I’m 24 now

Here come the 29th of September…
It’s my birthday!

This year birthday is quite different for me. I am a sucker for surprise, celebration and gifts. I usually have a kind of “anticipation” feeling upon my birthday. I could feel the happy feeling long before the birthday date, but this year, I’ve missed the all birthday musing feelings.. I didn’t feel very exciting like I used to feel. I even almost forget it if many people around me didn’t keep reminding me about my upcoming birthday..

I don’t know why, is it a part of growing up? That i’ve become a somebody that I don’t know?
Anyway…
My birthday is almost over, i didn’t get the birthday cake this year. And somehow I’m not upset because of it (birthday cake is one thing that I used to really want for my birthday, plus the presents also). But i still get the gifts and i love it!!!

Instead of getting the surprise like usual, i’ve spent the day hanging around with my father, boyfie, and sister. Eat much, shopping and watching movies at home. For one of my best friends is getting a minor surgery, i’m not so into celebration this year…

With or without the celebration and the sacred feeling about my birthday, i still feel very blessed..
I want to thank all of you,,
Thanks for being my family, thanks for being my boyfriend, thanks for being my great friends, thanks for being someone i ever meet!
Thank you, all of you, for making me feel blessed..
πŸ™‚

It’s nearly the end of my 29th September
..Happy birthday for me…

 

UPDATE!! #penting lol

I’ve got the Cake, in 30th September

From August to September

..wake me up, when September ends..

(Greenday)

Okay, fakta bahwa terakhir kali saya menulis di sini di Hari HUT RI yang jelas itu lebih dari satu bulan yang lalu serta kenyataan bahwa sudah ada 8 spam yang masuk ke Akismet, sejujurnya membuat saya merasa bersalah. Banyak hal yang seharusnya dan ingin saya ceritakan dalam rentang waktu antara entry terakhir itu dengan hari ini akhirnya tengggelam begitu saja dalam aksara yang tak terungkap secara tertulis. My bad.. yes, really bad.

Setelah hari terakhir masuk kantor yang hanya upacara itu, sorenya saya langsung menyongsong hari kebebasan (nggak sampe seminggu, hiks) dan berjumpa dengan malaikat kecil bernama Zhafirah Khalifa Laiqa (panggil dia Zazha) yang sangat pantas untuk dirindukan. Perkembangannya sangat pesat yang membuat saya malas balik ke Jakarta lagi, hehe.

Sebagai kaum urban yang sangat menjiwai kebudayan indigenous indonesia, maka saya juga sangat menjiwai setiap “budaya mudik” yang saya lakukan. Tiap tahun saya pasti mudik dan saya punya tema yang berbeda-beda, tidak direncanakan memang, tapi sepertinya sudah di gariskan. Tema mudik saya tahun ini sudah tentu adalah bermain bersama Zazha (literally bermain ya, males ngasuhnya jadi cuma pengen mainnya aja, haha).

Selain bermain bersama Zazha, saya juga menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan teman-teman seperjuangan jaman SMA dulu, and surprisingly, ternyata mereka cukup ngangenin loh.. haha seru! saya memang selalu menikmati moment yang saya habiskan dengan sahabat-sahabat dari masa sekolah dulu, ketika persahabatan masih murni karena saling menyayangi, bukan penuh intrik seperti saat-saat kita makin dewasa. Miss you guys!

Setelah agak terlena dengan libur yang sangat singkat itu, kembali menjalani dunia nyata di jakarta yang kejam ini terasa sangat berat di awal, rasa malas sepertinya sudah mendarah daging, sampai bulan September tiba dan saya mulai memasuki dunia baru, kembali ke iklim akademis dan bertemu dengan teman-teman baru yang masing-masing saya kagumi, dan membuat saya beruntung bisa mengenal mereka. Walaupun masih dalam waktu yang singkat dan belum saling mengenal lebih jauh, tapi kesan pertama yang merupakan hal terpenting dalam memulai suatu hubungan sudah saya buat agar image mereka yang tertangkap oleh otak saya adalah image positif sehingga akan lebih mudah bagi saya membangun kenyamanan saat bersama mereka. Go KLD 19! πŸ˜€

living a double life is really hard but since this is my own choice then I have to get through it, it is my responsibility to prove to my self that I can do it, I definitely can do it! *mensugesti diri sendiri*

Dihinggapi gejala typhus untuk kedua kalinya membuat bulan September ini menjadi semakin berat untuk di jalani. Ah.. September memang selalu menjadi bulan yang mengesankan..

24 September yang lalu, saya tidak meneruskan tradisi menulis kerinduan untuk Mama, another apology to make for my self. Kesibukan dan kesulitan untuk mengimbangi lajunya dunia baru saya membuat saya terlupa untuk menuliskan kerinduan saya kepada Mama, tapi tanpa saya tuliskan pun sebenarnya rindu itu abadi, selalu ada dan masih hangat dalam dada dan pikiran saya. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk mama, karena mama adalah mama yang terbaik, for me.. πŸ™‚ Love and miss you always mom!

