Lagilagi Prasangka..

Indonesia memang negara yang sangat kaya,,

salah satu kekayaan Indonesesia adalah keberagaman suku dan budayanya,, sayangnya, Masyarakat Indonesia kebanyakan tidak bijak dalam menyikapi keberagaman ini.

banyak kita dengar kisah tentang pertikaian antar suku, pembantaian antar suku dan permusuhan turun temurun  antar suku-suku di Indonesia, sangat miris sekali hati ini ketika mendengarnya.

apakah yang menjadi penyebab semua itu?

jelas satu hal yang sangat mempenaruhi terjadinya hal-hal yang kejam tersebut,, yaitu prasangka,,

prasangka dengan dedengkotnya yang bernama stereotipe,,

implikasi adanya prasangka antar suku di Indonesia ini, seperti yang diprediksi memang sangat cenderung berdampak negatif.

sedikit mengenai Prasangka,,

Prasangka berkaitan dengan persepsi orang tentang kelompok lain ataupun seseorang yang terkait dengan kelompok tersebut, dan sikap ataupun evaluasi sikap serta perilakunya terhadap mereka, yang biasanya negatif (Baron & Byrne, 2004, Sears dkk, 1985, dan Walgito, 2003). Dengan kata lain, seorang yang memiliki prasangka terhadap kelompok sosial tertentu cenderung mengevaluasi anggotanya dengan cara yang sama (biasanya secara negatif) semata karena mereka anggota kelompok tersebut.

Hal yang serupa juga dikemukakan Malik (2005) Prasangka adalah sikap negatif terhadap individu atau kelompok tertentu, semata-mata karena keanggotaannya dalam kelompok tertentu. Prasangka muncul karena adanya stereotip, yang memunculkan penilaian yang tidak berdasar dan pengambilan sikap sebelum menilai dengan cermat. Akibatnya terjadi penyimpangan pandangan dari kenyataan sesungguhnya serta terjadi generalisasi.

Namun menurut Sarwono (1999, dalam Permatasari, 2006), prasangka tidak hanya bersifat negatif, namun juga ada yang bersikap positif, hanya saja prasangka positif tidak menimbulkan masalah dalam hubungan antar pribadi maupun antar kelompok, sehingga beberapa penulis menganggapnya tidak ada. Lebih lanjut dalam Sarwono (2006) dijelaskan mengenai prasangka positif ini dengan contoh prasangka masyarakat tentang kredibilitas seorang dokter sehingga proses pengobatan dapat berjalan lancar. Tetapi, yang lebih banyak beredar di masyarakat adalah prasangka negatif, sehingga dikatakan dalam Sears dkk (1985) bahwa prasangka terhadap suatu kelompok sosial ternyata merupakan jenis sikap yang secara sosial sangat merusak.

Feldman (1985) lebih menekankan prasangka sebagai penilaian yang tidak tidak didasarkan atas pembenaran yang cukup. Pendapat Feldman ini sangat mirip dengan pendapat para ahli lainnya bahwa prasangka adalah evaluasi atau penilaian negatif atau positif terhadap anggota suatu kelompok yang terutama didasarkan pada keanggotaannya dalam kelompok dan tidak perlu didasarkan pada ciri-ciri khusus dari individu. Dengan demikian, bagi Feldman, prasangka bisa positif juga.

Prasangka merupakan hal yang banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia yang terdiri dari beragam etnis yang mendiaminya. Prasangka antar etnis sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Prasangka etnis, menurut Allport (1955 dalam Permatasari, 2006), adalah antipati yang ditimbulkan karena terjadinya generalisasi yang salah dan tidak fleksibel terhadap suatu kelompok etnis tertentu.

pssst..

ini Buat Bab II proposal Ta,,

hehehe

Kejujuran

Sebenarnya,,

yang akan ta tulis berikut iniadalah yang sebenarnya ta rasakan di malam MUSYAWARAH yang katanya berlandaskan PERSAUDARAAN SERANTAU itu!!

Pfiuh,,

ta cuma bisa menahan napas malam itu,, bagaimana tidak, itu seperti malam puncak dimana akan terlihat seberapa jauh orang lain menghargai manusia lainnya, apalagi yang diagungagungkan disini adalah PERSAUDARAAN sedaerah asal, cukup merupakan hal yang kuat untuk menjadi pemersatu hati kan??

malam itu adalah Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus IPRY KKP 2007-2008.

