another long break from writing. I owe someone a review about her cake for one of my best friend, and I can’t post it now since I haven’t get the photos from Mr. J yet.
hoah.. *yawn*
I’m not in my perfect condition now. Got cough when I’m in Pekanbaru last weekend and now i get influenza.. #sleepyhead
my mood is not in a good mode also. feel so sad, left out and lonely..
Last long holiday, I got invitation from Mr.J’s fam to spend my holiday in Bandung. Sayangkan jika undangan yang sangat bagus ini disia-siakan? Maka berangkatlah saya ke Bandung pada hari minggu pagi. Berangkatnya sih was-was, takut jalanan macet karena Bandung kan identik dengan macet, tetapi untungnya jalanan hanya ramai lancar. Kami hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di rumah keluarga di daerah Cijerah. Sampai di bandung bincang-bincang heboh dulu sebentar lalu lanjut ke Ciwangun Indah Camp.
Disingkat dengan CIC, berlokasi di daerah Lembang, merupakan tempat outbond yang lumayan banyak di gemari di daerah Jawa Barat. Suasananya asyik, cocok untuk kegiatan outbond, tanahnya berbukit-bukit, pemandangannya bagus dan udaranya dingin. Fasilitas dan permainan yang ditawarkan juga cukup banyak.
three nature kids
Awalnya kami ke CIC hanya untuk survey, rencananya akan diadakan outbond pada hari senin, namun karena perjalanan ke sana yang cukup menaikkan adrenalin karena melewati jalanan sempit berbatasan jurang dan kejadian tanah longsor beberapa hari sebelumnya akhirnya kami memutuskan untuk bermain langsung saja di CIC. Ketika kami sampai di CIC sekitar pukul 14.30, kami disambut hujan yang cukup deras. Sempat kecewa memang, namun akhirnya kami memutuskan untuk tetap semangat dan mencoba flying fox hujan-hujanan. Untuk saya yang masih muda belia dan cantik jelita (dilarang protes) ini, flying fox memang sudah tidak menakutkan, sudah biasa malah, tapi hujan cukup membuat suasana hati ceria, tapi yang paling lucu adalah ketika meyakinkan para tetua untuk ikut main, yang akhirnya berhasil. Para tetua yang awalnya sangat takut mencoba tetapi ketika sudah sampai di tempat tujuan malah ketagihan dan ingin mencoba lagi, untungnya hari udah sore.. ๐
after flying fox bersama nenk Uti
di CIC kami memang cuma mencoba flying fox karena permainan yang lain sudah licin kena hujan, kami jadi malas dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
raining at CIC
Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Kayu Resto di daerah Pusdikajen, Lembang. Di rumah kayu itu kami mencoba cincau hijau yang sesuai dengan promosinya ternyata memang sangat lezat. Rumah Kayu Resto ini sangat nyaman, sesuai dengan namanya, dekorasi restorannya memang dominan terbuat dari kayu, disini juga dijual sayuran organik yang teknologinya berasal dari Taiwan. Menurut pengamatan saya, restauran ini sangat apik, dan suasananya membuat betah. Cincau yang saya coba juga rasanya sangat tajam dan tidak seperti cincau yang biasa nya saya coba, sangat segar! #bukanLebay.
Cincau di Rumah Kayu
Selain cincau, kami juga mencoba telur asinnya, tidak terlalu asin tapi lezat juga. ๐ Kemudian saya mencoba Tutut untuk pertama kalinya, ternyata rasanya sama saja dengan rasa kerang dara, cuma bentuknya aja yang sedikit menggelikan sehingga saya belum pernah berniat mencobanya sampai ditawarkan disini, yang membuat tututnya terasa lezat sebenarnya adalah kuahnya, kuah kari yang menggoda.