And now, September is going to end… for this once, I can say that I feel like i’ve been sleeping and awaken up when september is nearly finish.. πŸ™‚

..wake me up, on September 29th.. (darkjasm)

my Journey with @ciciadja

Sri Hidayati, S.Psi

Pertama bertemu sepertinya ketika jadi murid baru di SMAN 8 Pekanbaru, tapi kita tak pernah saling menyapa, mungkin terkadang saling bertukar senyum saat tak sengaja berselisih jalan, tapi seingatku tak pernah kita saling bertukar kata, nama pun mungkin kita tak saling kenal. Takdir ternyata menyuratkan kita untuk jadi teman sekelas, mulai saling menyapa, bertukar canda, menghabiskan jam pelajaran bersama, tapi tetap tak pernah begitu akrab, tak pernah punya momen berdua, hingga kita (dipersatukan takdir lagi) bersama-sama diterima di Fakultas Psikologi UGM.

Since then, we almost done everything together.. we share room, even bed in our first year of university. Kita punya DPA yang sama, yang berarti hampir semua kelas kita sama (di awal-awal kuliah tentu saja, karena pada akhirnya kita juga punya selera yang berbeda dalam mengambil mata kuliah). Kita mulai berbagi canda dan air mata, bertukar cerita yang membuat kita sadar, bahkan kisah hidup kita pun hampir sama, kita selalu bisa berbagi kerinduan kita kepada Ibunda yang telah tiada. sungguh luar biasa, punya sahabat baru yang sangat mengerti duka berpisah dari mama..

Bersahabat dengan seorang Cici benar-benar membuat aku merasa mudah melalui masa-masa awal kuliah, dimana seorang Cici pasti selalu hadir dengan keriangannya dan selalu berusaha menyembunyikan kerapuhannya, selalu membawa tawa dalam segala suasana, mungkin air mata bagi Cici layaknya aurat yang harus selalu ditutupi.

Ingatkah? ketika kita sama-sama menangis di Taksi setelah briefing Psikologi Rumah Kita? Ketika kita liburan tanpa rencana ke Tawang Mangu? Ketika kita ke happy puppy sampai tutup? Ketika bangun lebih dulu dari ayam demi motoran ke Pantai Sundak dan sekitarnya? Ketika kita bermain bersama anak korban banjir di Ngawi? Ketika kita berjuang menjadi Pandega di UKM Pramuka UGM? Ketika kita jatuh cinta teramat sangat namun tak terbalaskan? Ketika Mall Ambarrukmo belum mencuri perhatian kita dari Malioboro? Ketika Parsley jadi salah satu tempat bengong terbaik kita? Ketika akhirnya kita sama-sama diterima kerja di tempat yang berbeda dan menyadari kita mungkin tak akan pernah memiliki kisah hidup bersama lagi?

Persahabatan kita tentu saja tidak lepas dari percikan rasa kesal dan rasa permusuhan, yang alhamdulillah hanya untuk sementara. Kini pun kita sudah jarang sekali bersua, kita sudah memasuki dunia yang berbeda, namun kita tahu bahwa kita akan selalu ada untuk satu sama lain. Rindu ini selalu menuntut untuk dipuaskan, tapi aku cukup tau diri untuk tidak memaksakan, apalagi sekarang ada kehidupan yang sedang tumbuh dalam rahim Cici.

I love you Nequ, always be, always will..

Happy Birthday!

-Bubun-

Selamat #HariPramuka

Tadi siang saya dicolek oleh mbak @alfanonie untuk berbagi mengenai pengalaman menjadi pramuka dengan hestek HariPramuka yang sebenarnya memang akan saya lakukan tanpa dicolek sekalipun, karena, semua orang tahu bahwa 14 Agustus adalah Hari Pramuka! yey!

Pramuka? kuno amat sih? ya nggak juga koq.. Pramuka selalu berkembang sesuai dengan zaman. and yes! I am a Scout and I’m proud of it, even sekarang saya sudah tidak aktif lagi, saya tetap seorang Pramuka! (maaf, agak maksa.. haha)

Pengalaman selama menjadi Pramuka? hm.. saya saja bingung harus menceritakan yang mana, karena pengalaman berkesan saya ketika bergabung dengan kepramukaan cukup banyak. Many of my “first experience” happened because of Pramuka. Pertama jauh dari orang tua untuk waktu yang cukup lama, pertama liburan tanpa orang tua, pertama belajar mandiri, pertama belajar untuk berbagi (barang maupun keahlian), pertama keluar negeri, pertama kali mendaki gunung (mungkin itu juga jadi yang terakhir yak? πŸ˜€ bener gak @jeliria?), pertama kali muak dengan kotornya dunia politik, pertama benci-bencian, pertama suka-sukaan, pertama kotor-kotoran, pertama gaya-gayaan, bahkan pertama pacaran juga karena ikut Pramuka #eaaa.