Datang ke wisma Duta Wacana dengan hati dagdigdug ntah kenapa, mungkin juga dipengaruhi kejadian sebelum itu,, ta kembali kecewa,, ntahlah,, tak usah dibahas, hanya akan menambah luka,, datang ditemani Thioz ‘n dimaz,, suasana agak dingin disana, mungkin karena itu di Kaliurang,, ya iyaaalaah,, hahahaha

acar baru dimuLai, TelaT bangedh,, diamanatin bUat jd Tukang teRima Tamu, ternyata sangat ramai sekaLi dan LUAR BIASA!! banyak orang-orang yang belum ta kenal, acara yang hebat, bisa mendatangkan anakanak Pekanbaru seramai itu, padahal biasanya kaLau ada acara pengajian di Sekre, yang datang Luarbiasa biasanya, maksudny,, yang ituitu aja,,

hmhmhmhm,,

dimuLai dari sidang pendahuluan alias sidang PLeno I, diminta tolong ma panitianya jadi sekretaris pimpinan sidang sementara. Musyawarah mulai memanas ketika membahas kriteria calon ketua. Ada hal yang begitu dipermasalahkan disana, katanya tentang pemerataan kesempatan, bagaimana kesempatan akan menjadi rata jika dari awal mereka tidak mau membuatnya menjadi rata?? ada kepentingan apa yang sedang bermain disini?

hm,, berputarputar nggak jelas niy tulisan ini,,

sebenarnya banyak yang ingin diungkap ketika itu, sayangnya, harus berpura netral karena sedang duduk dikursi depan. Apa salahnya jika seorang ketua pernah menjadi pengurus sebelumnya? bukankah itu lebih baik? kenapa malah dibilang melanjutkan kepengurusan, maksudnya kan bukan melanjutkan kepengurusan, tapi melanjutkan tatanan yang sudah ada.

Belajar dari pengalaman sajalah, coba lebih tenang, ingatkah ketika zaman Soeharto Indonesia sampai melimpah hasil panennya, dan coba direnungkan, ketika itu ada yang namanya REPELITA, rencana pembangunan lima tahun,sudah ada rencana-rencana yang dibuat untuk tahun-tahun kedepan dan yang dilaksanakan itu berkesinambungan, jadi tidak mengubah tatanan yang ada karena akan menghilangkan jati diri Indonesia, seperti yang sedang terjadi sekarang di Indonesia, berputar mencari tujuan karena haluan negara sudah kacau,keberlanjutan itu tidak ada. Jangan sampai itu terjadi di IPRY KKP, makanya mungkin akan lebih baik jika dilanjutkan oleh orang yang sudah mengenal organisasi kerjanya, orang-orang yang menjadi pengurusnya boleh siapa saja tentu, kesempatan itu terbuka lebar tentu saja.

ah.. kenapa hal seperti ini saja sangat diperdebatkan? tampak sekaLi perebuTan kekuasaan yang terjadi disini, bukankah tujuan musyawarah ini untuk menuju hal yang lebih baik??

tibatiba pala ta jadi pusing!!

berhenti jadi pimpinan sidang,, mau jadi rakyat biasa,,

Selanjutnya evaLuasi LPJ,,

hmhmhm

dedegan juga, karena ini kan kerja selama 1tahun lebih sebagai pengurus,,

waLaupun ilang-ilang muncul di sekre, tapikan dalam hati yang terdalam sayang juga ma IPRY KKP niy,hahaha

apalagi yah yang bakal jadi masalah disini??

ternyata masalah pelantikan dan merasa tidak diperhatikan,,

Usai sudah perjuangan yang melelahkan itu..

Pada hari sabtu ( 12 April 2008 ) hingga minggu ( 13 April 2008 ) bertempat di Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Yogyakarta, diadakan forum tertinggi bagi mahasiswa Pekanbaru yang ada di Yogyakarta, yaitu Musyawarah Tahunan Anggota Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Kota Pekanbaru (MTA IPRY KKP). Musyawarah ini adalah agenda tahunan dari IPRY KKP dengan 2 hal yang menjadi tujuan utama diadakannya MTA ini, yaitu Evaluasi dan penetapan Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus IPRY KKP 2007-2008 dan memilih ketua untuk periode 2008-2009.

