Membicarakan Kepribadian Sehat

Dua minggu ini, pembahasan di kelas Pengantar Psikologi saya bersama para mahasiswa yang ganteng dan cantik, adalah mengenai Kepribadian yang sehat. Mereka bukanlah mahasiswa dengan kekhususan Psikologi, mata kuliah ini hanya sebagai penunjang karier mereka nanti, jadi saya lebih senang memberikan materi yang aplikatif bagi mereka, bisa mereka laksanakan dalam kehidupan mereka sehari-hari dan dalam tugas mereka nanti, walaupun tujuan saya sebenarnya sangat sederhana, semoga dengan belajar psikologi mereka jadi lebih mengenal diri mereka sehingga mereka bisa menggali potensi mereka dan berhasil di dunia abu-abu mereka nanti.

Kepribadian yang sehat menurut saya adalah kepribadian yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan dirinya, tuntunan masyarakat dan keadaan lingkungannya. Adaptasi disini bukan lah secara harfiah seperti adaptasi dalam biologi, meskipun dalam proses ini kita tetap harus melakukan adaptasi secara biologis. Adaptasi yang harus dijalani oleh individu dalam kehidupan sehari-harinya sangatlah kompleks, entah itu adaptasi emosi, adaptasi tingkah laku, adaptasi pola pikir ataupun adaptasi psikis lainnya, dan kehidupan itu adalah pola-pola adaptasi yang menuntut kita untuk terus berubah agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan.

Ada banyak ahli yang mengajukan teori mengenai kepribadian, bagaimana kita memahami kepribadian seseorang, bagaimana kepribadian itu berkembang, apa struktur dari kepribadian itu dan apa ciri-ciri kepribadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini saya memfokuskan kelas untuk membahas kepribadian yang sehat berdasarkan ahli-ahli dalam buku Psikologi Pertumbuhan Diane Schultz dengan tujuan agar para mahasiswa ini beli buku dan membaca buku tersebut karena saya mendapat bisik-bisik kalo mahasiswa di sini sangat jarang membeli buku apalagi membaca buku dan ternyata setelah saya mengumumkan tugas ini, mereka bahkan terbukti sebagian besar sangat jarang ke toko buku… #miris

Dalam buku Schultze ini, beliau mengulas mengenai beberapa model kepribadian yang sehat menurut beberapa ahli, yaitu Orang yang matang menurut Allport, Orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers, Orang yang produktif menurut Fromm, Orang yang mengaktualisasikan diri menurut Maslow, Orang yang terindividuasi menurut Jung, Orang yang mengatasi diri menurut Frankl, dan Orang yang di sini dan Kini menurut Perls. Saya membagi kelas menjadi 7 kelompok agar masing-masing kelompok mempresentasikan satu teori. Presentasi menjadi sangat menarik karena adanya benturan antara masing-masing teori tersebut sehingga kelas jadi lebih hidup dan tugas saya jadi lebih ringan karena akhirnya mereka bisa menemukan sendiri pemahaman atau “insight” yang benar dari pertentangan-pertentangan yang awalnya mereka buat sendiri. 😀

Berikut akan saya paparkan penjelasan Schultze mengenai teori-teori tersebut :

Orang yang matang menurut Allport adalah orang yang memiliki intensi-intensi kepada masa depan, fokus pada kesadaran, tidak tenggelam pada masa lalu, berorientasi pada masa kini dan masa depan, cenderung meningkatkan tegangan diri untuk terus mencapai yang lebih, memiliki persepsi yang obyektif dan sadar jika ada tanggung jawab kepada orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri.

Orang yang berfungsi sepenuhnya menurut Rogers  adalah orang yang memiliki dorongan untuk terus mengaktualisasikan dirinya sehingga akan terus meningkatkan tegangan dalam dirinya sebagai respon agar terus mengembangkan diri, fokus pada kesadaran, tidak tenggelam dalam kejadian masa lalu atau obsesi masa depan namun sangat berorientasi pada “saat ini” dan memiliki persepsi yang subyektif, namun Roger tidak menjelaskan mengenai tanggung jawab kepada orang lain. Dalam teori Rogers juga ada yang disebut dengan unconditional positive regards dan client-centered therapy. Unconditional Positive Regards menjadi syarat utama kepribadian yang sehat menurut Rogers, dimana hal ini memberikan seseorang perasaan bahwa ia adalah orang yang berharga dalam semua hal dan juga bisa menghargai orang lain. Konsep Client-centered therapy milik Rogers memberikan fokus kepada “Klien” untuk perlahan mengubah kepribadian mereka, bahwa mereka lah yang bisa membantu dirinya, sehingga tidak ada ketergantungan pada therapistnya.

