Selamat ulang tahun GDY 1505 dan 1506..
Jayalah selalu Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi..
Luhur Budi Bawa Laksana, Abdi Nusa Bangsa
Selamat Ulang Tahun juga untuk sahabatku tercinta Cici!!
aahhh.. Miss you all..
🙂
in between black and white
Selamat ulang tahun GDY 1505 dan 1506..
Jayalah selalu Racana Gadjah Mada dan Racana Tribhuwanatunggadewi..
Luhur Budi Bawa Laksana, Abdi Nusa Bangsa
Selamat Ulang Tahun juga untuk sahabatku tercinta Cici!!
aahhh.. Miss you all..
🙂
baby, you don’t know
what you’re been missing
you’re gonna loose
my smile and my tears
but mostly
you gonna loose my heart
baby, you don’t know
how much you hurt me
you’re gonna loose
everything about me
oh baby
you’re breaking my heart
for all this time,
i’ve been tryin’
for all this time,
i’ve been cryin’
and now it’s all gone
and your time is up!
baby, you don’t know
how much you hurt me
you’re gonna loose
everything about me
oh, baby you’re a fool!
baby… you’re a fool!
your game, your rule
so don’t blame me if you got hurt in the end
Love,
@darkjasm
Saya ingat. Malam ini beberapa tahun yang lalu, kami berkumpul untuk melaksanakan ulang janji sebagai anggota Gerakan Pramuka.
Sekarang, fisik saya mungkin tidak lagi bisa ikut berkumpul melaksanakan ulang janji bersama, tetapi jiwa saya tetap meresapi makna dalam janji yang dilafazkan berulang kali itu.
Ulang janji bagi saya bukan merupakan hal yang sakral atau hal yang pantas dikuduskan, namun yang saya percaya adalah ketika kita mengucapkan sesuatu berulang-ulang, kemungkinan hal itu akan bertahan lebih lama dalam ingatan akan meningkat. Jika otak kita saya sudah mengingatnya, akan lebih mudah bukan bagi tubuh untuk melakukan hal sesuai dengan apa yang tertanam di pikiran?
🙂
Dirgahayu Gerakan Pramuka
14 Agustus 1961 – 14 Agustus 2013
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. Menepati Dasadharma
You said that everything will be better soon.
You said that everyone will be better soon.
You said that every moment will be better soon.
You said that every second will be better soon.
soon.
after you’ve gone.
everything is going back to how it used to be.
everyone is going back to how they used to be.
every moment is going back to how it used to be.
every second is going back to how it used to be.
soon.
after you’ve gone.
no more warm heart.
no more togetherness.
no more sweet smile.
no more helping hands.
soon.
after you’ve gone.
every little thing is turn to be the same as before you came.
no matter how many people say that Eid is not the ending, It’s the beginning.
what we’ve accomplished in Ramadhan seem to go away.
more radiant than before.
soon.
after you’ve gone.
I miss you already.
Happy Eid Mubarak Everyone!
Bekerja di lingkungan yang dulu paling saya hindari membuat diri saya mempertanyakan banyak hal pada diri saya sendiri. Mempertanyakan kenapa saya tidak bisa lebih tegas atau kenapa saya tidak bisa dari dulu melakukan sesuatu demi masa depan yang sesuai dengan impian saya.
Kembali pada saat ini, saya seringkali membuat diri saya terjebak dalam situasi yang tidak saya inginkan, dan sering pula ketika saya memaksakan hal yang saya inginkan, yang saya temui hanya tembok yang semakin membuat saya ingin melebur menjadi debu.
Kemarin saya mengalami lagi hal yang persis saya alami satu tahun yang lalu. Persis di bulan yang sama. Saya mencoba mengkompromikan impian saya dengan keadaan saya saat ini, dan sekali lagi saya gagal.
Banyak orang yang bilang jika kita tidak merasa bahagia dengan apa yang kita lakukan saat ini, maka lebih baik kita berhenti saat itu juga. Saya sempat beberapa kali ingin mengundurkan diri dari realita saya saat ini, tetapi ketika saya ingat kembali alasan klise saya berada disini, maka saya masih tetap bisa menelan ludah dan meyakinkan diri untuk bertahan. Tapi sampai berapa lama? Apakah sampai saya tidak lagi ingat siapa saya dan apa yang ingin saya capai dalam hidup saya?
Mengapa begitu berat saya untuk keluar dari zona yang sebenarnya tidak nyaman ini? saya tidak punya alasan pasti selain keyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan sesuatu yang sia-sia pada makhluknya. Mungkin banyak orang yang mencibir saya yang mengatakan saya hanya bisa mengeluh tanpa tindakan nyata untuk keluar dari lingkaran ini, dan saya tidak bisa menyatakan bahwa mereka sepenuhnya salah karena sebagian diri saya juga ikut sinis.
Pertimbangan-pertimbangan dan kontemplasi-kontemplasi yang terjadi dalam pikiran saya rasanya tidak pernah usai. Pikiran saya terus mencari jalan untuk setidaknya saya merasakan kebahagiaan yang tulus dari keadaan saya saat ini. Keinginan muluk saya tentu saja bahwa saya bisa mengubah lingkungan saya saat ini agar tidak ada orang lain yang mengalami apa yang saya alami. Jalan itu tentu tidak sebentar dan tidak mudah dan saya tidak yakin apakah saya dapat bertahan, karena saat ini saja rasanya saya mulai kehilangan pegangan hidup.