Musyawarah yang sedianya akan dimulai pukul 20.00 WIB ini, mengalami penundaan hingga lebihkurang 2setengah jam dan baru dimulai kira-kira pukul 22.30 WIB. Menurut buku tamunya, musyawarah ini merupakan acara IPRY KKP dengan peserta terbanyak, yaitu lebih kurang 115 orang.

Meskipun telah mengalami penundaan hingga waktu yang menjelang tengah malam, musyawarah ini tetap berjalan dengan alot dan nuansa yang cukup tegang hingga membuat beberapa orang melupakan kantuknya, walau tetap saja ada beebrapa yang pulang ataupun terkantuk-kantuk di ruang sidang. Musyawarah ini diwarnai dengan perdebatan yang tergolong sangat panjang dan rumit. Perdebatan pertama terjadi ketika membahas rancangan tata tertib MTA, yaitu mengenai Poin 2 pasal 19 dari tatib tersebut mengenai kriteria calon ketua IPRY KKP selanjutnya, yang ini isinya “calon ketua IPRY KKP pernah menjadi pengurus di kepengurusan IPRY KKP periode sebelumnya.”

Ada 2 opsi yang muncul saat itu. Opsi pertama ialah untuk menghapuskan poin tersebut dengan alasan bahwa IPRY KKP milik seluruh mahasiswa Pekanbaru di Yogya, bukan hanya pemilik pengurus lama saja dan ini merupakan sebuah sarana untuk belajar demokrasi, jika poin itu ada, maka demokrasi itu menjadi tidakada, dan keadilan itu tidak akan tercipta. Opsi yang kedua tentu saja adalah opsi yang meminta poin tersebut tetap dipertahankan dengan argumen bahwa jika ketua berasal dari pengurus yang lalu, maka itu menandakan bahwa ia telah mengerti selukbeluk organisasi ini, apa yang mejadi hambatan dalam menjalankan organisasi ini, apa yang menjadi kekuatan dan budaya kerja di organisasi tersebut serta organisasi yang tadinya bergerak dari titik min ini tidak kembali dimulai dari awal. Adu argumentsi ini akhirnya ditengahi dengan pemungutan suara terbanyak, setelah sebelumnya sidang diskor untuk memberi waktu lobi, selama 1 X 10 menit.

Tidak semua peserta sidang dapat menggunakan hak memilihnnya, karena untuk ikut dalam pemungutan suara ini para peserta sidang harus dapat menunjukkan KTP Pekanbaru atau KTP nasional dengan alamat Pekanbaru atau Akte kelahiran yang menunjukkan Pekanbaru sebagai kota lahir DAN KTM universitas di Yogyakarta, seperti yang telah ditulis dalam undangan musyawarah ini. Terjadi sedikit kericuhan disini, karena salah satu peserta ada yang mengatakan syarat-syarat ini memberatkan, karena ia datang kesini bukan karena undangan melainkan karena mendapat sms bahwa ada makrab (malam keakraban) untuk anak-anak Pekanbar, namun sayang beliau tidak dapat menunjukkan bukti sms tersebut. Pemungutan suara pun akhirnya dilakukan dengan bantuan dari panitia untuk memeriksa KTP dan KTM peserta. Hasil yang didapat adalah 48 suara memilih untuk mempertahankan poin 2 pasal 19 tersebut dan 22 suara memilih untuk menghapusnya. dari hasil ini maka forumpun memutuskan bahwa poin tersebut dipertahankan.

Musyawarahpun terus berlanjut dan perdebatan sengit pun kembali terjadi ketika evaluasi Laporan PertanggungJawaban pengurus IPRY KKP 2007-2008. Perdebatan yang terjadi ini sangat panas dan membuat orang-orang menaikkan sedikit nada-nada berbicara sehingga harus diingatkan kembali oleh pimpinan sidang bahwa musyawarah ini diadakan untuk mencari jalan terbaik, bukan jalan permusuhan.