Orang yang produktif menurut Fromm adalah orang yang menjadikan produktivitas sebagai pendorong diri utamanya dan juga fokus kepada kesadaran meskipun juga menekankan pada pengalaman masa lalu yang berpengaruh pada hal-hal masa kininya. Orang yang produktif ini memahami tanggung jawabnya kepada orang lain dan memiliki persepsi yang obyektif. Teori ini tidak menjelaskan apakah peningkatan atau penurunan tegangan yang menjadi dorongan utama seseorang mengambil sikap tertentu.

Orang yang mengaktualisasikan dirinya menurut Maslow adalah orang yang sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dan menengahnya sehingga ia bisa mulai mengambil tingkah laku yang menggambarkan bahwa ia menuju tahap pengaktualisasian dirinya. Teori ini sangat terkenal, terutama dengan Hierarki kebutuhan milik Maslow sehingga ketika sampai pada diskusi mengenai kepribadian yang sehat menurut Maslow, ada sedikit perdebatan yang muncul karena konsep “aktualisasi diri” yang sangat terkenal dan terkadang penggunaannya pun salah. Orang teraktualisasi menurut teori ini mempunyai fokus pada kesadarannya dan tidak menekankan pada pengalaman masa lalunya karena yang terpenting adalah masa kini. Orang yang teraktualisasi selalu cenderung untuk meningkatkan tegangan dalam diri mereka dan menganggap peranan dan tujuan dari pekerjaan mereka itu sangat penting. Persepsi mereka bersifat obyektif dan mereka juga memahami bahwa mereka juga harus bertanggung jawab atas sikap mereka sebagai bagian dari tanggung jawab mereka kepada orang lain.

Orang yang terindividuasi menurut Jung memilki dorongan untuk merealisasikan dirinya namun tidak dijelaskan bahwa ia cenderung untuk menurunkan atau meningkatkan ketegangan dalam dirinya. Teori ini memfokuskan pada alam bawah sadar dan kesadaran secara seimbang, tidak seperti psikoanalisa milik Freud yang sangat fokus pada alam bawah sadar. Teori ini mengenal alam bawah sadar kolektif yang menjadi dasar kepribadian individu dan mengatur seluruh tingkah laku sekarang sehingga menjadi hal yang paling berpengaruh dalam kepribadian. Masa lalu dan masa depan dianggap sama berpengaruhny dalam menentukan tingkah laku masa kini. Namun sayang teori ini tidak menjelaskan mengenai tegangan diri dan peranan dari pekerjaan, tujuan bagi individu dan tanggung jawab pada orang lain.

Orang yang mengatasi diri menurut Frankl mempunyai dorongan untuk memberi arti pada hidupnya dan fokus pada kesadaran dan lebih memberikan tekanan pada masa lampau dan masa depan dibanding pada masa lalu. Orang dengan kepribadian sehat menurut teori ini cenderung untuk mencari cara agar dapat meningkatkan tekanan dalam dirinya dan peranan pekerjaan dan tujuan-tujuannya menjadi memiliki peran yang penting dalam perkembangan kepribadian. Tanggung jawab juga diperlukan dalam hal ini walaupun tidak dijelaskan sifat persepsinya.

Orang yang di sini dan kini menurut Perls adalah orang yang fokus pada kesadaran dan tidak menganggap masa lalu dan masa depan sebagai hal yang begitu penting dalam menentukan tingkah laku di masa kini. Peranan  pekerjaan dan tujuan tidak ada namun sifat persepsinya obyektif. Teori ini sangat terkenal pada saat Perls masih hidup karena dia adalah contoh nyata orang dengan kepribadian di sini dan kini, namun setelah Perls meninggal tidak ada yang dianggap dapat menjadi pemimpin teori ini lagi. Hal yang sangat kontroversial dari teori ini adalah bagaimana Perls mengajarkan bahwa orang dengan kepribadian sehat cenderung menjadi tidak mengindahkan orang lain, karena yang diajarkan adalah urusanku adalah urusan ku dan urusan mu adalah urusan mu.

