-orang disekitarku. Kau telah mendidikku dengan caramu yang luar biasa agar aku senantiasa bersyukur dan bertanggung jawab atas semua pilihan ku.

Hari ini, tujuh tahun yang lalu, kau pergi meninggalkanku selamanya, tapi cintamu tetap tinggal, agar aku dapat membagi cintaku kepada orang-orang disekitarku, menguatkanku saat aku merasa lemah dan tak mampu.

Hari ini, tujuh tahun yang lalu, kau pergi meninggalkanku selamanya. Tak cukup bila kukatakan aku selalu merindukanmu, hanya doa yang mampu ku kirimkan untukmu, semoga Malaikat mendekapmu erat disana dan Cinta Allah selalu mengelilingimu, Mama..

24 September 2010,

7 tahun setelah ia meninggalkanku,,

i Love u mom, still and always will,,