Laporan Pertanggungjawaban Pengurus yang disampaikan oleh Ketua IPRY KKP 2007-2008, Harry Rizky Perdana Putra mendapat tanggapan yang beragam dari para peserta sidang. Ketika akan menetapkan apakah forum tersebut menerima atau menolak LPJ yang disampaikan itu, peserta kembali terbagi dalam dua kutub yang tampaknya belum menemukan titik kesamaan pendapat mereka, dan penentuan keputusan ini akhirnya diserahkan pada Voting lagi. Kutub pertama adalah yang menolak LPJ pengurus IPRY KKP 2007-2008, dengan alasan bahwa pengurus periode 2007-2008 tidaksah karena bertentangan dengan ART IPRY Pasal 32 yang menyatakan bahwa pengurus komisariat dilantik oleh ketua IPRY, dan pengurus ini tidak mengadakan pelantikan. Alasan kedua adalah pengurus ini kurang adil dalam melakukan kegiatan, karena para mahasiswa di Yogyakarta bagian selatan tidak mendapat perhatian yang cukup dan publikasi tiap kegiatanpun dinilai tidak maksimal sehingga tidak cukup mengcover seluruh mahasiswa Pekanbaru yang ada di Yogyakarta secara merata. Sedangkan dari pihak yang menerima mengatakan bahwa pengurus periode ini sudah sangat maksimal dalam mengembangkan Komisariat Pekanbaru dari yang tadinya dilecehkan oleh komisariat lain, namun kini sudah mulai dipandang oleh komisariat-komisariat tersebut, dan mewujudkan hal itu bukan merupakan hal yang mudah. Untuk masalah pelantikan, itu ibarat pernikahan, hanya sebuah resepsi, sebuah hal yang bersifat seremonial belaka, bukan merupakan sesuatu yang harus disakralkan.

Pengurus menanggapi hal yang menjadi masalah dari penolakan LPJ ini, yang pertama mengenai Pelantikan. Dalam Pasal 32 ART IPRY tersebut dikatakan juga mengenai serah terima jabatan dan serah terima jabatan ini telah dilakukan secara resmi ketika MTA IPRY KKP tanggak 12 Januari 2007 di Villa Green Apple Kaliurang, dari ketua IPRY KKP 2006-2007 Andrisyah kepada ketua IPRY KKP 2007-2008 Harry Rizky, disaksikan oleh ketua IPRY saat itu. Kemudian sesuatu terjadi pada tubuh IPRY pusat sehingga membuat pelantikan menjadi tidak memungkinkan, dana operasional belum kunjung turun, dan kegiatan belum dapat dilaksanakan. Setelah 3 bulan kepengurusan berjalan, dana operasional akhirnya berhasil dicairkan, namun ini menimbulkan polemik baru, dan akhirnya rapat pengurus memutuskan bahwa akan mengutamakan penggunaan dana untuk mengadakan kegiatan dan pelantikan pun harus mengalah demi adanya kegiatan. Kemudian masalah ketidakadilan pengurus ini. Dijelaskan oleh ketua bahwa usaha agar semua mahasiswa Pekanbaru di Yogyakarta terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin [hal ini terkait publikasi juga], dimulai dari sms langsung maupun berantai, juga lewat bulletin boardny Friendster [yang ini ditambahkan oleh Divisi Humas yang merasa ini menyangkut kinerjanya]. tapi, tidak disangkal, hal ini jelas masih jauh dari sempurna, dari ideal yang diharapkan oleh semua pihak, karena Yogyakarta ini besar kawan, dan universitas pun sangatlah banyaknya.

Pemungutan suara pun dilakukan, hasil yang didapat adalah MASIH 48 menerima LPJ tersebut dan 23 orang peserta musyawarah menolak LPJ tersebut. Seteleh mencermati hasil dan beberapa rekomendasi dari beberapa pihak sebagai masukan untuk pengurus selanjutnya, LPJ Pengurus IPRY KKP 2007-2008 ditetapkan diterima oleh MTA ini. Kelegaanpun terpancar dari raut sang Ketua yang kini telah didemisionerkan tersebut, dan dengan rasa haru ia keliling ruang musyawarah untuk menyalami semua yang ada disana.

Adzan subuh muLai berkumandang, namun musyawarah belum menemui ujungnya. Proses masih terus berlanjut menuju agenda penting yang tak kalah penting dari evaluasi LPJ tadi, yakni tak lain dan tak bukan adalah pemilihan ketua IPRY KKP periode kepengurusan 2008-2009. Pemilihan ketua selanjutnya ini diwarnai aksi Walk Out oleh pihak yang entah kenapa dari awal musyawarah menempatkan diri sebagai oposisi, namun ternyata hal ini tidak terlalu mengganggu jalannya musyawarah dan akhirnya terpilihlah DEDI CHANDRA sebagai ketua IPRY KKP 2008-2009.