Tutut kuah Kari
Kami juga mencoba pisang goreng keju yang merupakan pisang tanduk digorang dengan tepung yang sepertinya dicampur gula merah sehingga sangat empuk sekali dan tentu saja menggoda selera.. Saya merekomendasikan resto ini untuk dicoba, karena saya juga pengen banged balik lagi kesana. Udara dingin, tempat romantis, tidak terlalu ramai, makanannya lezat pula.. PAS! ๐
senja di Rumah Kayu
Selesai mengisi perut di Rumah Kayu, kerjaan sang perut ternyata belum selesai karena kami menuju tempat jualan ketan yang konon adalah makanan khas Lembang. Ketannya dibakar dan disajikan dengan serundeng, oncom dan saus kacang pedas. Ketannya memang lembut cuma menurut saya kurang garam sehingga kurang gurih dan sebenarnya saya lebih suka makan ketan pake durian, bukan oncom… maafkanlah lidah melayu saya ini.. ๐
Ketan Bakar
Perut kenyang, hati senang.. Kami menuruni bukit menuju Cihampelas, katanya sih mau belanja, tapi ternyata itu adalah pilihan yang salah. Cihampelas meuni macet pisan! *sok-sokan pake bahasa sunda, maap kalo salah yak, namanya juga belajar…
Rencananya hari kedua ini kami mau berangkat ke Kampung Gajah pagi-pagi, tetapi manusia memang cuma bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan. Ada sepupu yang keponakan suaminya meninggal sehingga kami harus menggeser jadwal dan menunggu sepupu lain yang tahu jalan ke Kampung Gajah. Akhirnya kami tiba di Kampung Gajah sekitar pkl. 10.00 dengan jalanan yang untungnya belum terlalu ramai. Ada sedikit keributan mengenai tiket masuk, ada yang mau tiket terusan, ada yang tidak. Akhirnya di putuskan para tetua tidak ambil tiket terusan karena toh mereka juga gak bisa main semuanya..
Cuaca kawasan Kampung Gajah
Tiket terusan yang seharga Rp 200.000 itu mengcover beberapa wahana, total dalam selebarannya adalah 19 wahana, sayang nya mereka tidak mencantumkan wahana apa yang tidak beroperasi pada hari itu sehingga kita berasumsi bahwa semua wahana bisa kita nikmati, ternyata ATV yang merupakan tujuan saya sehingga saya rela membeli tiket terusan tidak beroperasi. Menelan kekecewaan, kami akhirnya main mini buggy, tubby dan gokart. Mini buggy cuma boleh satu kali naik. Tubby ketika mau naik lagi udah antri parah. Gokart antriannya lebih parah lagi, kami harus antri 1.5 jam baru bisa main.
padatnya parkiran Kampung Gajah
Wahana yang di cover dalam tiket ternyata banyak yang di batasi, seperti skyrider maksimal 60 kg, horse riding yang kalo nggak salah cuma buat yang dibawah berapa meter gitu.. Ada wahana yang bagus seperti 4D, tetapi kita harus bayar lagi Rp 50.000 terus ada Segway (mirip otoped tapi dengan roda gede gitu) kita bayar lagi Rp 150.000 untuk 15 menit. Overall sih saya sebenarnya kecewa karena sudah salah ambil langkah karena membeli tiket terusan, tetapi untungnya agak terobati dengan waterboomnya. Tornadonya mantab! wahana di waterboomnya sangat menarik, ada tornado (yang kita seperti masuk corong raksasa), ada octopus (luncuran panjang gitu deh),dan ada kolam ombak. Tornado dan Octopusnya bikin ketagihan, sayangnya kita harus naik tangga yang cukup melelahkan bagi saya yang udah jarang olah raga ini. Kolam Ombaknya juga lumayan seru, mungkin karena kita rame-rame jadi kita heboh sendiri bikin formasi melawan ombak, tarik-tarikan ban sampai waterboomnya hampir mau tutup. Seru! tapi akibat kehebohan di kolam ombak, tangan saya masih sakit sampe hari ini. ๐ฆ
Saran saya bagi yang mau berwisata ke Kampung Gajah, jangan beli tiket terusan dulu, liat-liat aja dulu wahananya apa saja, dan coba 4D dulu aja, tetapi kalo emang mau main di waterboom sih harus beli tiket terusan. Selamat bermain!
a view in Kampung Gajah
DAY 3 – Last Day
Akhirnya, seperti selalu saya tuliskan, tiada pesta yang tak usai. Pada hari Selasa 1 Januari 2013, tiba saatnya pulang dan menyambut rutinitas yang membosankan. Sebelum pulang, pasti ada waktu untuk mencari oleh-oleh. Kami di ajak Pasar Kosambi, pusat kerupuk-kerupuk sepertinya karena disana banyak jenis kerupuk yang dijual kiloan dengan harga yang murah, saya beli banyak saja cuma seharga Rp 44.000, kalo beli dimobil pinggir jalan atau pusat oleh-oleh yang sudah dikemas mungkin bisa ratusan itu saya belanjanya. Di sana ada yang jual cabe dijadikan manisan, saya lupa fotoin, tapi saya coba rasanya nggak jelas gitu deh.. aneh.. ๐ selain beli kerupuk, saya juga beli peyeum dan talas rebus. Yummiyyy.