Jadi, pengalaman mana yang mau saya bagi? makin bingung deh jadinya, yang jelas banyak hal berharga yang saya dapatkan selama saya bergabung dengan pramuka. Saya mungkin memang bukan tipe anggota pramuka yang ambisius untuk menjadi “sesuatu” di Organisasi Kepramukaan, saya hanya menjalani hal yang saya suka, yaitu berteman.. Inilah yang membawa saya menemukan sahabat saya yang bertahan lama dan semoga selamanya. Namun, ketidakambiusan saya ini tampaknya malah membawa saya menjalani banyak pengalaman yang sangat berharga di Pramuka, bisa ikut Lomba Tingkat Nasional mewakili Provinsi Riau, bisa ikut Jambore Nasional, bisa jadi Pramuka Garuda, bisa merasakan (walaupun sebentar) jadi Anggota DKC Kota Pekanbaru, bisa camping kemana-mana, bisa ikut Raimuna Daerah DIY, bisa ikut macam-macam kompetisi kepramukaan, bisa ketemu anggota Pramuka se-Indonesia, bahkan pernah juga bertemu Scout member dari negara lain, dan yang gak pernah saya bayangkan bisa terwujud, saya bisa jadi Pandega dan merasakan duduk di Pimpinan Dewan Racana Racana Tribhuwanatunggadewi Pangkalan UGM (yang terkenal sangat ketat itu loh seleksi alamnya *nggaya dikit*). πŸ˜†

I’ve changed so much through this whole Scouting experience, in many positive ways. so i highly recommend this activity for youngsters, really, it is useful, very useful indeed. It trains you how to love your self, your family, your nation and how to get through this life safely. It is a journey to success!

I’m a Scout and I’m proud of it!

bersama para cenayang dan launching @psycheugm05

courtesy of Windut deh ini kayaknya

Sabtu, 11 Agustus 2012 yang lalu, bertempat di Urban Kitchen – Pacific Place, akhirnya saya bisa ikut ngumpul bersama para sejawat alumni Psikologi UGM angkatan 2005, setelah beberapa kali acara saya absen, maap ya teman-teman.. hehehe

Kumpul kali ini tentu saja dalam rangka buka bersama karena bertepatan dengan Ramadhan dan sepertinya itu adalah momen yang paling pas buat ngumpul.. This event was organized very well by Windut dan Rima, thank you dear.. dan dihadiri oleh lumayan banyak para sejawat yang cukup lama tak berjumpa..

Host #1 -Rima-
Host #2 -Windut-

Acara ini diisi dengan sharing dan saling bertukar kabar dan secara tidak terlalu terselubung berubah menjadi acara penjodohan.. *ehm* dan Ternyata teman-teman sedang menuju kesuksesan impian masing-masing.. so happy for you all.. πŸ™‚

Hasil dari pertemuan ini akhirnya untuk memudahkan silaturahmi, akan dibuat Milist oleh ibu emeldah yang sedang berjuang menjadi psikolog klinis dan akun twitter @pyscheugm05 oleh ibu Kanes yang sedang jadi buronan kampus supaya segera menjadi psikolog IO.. hehee

Sang Calon Psikolog klinis yang mau jadi admin milist

turns out that Mak Mimin @psycheugm05 ini hebring abisssss.. lol

saya bersama Mak Mimin @psycheugm05

p.s ini Line up pesertanya (in no particular order) : Rima, Windut, Tiefa, Asti, Kanes, Zesta, Rindang dan sang kekasih hati, Adhika + Nyonya, Dhanika, Emeld (yang jauh-jauh dari Yogya), Cindy (yang datang khusus dari Cirebon), Radit, Thalut (menghimpun doa biar bisa dipindah ke Yogya, bersatu dengan suami tercinta), Angga, Prie, Nanda, Sami, Adit Lis, Adit Joned, Edlyn dan Dewi… semoga pertemuan selanjutnya bisa lebih meriah dan lebih ramai yaaaa..

all star line up

i’m so in love with you guys!

*maaf saya lagi gak mood moto-moto, jadinya gambar yang diambil random banged,, nikmatin aja yah yang berikut ini.. hehehe

freaked out with @mmphee and @dadi182

I would die everyday, waiting for you…

- Thousand years, Christina Perri and David Hodges

Many people say that we won’t treasure something so much if we never feel how pain is to lose them. Losing is pain, yes, and i’ve befriended pain for so long time, but this time, I won’t write about pain, i’ll write about joy and happiness.