Congratulation kepada kak Dedi Chandra a.k.a kak Ichend,,

….selamat menjalankan amanah kak,

janganlah anggap itu sebagai beban yang memberatkan pundakmu, karena jika kau tak mampu, jangan kau berpura tegar sementara hatimu menangis. Katakan apa yang bisa kami bantu, karena kita semua hadir unTuk saLing menghargai, bukan menjatuhkan. Biarlah ALLAH yang menghakimi karena hanya IA yang dapat adil menilai,,

,,ayat ayat pilihan,,

Subhanallah,,

Alquran,, kitab tersuci sepanjang sejarah kehidupan manusia, memiliki ayat-ayat yang begitu sempurna, indah dilafazkan dan begitu menenangkan untuk didengar,,

banyak ayat yang mengandung makna yang sangat dalam, namun setiap manusia mempunyai persepsi masing-masing tiap makna ayat dalam Alquran tersebut. ada yang menganggap ayat-ayat tertentu sebagai yang paling menyentuh hatinya, walau jelas bahwa semua ayat ayat dalam kitab yang merupakan mukjizat bagi baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalaam (semoga ALLAH selalu mencurahkan rahmat-Nya kepada beliau)..

berikut ada dua ayat yang menurut saya paling luar biasa berkesan dalam hidup saya,,

tulisan ini juga merupakan sebuah tugas untuk memenuhi syarat pengisian poin SKU Pandega di Racana Tribhuwanatunggadewi Pangkalan UGM Yogya,,

,,,,,,, Ayat 1 Surah Al Faatihah

yang artinya :

1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah Senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

1. In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.

****____****

Ayat ini mempunyai makna yang sangat dalam. Ayat ini diucapkan setiap manusia akan melakukan sesuatu, merupakan perwujudan kehambaan manusia kepada ALLAH, Rabb semesta alam, membuktikan bahwa tiada yang dapat dikerjakan menusia tanpa adanya kasih sayang dari sang Maha Pengasih. Dengan melafalkan ayat ini, manusia mengikrarkan diri bahwa menusia hanya seorang peminta dan pemohon, sedang yang maha kuasa hanya Sang Maha Pengabul Pinta. Dengan melafalkan ayat ini setiap sebelum melakukan sesuatu, sesungguhnya manusia akan terjaga dari khilaf yang mendekatkan dirinya pada dosa, karena ia melakukan sesuatu tersebut hanya karena cintanya pada Sang Maha Pencinta, ini merupakan langkah awal menuju sebuah hubungan cinta yang paling hakiki, cinta kepada Sang Pemberi Cinta.

sedangkan ayat yang kedua adalah,,

……..Ayat 1 Surah Al Baqarah

yang artinya :

1. Alif laam miin[10].

[10] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

****____****

Ayat ini semakin mengukuhkan manusia sebagai makhluk yang sangat kecil dibanding ALLAH yang menciptakan manusia, Rabb semesta alam. Pengetahuan manusia yang paling pintar pun tak akan pernah sebanding dengan pengetahuan dari Sang Maha Mengetahui. Dari ayat ini, hendaknya manusia sadari bahwa ia tak berhak untuk congkak berjalan di muka bumi ini karena hanya sekecil titik dibanding pengetahuan ALLAH yang lebih luas dari alam yang diketahui oleh manusia ini. Namun ayat ini juga menyiratkan bahwa manusia tidak boleh putus asa dalam memperilmu dirinya, karena semakin banyak ia tahu semakin besar cintanya pada sang Rabb. Ayat ini menyiratkan bahwa masih banyak hal yang penting untuk dicaritahu oleh manusia, sebelum menusia merasa puas dan merasa telah mengetahui segala rahasia alam, karena alam ini adalah buku yang halamannya terus bertambah dan tak akan pernah selesai untuk dibaca.

….Hanya ALLAH lah yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dam Maha Menyempurnakan,,

Darmasiswa Caltex Riau

Darmasiswa Caltex Riau (DCR) adalah sebuah program sosial tahunan yang dilakukan oleh PT Chevron di Riau, yang dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia.