Puas milih-milih kelithian, kami lanjut makan durian di dekat Prima Rasa (agak nggak enak sih, tapi namanya juga durian, tetap menggugah selera, akhirnya ketan yang saya makan kemarin ketemu durian juga di perut :p). Beli Karuhun dan cakes di Prima Rasa (ini rutinitas kalo ke Bandung sih, nothing special). Beli batagor Yunus (ini juga sudah tradisiii) and finally… time to say “see you” to Bandung Family.. *dadah dadah cantik*
Kami pulang sekitar jam 4 sore dan sampai di Depok sekitar jam 11 malam.. dan macetnya itu cuma karena antrian orang-orang yang mau singgah ke rest area KM 42! *keluh*
I have a dream. Dream about my future. Future which I want very much. Now I am sad. Sad because I am stepping against it. I become far away from the path to my dream. People say that the hardest route is the closest way, but what if this isn’t the hardest, what if it is the easiest way, I am in the farthest way then.
I have dreams. Dreams about what I want to be. I want to be an asronaut when I was a little girl. I want to be teacher like my mother. I want to be Psychologist. I want to be a Clinician. I want to be…..a great woman. What do i really want? I already be a lecturer. I already have my own business. If I ain’t feel complete, I am not a grateful person then.
I have a dream. Dream about my ideal life. I have a life. Living my real life, not living my dream life.
Alhamdulillah libur lumayan panjang di Natal kemarin akhirnya saya bisa pulang ke Pekanbaru, kangen banged sama Propesor a.k.a Zhaza The Niece. ๐ Awalnya saya udah pasrah sih gak bisa pulang karena hasil pantauan tiket menunjukkan harga yang melangit, tapi karena keteguhan dan kebulatan tekad akhirnya dapat tiket lumayan murah, tapi ya ke Pekanbarunya hari sabtu balik Jakartanya hari selasa penerbangan paling malam, tapi gapapa deh, yang penting puuulaaaanggg.. ๐
Bangun pagi di hari sabtu memang penuh tantangan tapi berhasil dilalui dan sampai di Soetta dengan selamat. Selesai Check in keluar lagi buat sarapan dulu, eh pas masuk lagi ternyata udah final call. Lari-lari pake boot tinggi memang tidak disarankan, tapi lebih baik daripada ketinggalan pesawatkan? hehehe
Orang lain selalu datang dan pergi dalam hidup kita. Begitu juga halnya dengan segala sesuatu yang ada di muka bumi. Gak akan ada yang bertahan selamanya. Memang begitulah takdir yang sudah digariskan oleh-Nya. Semua berlalu, menghilang dan terlupakan seiring waktu. Gak bisa diperlambat, gak bisa dipercepat, apalagi dihentikan.
Apa yang kita alami di masa lalu, akan menjadi kenangan di masa kini dan menjadi pelajaran untuk masa depan. Biarlah menjadi memori indah yang selalu menghiasi ingatan kita. Tarik hikmah dari tiap serpihan takdir yang telah kita lewati. Itu akan jadi pengalaman berharga dari pada hanya menyesali diri.
Sedih memang kalo ingat segala hal yang ‘tidak sempat’ kita lakukan saat kita masih dikelilingi teman. Tapi bukan berarti kita boleh berputus asa, mari kita rajut lagi memori baru yang menyenangkan bersama apapun dan siapapun yang menemani kita menjalani setiap detik perputaran waktu.
Beberapa hari yang lalu, sepupu saya cerita bahwa beliau mimpi seram dengan saya sebagai tokohnya, kemudian Ibu juga cerita kalau saya melakukan sesuatu di mimpinya yang membuat beliau merasa takut itu menjadi kenyataan. Saya memilih untuk tidak menanyakan detil kejadian yang terjadi dalam mimpi sepupu saya karena saya akui saya takut itu malah membayang-bayangi saya dan saya meyakinkan ibu bahwa mimpi itu hanya bunga tidur saja. Saya mengatakan demikian sebenarnya juga untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa mimpi-mimpi itu tidak lebih dari manifestasi ketakutan sang pemimpi, bukan merupakan tanda-tanda kejadian kepada sang tokoh dalam mimpi.