Adalah beberapa hal yang membuat saya bertahan dan menjadi basis realita saya. Senyuman Papa, Kehangatan teman dan keluarga serta para teman-teman SMA saya. Mereka benar-benar oase dalam zona ketidaknyamanan ini. Mereka selalu berhasil menyentil saya untuk berhenti dari kekalutan dan sejenak bersyukur dan menata kembali hati dan tujuan saya. Saya tahu mereka tidak sadar pentingnya mereka bagi saya. Seperti saat ini, ketika impian saya kembali di”hancur”kan, mereka membuat saya mengerti bahwa sesuatu itu di”hancur”kan agar kita dapat membangun yang baru dengan perencanaan yang lebih matang dan lebih mendekati kesempurnaan.
Do you know what I feel now?
I feel like I’ve been wasting my time..
I started to feel like it is finally the time to trust you, to trust that you finally have the sense in your mind.
I have never been so wrong.
You are the same old man.
Same old ignorant man.
How could someone be so mean and act like they have no heart at all?
How could someone be so cruel and easily broke others’ dream?
How could someone be so powerful but put it in the wrong way?
explain to me..
I am desperately need your explanation..
about how the justice ever serve you?
about how the destiny never disappoint you?
look at me..
now look closer and just look into my eyes..
soon enough, I will make you feel remorse..
You will regret the day you turn me down..
because you just make me wanna be more than an ordinary person..
and you will never get the credit..
I feel the day will come soon..
the day I need to thank you for letting me down now..
because I learn to do more and more..
just to make sure I will never be someone like you!
We are now in the middle of the Holy Month. Ramadhan. The most anticipated month for muslims because of its big rewards. What we’ve taught since we were a kid is that if we do something good during this month, the value of our good deeds will be multiplied. What we always forget in one point is that Ramadhan is one special month that need eleven months training to get through it successfully. We forget that we have to exercise in the other eleven months to be a winner in the end of Ramadhan.
Volunteering is one of many good deeds that we can do in our life and maybe in this holy month, we get many chances to do it or to start doing it because people seems to be very helpful and very creative in making a way to help others.
Volunteering is always my biggest passion, I like to be involved in a non-profit activity but for now, my volunteering activity is kinda lose its chances dealing with my hectic avoidance mind. :sigh: I am not a member of one specific volunteer organization nor I funded one of them. I can only join them in my spare time that made me hard to keep up with their rhythm. *just another rationalization going in my mind* let’s us talk about other people then..
I have friends that dedicated their life for volunteering and I appreciate them very much. From all of my volunteer friend, I began to spot a pattern. I recognize two kinds of them. One of them volunteer in full spotlight, while the other one, like to keep it in the shadow.
My spotlight kind of friend is a member of many volunteer organization and always publish whatever activities they’re doing just like their life is devoted to volunteer and they had to make sure that the world know it. My shadow kind of friend is a member of only one organization that they established from zero. Their organization is in its way to be one big fish and somehow they could manage to hide that they are the people behind it.
So, which one is better? In my opinion, everyone has their own reason of what they choose to do in their life.
My friends in group spotlight believe that if everyone knows that they are doing something and if the world know that they actually enjoy doing it, also that volunteering could also make you famous, many people will roll up their sleeves to join the volunteers community. The buzz is also kind of volunteering.
My friends in group shadow believe that even if they work in a silence, society could not act like they don’t make differences. They tend to show that altruism is not only a myth.
So, which group are you in? The most important thing is the volunteering itself.
Let’s make this world a beautiful place to live, together..
Saya sebenarnya bukan orang yang anti mainstream, tetapi pada dasarnya saya adalah orang yang anti keramaian. Weekend kemarin, demi sodara saya yang datang dari Balikpapan, saya akhirnya mendatangi pusat keramain Ibukota pada hari Sabtu, 22 Juni 2013 yang lalu, Peringatan HUT Jakarta ke 486 di sepanjang jalan Thamrin. Demi menghindari macet dan kesulitan mencari parkir, kami berangkat dari rumah sekitar pukul 13.30 dan akhirnya memutuskan parkir di Plaza Indonesia (sampai di PI sekitar pukul 15.00). Kurangnya riset mendalam tentang perjalanan hari itu membuat kami tidak tahu kalau PI pada hari sabtu itu tutup pkl 16.00 dan keramaian baru mulai pukul 18.00. Akhirnya kami memilih untuk nonton Man of Steel dulu sambil menunggu waktu. Setelah selesai nonton, sekitar pukul 18.00 parkiran PI sudah sepi, akhirnya kami mencari parkiran di daerah sekitar GI dan mendapat tempat di depan Thamrin City, tidak terlalu jauh jika ditempuh dengan jalan kaki.
Sebelum berperang dengan keramaian kami makan nasi goreng dulu, setelah itu kami mulai berbaur dengan manusia yang mulai melimpah di seputar Bundaran HI. Ini pengalaman pertama saya yang membuat saya akhirnya tahu kalo di dekat air mancur Bundaran HI itu lantainya basah.. 😆