Program ini berupa pemberian beasiswa untuk program S1 oleh PT Chevron bagi para siswa SMA se-Provinsi Riau yang telah lolos seleksi tingkat masing-masing kabupaten/kota yang dilakukan oleh masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota tersebut. Para calon penerima DCR, yang telah lolos seleksi tingkat Kabupaten/kota bergabung untuk mengikuti tahap test selanjutnya, sejenis placement test untuk menentukan ia berada di posisi berapa yang merupakan jenis dari beasiswa yang ia dapatkan. test ini biasanya diadakan di Camp Caltex Rumbai, Pekanbaru, Riau, selama 3 hari (minimal, ketika saya menjadi bagian dari kegiatan ini, saya melewati 3 malam tidur di kamar wisma yang nyaman dan makan makanan yang lezat-lezat di Rumbai Club, kalau gak salah itu deyh namanya, tempat kami bersenang-senang berkumpul dengan teman baru, juga tempat kami tegang-tegang untuk menghadapi tes tulis dan wawancara,, kenangan yang indah,,)

tahun 2005 yang lalu, peringkat I hanya mendapat Rp 7.500.00 (pertahun selama 4 tahun) +PC +Printer,, II Rp 7.500.000 (pertahun selama 4 tahun) +PC,, itu yang saya ingat,, tapi tampaknya sekarang udah tambah besar sadjah hadiahnya,secara zaman makin mencekik kita dengan biaya hidup yang sangat melonjak tajam,, hehe kalau mau tahu yang tahun 2008 klik aja disini

yah,, Darmasiswa Caltex Riau memang menimbulkan kesan yang sangat mendalam, banyak hal baru yang kami dapatkan, banyak teman baru yang kami temui, banyak pengalaman seru yang dibagi di sini, baik sesama peserta atau dari bapak ibu panitia yang menjadi pendamping tiap kontingen, yang tentu saja merupakan orang-orang luar biasa.

ini benar-benar acara yang mewujudkan sebuah persaudaraan baru, bukan hanya di saat itu saja, namun terkenang sepanjang hayat.

semoga Darmasiswa Caltex Riau [(Caltexny udah diganti chevronkah??) mohon konfirmasi.. hehe] tetap berlangsung dan jaya selalu..

…….. tingtingting……… ternyata udah diganti jadi Darmasiswa Chevron Riau

ayo ayo para alumni DCR b’gabung disiniy,, tinggalkanlah comment kalian,,

esp. for DCR 2005, hehehe saLam jumpa kembali

ayo qT reUni!!

-Zesta a.k.a Tata, DCR 2005, Utusan Pekanbaru

Selamat Hari Lahir, Pa

my LuPh

Seorang ayah,, merupakan sosok yang luar biasa bagi sang anak,,

sungguh besar arti ayah bagi sang anak,,

ketika dilahirkan kedunia sebagai manusia, pernahkah terpikirkan oleh kita bahwa suara yang pertama kali kita dengar adalah suara merdu ayah di telinga kita? suara doa tulus dari ayah bagi sang buah hati, yang bahkan belum mengenal siapakah ia,,

adzan bagi putra dan iqomah bagi sang putri, mengiang mengiringi tangis bayi untuk pertama kali, dan diiringi harap agar ayat-ayat cinta unTuk Sang Pencipta itu terus mengalir di nadi sang anak hingga tangis tersebut menjadi tangis terakhir, tertanam di benak dan terikut di setiap tindak,,

begitu mulianya ayah,,

memang pengorbanan yang dilakukan ayah tak sebesar yang dilakukan iBunda, yang bertaruh nyawa untuk menghantarkan nyawa baru menghiasi dunia, dengan harapan dapat membawa dunia menjadi lebih baik dari masanya,,

ayah memang disebutkan sebagai yang keempat untuk dihormati oleh Rasulullah sang pembawa kebenaran-semoga rahmat dan cinta ALLAH selalu untuk beliau-setelah tiga kali kata Ibunda tersebut. namun itu bukan berarti kita membedakan kedua orang yang berjasa dalam bernafasnya kita, namun cinta itu harus tetap sama kita beri, bakti itu harus tetap tulus kita darmakan,,

memang tak ada peringatan untuk ayah di Indonesia, tapi monumen jasa itu akan selalu kokoh berdiri di hati, doa itu akan terus mengalir untuk ayahanda tercinta,,

ayah,, sosok yang luar biasa,, teladan untuk menjadi tegar,, peringatan untuk berwaspada,, dan pedoman untuk tak salah langkah,,

ta saYang Papa,,

selamaT uLang Tahun Pa,,

…dari anak BungSu papa,, anaK papA yAng Paling Bandel,,

[,,’n d HeaRt isn’T UnheaRd,,]

YogyaKarta,,

20 Maret 2008