Kemudian tadi pagi, saya terbangun dari mimpi yang menurut saya janggal, janggal karena saya tidak begitu sering bermimpi dan jika saya bermimpi, maka biasanya saya hanya ingat garis besar mimpi itu saja, namun mimpi tadi malam masih bisa saya ingat dengan jelas detil kejadiannya hingga saat ini, dan saya akui, ketika saya bangun tadi pagi, perasaan saya berkecamuk tak menentu karena kejadian dalam mimpi saya tersebut dan tokoh utamanya yang sudah lama tidak muncul dalam pikiran saya.
Sebagai seorang penggemar Jung walau belum bisa disebut sebagai jungian, saya langsung mengingat lagi apa yang dikatakan Jung mengenai mimpi. Mimpi menurut Jung berbeda dengan mimpi menurut Freud bahwa mimpi adalah manifestasi langsung dari alam bawah sadar kita yang biasanya identik dengan hal-hal yang kita hindari dan kita paksa masuk ke alam bawah sadar agar tidak mengganggu kesadaran kita. Mimpi menurut Jung lebih bermakna simbolik dimana merupakan jendela untuk mengintip alam bawah sadar kita, bukan murni adalah apa yang menjadi ketakutan kita. Lebih lanjut Jung mengatakan bahwa mimpi memiliki simbol-simbol yang merepresentasikan diri kita dan kejadian disekitar kita, dan cara kita memahami mimpi sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap simbol-simbol yang kita temukan dalam mimpi itu, sehingga tidak ada pemahaman yang salah dalam “coping” dengan mimpi.
Kejadian dalam mimpi saya membuat saya teringat beberapa hal yang saya mulai lupakan beberapa waktu belakangan ini, mungkin ini adalah perpanjangan tangan dari alam bawah sadar saya yang ingin mengingatkan saya mengenai hal yang luput dari hidup saya agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Seperti menurut Jung, mimpi dapat menjadi jendela untuk membantu kita memahami apa yang terjadi kini dan membuat kita menyadari kesalahan kita selama ini dan menjadi solusi agar kita teringat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Belakangan ini, saya mengalami banyak kekecewaan, merasa bahwa orang-orang yang saya sayangi, yang saya anggap sahabat saya sepertinya hanya mengingat saya ketika dia butuh dan tidak dengan tulus menyayangi saya. Saya mengalami masa kekecewaan yang dalam dan membuat saya benar-benar takut untuk menaruh harapan lagi dan lebih banyak meluangkan waktu untuk diri saya. Lalu terjadilah mimpi tadi malam, dimana tokohnya adalah seseorang dari masa lalu saya yang setelah saya renungkan, sebenarnya seseorang yang sangat berarti bagi saya, tetapi saya terlalu takut untuk mengakuinya dan terlalu takut membiarkan ia terlalu dalam masuk ke dalam kehidupan saya karena takut dia menemukan “saya” yang tidak sesuai dengan gambarannya.
Perenungan dan pemutaran kejadian-kejadian yang lalu membuat saya terhenyak bahwa saya benar-benar menjadi orang yang jahat padanya, walaupun mungkin dia tidak merasa demikian, namun saya rasa saya benar-benar sudah sangat jahat. Sepertinya apa yang saya lakukan kepadanya adalah apa yang saya terima dari sahabat saya yang menurut saya sudah mengecewakan saya.
Dia dulu sepertinya selalu ada ketika saya memerlukannya, bahkan walaupun saya hanya memerlukannya untuk jadi bahan hinaan saya, atau hanya untuk bertukar cerita absurd, tapi dia selalu ada. Lalu apa yang saya lakukan kepadanya? saya tidak berusaha mendekatkan diri, saya tidak berusaha bertanya mengenai apa yang terjadi dalam kehidupannya, apa yang menjadi impiannya, apa yang menjadi ketakutannya, saya hanya mengingat dia ketika saya membutuhkannya. Kini saya sadari memang saya sudah menjadi orang yang sangat kejam, saya mungkin memang pantas diperlakukan seperti sekarang oleh orang lain.
Entah bagaimana saya bisa menjelaskan bahwa seseorang dari masa lampau ini sangat berarti bagi saya, walaupun mungkin dia tidak menyadarinya karena bahkan saya baru menyadarinya hari ini. Saya baru menyadari bahwa ketakutan sayalah yang membuat saya tidak memberikan ruang bagi dia dalam diri saya, ketakutan saya akan “saya”lah yang menyingkirkan dia hingga undangan dia untuk hadir pada hari istimewanya juga tidak bisa saya penuhi, padahal dia sudah mengundang saya dengan khusus. Entahlah, kini saya hanya dipenuhi penyesalan dan kelegaan.