For many people, Ramadhan is one precious gift from Allah for humankind, and Ramadhan always has its own charm for me. One of the many things that Ramadhan could give us is chance to share something, not because you can’t share in the other 11 months, but Ramadhan always makes it easier to happen.

Sharing togetherness with my friend is my own precious remedy, especially after all the “higher education drama”, meet up with my friends can somehow cure the pain.

I always love being around my high school classmates, I don’t know why but I feel so relax when i’m with them… (back in school, I used to be their little sister because of my age and I also has unique name for some of them whom really close to me!)

Ramadhan this year bring me back to them, closer.. Last night, I meet two of them, and I suddenly realize how much I miss them, how much i miss my old classmate! This feeling is somehow warming my heart, so instead of feeling pain after losing something, I learn that we also can feel how we miss something if the “thing” is coming back to you.. and yes, I feel like I would die everyday, waiting for you.. πŸ™‚

Thanks for great night last night a’ @dadi182 and Kav @mmphee, you both rock my Ramadhan this year!

..please enjoy our freak reunion..

location: Grand Indonesia (dinner @ Blacksteer)

Starring : Fitrisia (@mmphee) a.k.a Kakav from Kakavivi

Kakav is in the left..

She is really smart academically, but unfortunately she is a kind of “slow loading” person that we used to make fun of… (she will laugh at something funny in class after we finish laughing at it! and oh yes, she had a twin in this unique situation, name Rinda Airin). Graduate form Electricity Engineering of Bandung Institute of Technology makes her really loves Bandung and no wonder that she spend most of her holiday in Bandung (she get 2 days holiday after 3 days at work, how lucky!)

also starring “the star of this reunion” : Dadi Agung Putra (@dadi182) a.k.a a’Bandel

This gentleman is also smart and after 1 year not seeing each other, I realize that nothing has changed in his appearance, just as handsome as usual. He has biggest obsession for Blink 182 till now that make him always add 182 in almost all of his nicks! last night reunion revealed that he is now truly “Anak Gaul Jakarta”, hahaha, I guess it’s because he is graduated from Industrial Engineering of University of Indonesia.

and here are the freakompilations

Ciao!

-TheDarkJasmine-

cry me a river…

it’s been a while, blog.. it’s been a while.. and in this not so short break time i have made one big decision for my life. Yes! i decided to go back to college life and pursue one of my many dreams… become a Psychologist.

Okay, it’s not an easy decision to make, tho. I’ve already work for this one very strict company with many rules and so controlling, it even controls its employee’s personal life, and of course they had a regulation for person who wants to continue their study. With my biggest gut, i take a chance to enroll in one of the finest Psychologist-to-be program in town,Β  and thank God, i’ve got accepted..

I am currently waiting a reply from my big boss whether they let me to continue my education or not. I really wish that I could, since this is why I choose psychology as my major for my bach.

Some people said that God always arrange something that suit your life, God will never give you something you can’t handle, and this time, I pray that God really make this Psychologist path as my destiny.. I pray.. I wait and I pray..

Maybe..just maybe, some of my few readers wonders why can’t I just quit from my current job to pursue my dream, since i’ve got accepted already and people know that psychologist is one of the high-demand career nowadays. I will give you a reason.. which is… yes,the fine is too high if i resign.

-/.-/-/.-

Those passages above was made on a week ago, just before I ‘ve got called by my boss who then told me that I couldn’t get the permission, since my master program will take my work hour for about 2 years and they couldn’t find the right excuse for me to leave work for such a long period even I’ve explain to them that the time wouldn’t take whole day in a whole week, it could be only for several hours a day that I could come to office after class. I’ve failed to convince them.. and they failed me also..
Have you ever feel so angry, blog? So angry that you couldn’t scream, couldn’t yell, couldn’t do anything to express your anger but can only cry? cry a river, silently, with your own company, alone, in the dark? yes.. that was what I feel back then.. I felt angry, very upset, and hopeless, till I realized that my world wouldn’t end just because i couldn’t get their permission.
I had to make decision.. a big one and the most selfish decision i’ve ever made. With massive tears flowing from my eyes, I’ve choose to keep pursuing my dream, with all the consequences it will take.
I could lose may things in progress, but like many quotes have told us, whoever or whichever stay with us during the progress with their support when we find obstacles and their warm hugs when we finally in the successful track, they are worth to called your precious gifts.

Bismillah..

Salahkah?

Meski bukan pacarmu aku cinta kamu
Hatiku hanya untukmu kaulah cintaku
Salahkah bila ku cemburu saat kau dengannya
Salahkah bila aku mau jadi pacarmu

Seorang teman memutar lagu Tompi ini di perjalanan tadi, a very thoughtful choice, at least for me..
Cinta?
Mendua?
Mencintai dia yang sudah berdua?
Salahkah?
Who am I to judge?