dear government of Indonesia,,

for this once, I stand along with u,, will u stand up? entah bagaimana, tapi aku setuju dengan kebijakan penaikan bea impor film! bukan, bukan karena aku gak suka nonton film hollywood, watching movie or go to the movie theater are my kind of therapy! bukan, bukan juga karena belakangan ini aku udah jarang keContinue reading “dear government of Indonesia,,”

ketika optimisme menemui ruang hampa

Kesabaran! itulah sebenarnya yang hilang dari masyarakat di Negara ku ini,, Kenapa ada korupsi? karena ada orang yang tidak sabar menunggu urusannya selesai sehingga merasa perlu untuk mempercepatnya dengan uang, itulah aku rasa awal dari budaya yang mendarah daging ini,, Kenapa jalanan macet sekali? karena banyak pengendara yang tidak sabar menunggu gilirannya untuk berjalan sehinggaContinue reading “ketika optimisme menemui ruang hampa”

in a relationship

tak mudah kita mencapai tujuan, sayang,, tak penting kita sampai tujuan atau tidak,, yang penting proses kita menujunya, sayang,,   ada rintangan yang harus kita lalui,, ada kerikil kecil yang akan menguji kita,, terkadang kita akan mengahadapinya bersama sambil berpegangan tangan, sayang,, tapi ada kalanya kau yang menjadi penuntunku,, atau bisa saja aku yang menuntunContinue reading “in a relationship”

bangsat!

“wah, apa kabar lu Njing?” “gila lu nge’! udah sukses aja lu sekarang ya” “eh Nyet, lama banged lu gue tunggu-tunggu nggak datang-datang, gue kepret juga lu boy!” “emang setan tu orang ya, gua sumpahin mandul tujuh turunan dah!” “heh kunyuk, anjing, jadi juga lu keterima disana ya, selamat ya! bangsat, keren juga lu!” honestlyContinue reading “bangsat!”

Fainting Game

udah lama pengen post tentang ini tapi gagal terus,, hmm,, beberapa minggu yang lalu saya baca artikel tentang meninggalnya anak di Amerika akibat bermain “fainting game” (belum berhasil menemukan istilah Indonesia.. kalo diartikan secara harfiah sih maksudnya permainan pingsan-pingsanan). Fainting Game atau biasa juga disebut Choking Game atau pass-out game, space monkey, scarf game, spaceContinue reading “Fainting Game”

prosa pekerja

dingin ini menusuk tulangku,, hadirkan sekelebat lelah yang menggantung,, terpaksa memaksakan mata membuka,, demi sejengkal rezeki yang dapat dikais hari ini,, telah lama aku merindukan pagi seperti dulu,, dimana aku masih bisa menyapa matahari dengan senyum,, melambai kepada embun,, dan melangkah pelan menyusuri rerumputan,, kini tak mungkin aku bisa kembali menelaah pagi,, beban dipundak iniContinue reading “prosa pekerja”