Saya menyesal tidak pernah memberikan dia perhatian yang layak, padahal dia salah satu sahabat terbaik saya yang mengerti saya dan tidak pernah mengecewakan saya tetapi saya juga lega karena kini dia sudah merajut kebahagiaan hidupnya, very happy indeed and even I know it hurts but I’m happy for you.. ๐ I’m really happy for you. Please send my regard to your special one, maaf belum sempat berkenalan dengannya.. Please accept my sincere apology for all the harm i’ve done to you and for not coming to your special day. I know you deserve this happiness..
Selamat memperingati hari hak asasi manusia internasional!
Kalimat itu banyak sekali muncul hari ini bahkan dari beberapa hari yang lalu. Peringatan ini biasanya diikuti dengan review-review kasus pelanggaran asasi yang terjadi, seperti yang saya tonton kemarin sore di salah satu televisi swasta yang saya lupa namanya.
Kebanyakan yang di review adalah bagaimana negara dan pihak otoritas lainnya tidak mengakui telah melakukan pelanggaran asasi atau bagaimana kasus-kasus pelanggaran asasi dibiarkan tenggelam dan tidak ada penyelesaiannya.
Saya kemudian jadi melihat HAM ini dari sisi yang berbeda, dari sisi yang sederhana saja, mungkin karena saya belum bisa membantu menyelesaikan kasus pelanggaran berat atas asasi ini, saya jadi ingin menyoroti kehidupan sehari-hari manusia. Kita bangun dan berangkat kerja kemudian pulang dan beristirahat, itu siklus hidup harian kebanyakan manusia, bagi sebagian mungkin berbeda, tapi itulah hidup. Penuh perbedaan.
Selama menjalani rutinitas hidup, kita pasti bersinggungan dengan orang lain. Di saat kita menunaikan kewajiban, ada juga orang lain yang menunaikan kewajibannya, saat kita memenuhi hak kita, ada juga orang lain yang melakukan hal yang sama. Itulah kehidupan, dan menjalankan kehidupan adalah hak asasi yang mendasar bagi manusia.
Ketika kita menjalankan kegiatan dalam kehidupan kita, mungkin secara tidak sadar kita juga banyak melakukan pelanggaran terhadap asasi orang lain. Hal yang paling sederhana yang ingin saya jadikan contoh adalah asasi seseorang untuk menggunakan jalan, mungkin sering kita langgar dengan berlalu lintas sesuka hati kita seolah hanya kita satu-satunya orang yang buru-buru di dunia ini. Mungkin secara tidak sadar, ketika kita memotong antrian orang lain, kita sudah melanggar asasinya, dan dia tidak berkenan, entah apa yang dia sumpahkan kepada kita, who knows? Mungkin secara tidak sadar kita melakukan manuver kendaraan yang membuat seseorang kehilangan kehidupannya? wallahualam…
Sebelum kita menuntut tanggung jawab atas pelanggaran yang lebih besar, bagaimana kalau kita juga berhenti melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil terhadap asasi orang lain? kan katanya kecil-kecil jika ditumpuk bisa jadi bukit.. yuk?
ย Go up close to your friend, but do not go over to him! We should also respect the enemy in our friend.
-Friedrich Nietzsche
I don’t know what I want to state in this post. Been through harsh time recently and just couldn’t findย the perfect words to describe what i’ve been through in my hearts. I just thought that I had to write something just to keep my sanity intact.
Sangat sulit memang kalo kita merasa bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan, when we trully love someone and turns out that this person didn’t feel the same way as we feel. That is a heartbreaking feeling, in and out. Perasaan bertepuk sebelah tangan tidak selamanya hanya dalam masalah percintaan, bisa juga ketika orang tua mencintai anaknya yang malah membencinya and vice versa, moreover it could happen in a Friendship.
Menjalin sebuah hubungan melibatkan banyak hal yang sangat kompleks seperti berbagai macam perasaan, komitmen dan pastinya kepentingan. Seseorang menjalin hubungan karena ada kepentingan yang ingin dia penuhi, ada kebutuhan yang ingin dia puaskan, ada dorongan yang ingin dia lepaskan, tepi kemudian hubungan itu berlandas hanya sebuah dorongan sebelah pihak atau adanya balasan dari pihak yang lain, itu tergantung manusia yang terlibat di dalamnya.
Saya pernah merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan sebelumnya. Hurt, indeed but not as hurt as this wound. Luka kali ini karena perasaan yang bertepuk sebelah tangan sangat menyakitkan, mungkin karena saya sangat percaya pada hubungan ini sehingga sayaย mengikatkan terlalu banyak harapan di sana. Harapan yang melambung kata orang membuat lebih sakit ketika jatuh, dan benar saja, saya hanya bisa memasang tampang baik-baik saja sementara dalam hati yah.. hanya saya yang tahu betapa perihnya.
Mungkin ini hanya perasaan saya yang menjadi sangat sensitif, but I feel humiliated by this broken relationship. So humiliated that I could even think that I just someone who has no value in other’s heart, they just come to me when they need me, nothing else, nothing more. I feel so broken inside.
For you, Thank you for teaching me that I could trust no people.
For you, Thank you for not care about me as much as I care about you, but I do still care about you, coz I know that one day you’ll realize that you need other people and one day you’ll admit that you’ve treated people so bad before because you just feel so arrogant that you think you will never need the other. One day, for sure, you’ll understand how much you’ve hurt me.
Thank you.
or should I make an apology to you?
saya rasa bisa saja saya lah yang salah dalam segala hal sehingga anda tidak bisa membalas perasaan saya, mungkin saya sudah terlalu lancang mencampuri banyak urusan anda, saya sudah terlalu sering membuat anda merasa terganggu, atau mungkin apa yang menurut saya perhatian ternyata adalah hal yang anda benci, tidak anda butuhkan? atau memang saya saja yang salah dengan menjadi saya. Atau saya sudah melanggar apa yang dikatakan Nietzsche?
I’m sorry, please accept my apology
I don’t know what is happening here if you keep shutting your mind. I could pretend that anything is just alright between us, I could lie to other people, but could I lie to my self? I don’t know what I need to do if you don’t tell me.
i wanted to write something nice for you, but I think I’ve lose my ability to write poetry these days. Many things have happened to me, Mom. Many things.
People said that if you need to be calm down, come to your mommy and you’ll feel safe.
I wanted to tell you stories, about my happiness, my sadness, my dreams, my broken heart, my obsession, my twisted mind, my bizarre points of views. I wanted to tell you everything about my life. everything.
People said that your mommy will appreciate your story, even if your story isn’t worth to hear after all.
I wanted to show you how much I love you, how much your love means to me, how much my fear for losing you, how much I need your support, or just how much I miss you.
People said that you need to acknowledge your parents how much you love them before it’s too late to tell them.
Do you remember how I appreciate your cooking, How I love weekend when you made something for us just to make us wanted to be at home all the time?
Do you remember how excited we were when we watched daddy played Tennis, how we yell, dance and eat after that?
Do you remember how worried we are when we hear that my sister fall from the stair?
Do you remember how i sneaked to your bed late at night when i couldn’t sleep because of the stomachache and you need to rub my back all night just to calm me?
I do remember those, Mom. I will always remember those memories for those are the only things I could done when I really want to hug you.
I Miss You and I love You.
Happy birthday, Mom. even you’ve stopped aging since 2003.
So.. back to Woody woodpecker adventure in Yogyakarta, many stories left to tell..
Salah seorang petualang bernama DekLys, beliau baru pertama kali berpetualang bersama 2 orang petualang yang lain (yang berdua sudah sering pergi bersama). Seperti para anggota baru lainnya, she became a perfect victim to be trolled. lol
Berawal dari ketidaksengajaan, I was just taking picture in This Gambir Station and when I was capturing DekLys, the pic I took lead us to assume that dekLys has found her “Jodoh” dan timbullah ide bahwa perjalanan kali ini adalah perjalanan dekLys menemukan “jodohkuuu” *sing an Anang hermansyah Song*
Disclaimer :
Kami tidak mengenal para pria di Foto, mereka hanya pria kurang beruntung yang tak sengaja berada di dekat kami. ๐
have fun seeing the photos!
the first one..
The first one is at Gambir Station, we know nothing about that man, just passsing by.. ๐
the second..
This one is a phenomenon, dia tidur dari kereta belum berangkat sampai kereta berhenti di Yogyakarta, cuma bangun ketika ada barang jatuh dan menyingkap rahasia dibalik selimutnya.. hmm *misterius*
please don’t look at DekLys lips,, please.. :p it’s too sexy to be true
We know this man,, it’s the most heartbreaking moment for DekLys to be apart from him, to say a farewell.. hehee
too bad dekLys could only found 3 "jodoh" in this jorney.. *sigh*