Sangat menarik jika kita membicarakan mengenai ciri-ciri kepribadian yang sehat. Menurut saya, ciri-ciri ini tetap harus disesuaikan dengan budaya di sekitar individu sehingga harus ada adaptasi kembali. Inilah yang juga menjadi perbincangan ketika diskusi, “apakah hal ini bisa kita jadikan standar di Indonesia?”

I am Shining!!

Another after class conversation.

I met my last year student that exactly the same person who’ve said it to me..

 

T : Wah mbak.. kayaknya tambah shining aja..

Me : *belajar dari pengalaman, perasaan mulai gak enak* tambah apa??

T : Shining mbaak.. tambah bersinar…

Me : Tambah bersinar apa tambah besar?? *sensi*

T : Beneran mbak.. tambah bersinar..

Me : *mulai lega* Hm.. aseekkk.. hahaha

T : Kayaknya saya bentar lagi mau dapat undangan nih.. hehe kapan mbak?

Me : *siyok* taun depan ya… *jawab aja suka-suka*

 

gotta be very careful around this one!

-_-a

Kamu pilih makhluk yang mana??

Alkisah.. ada tiga dara jelita yang berencana menghabiskan malam bersama di kamar kost salah satu dari mereka yang paling dekat dengan kantor. Tiga dara tersebut seperti dara-dara lainnya tidak mungkin langsung tidur, pasti ada ritual gosip sebelum tidur, maklum… wanita ya djeung…

Entah siapa yang memulai, untungnya mereka tidak menggosipkan orang lain, tapi mereka malah menggosipkan makhluk dunia lain. Masing-masing bergantian menceritakan kisah horor yang pernah mereka alami atau pun yang pernah mereka dengar terjadi pada orang-orang terdekat mereka. Ternyata cerita itu sangat banyak dan ternyata tiga dara itu bisa disebut sebagai orang yang malang melintang di dunia perhororan.

Ada yang menceritakan bagaimana eyangnya berkelahi dengan api merah yang terbang masuk ke rumah mereka, ada yang menceritakan bahwa pagi hari setelah neneknya meninggal ada jejak harimau yang mengarah pergi dari teras rumahnya karena ibunya memilih untuk tidak meneruskan ilmu sang nenek, bahkan ada yang bercerita bahwa ia sering bermimpi bertemu dengan keluarganya yang sudah meninggal dan bisa berkomunikasi dengan mereka melalui mimpi tersebut.

Banyak ragam kehororan yang dibagi oleh tiga dara pada malam itu, hingga salah seorang dara sampai pada bagian akan menceritakan pengalaman dia ketika magang di daerah Pontianak, ia bercerita bagaimana perang ilmu yang terjadi disana dan pengalaman langsung teman satu kostnya. Mendadak ada suara wanita yang berteriak menyeramkan, dua dara terdiam, karena mengira itu suara sms dara yang ketiga, ternyata suara itu berasal dari musik yang dari tadi diputar dara ketiga melalui ipodnya. Ketiga dara mendadak pucat karena sang dara ketiga tidak merasa pernah memasukkan lagu tersebut, dengan sigap ia matikan ipodnya dan menghapus lagu itu dari playlistnya yang ternyata berjudul “Andai Aku Gayus Tambunan.” hm….

Tampak belum jera, mereka lanjut bercerita mengenai kisah-kisah seram yang mereka alami. Lagi-lagi ditengah keasyikan mereka bercerita, lampu di kost mendadak mati dan karena belum pernah mati lampu, Dara pemilik kostan tidak punya lampu emergency sehingga keadaan sangat gelap gulita dan mereka bertiga pun berteriak, merapat dan saling berpegangan tangan. Lampu pun hidup mendadak sebagaimana dia mendadak mati.

Akhirnya setelah merasa dua kali mendapat peringatan, merekapun berhenti bercerita seram dan kembali beralih bercerita mengenai makhluk dari dunia mereka sendiri. *capek deehhh…..

I Survived!

Forget to bring your handphone is a nightmare. Better left your wallet instead, they said.

If it is so, then I was experiencing a real nightmare today. I forget to bring my cells to the office, which I realize when i’ve already arrived in my office and wondering why there was such a silent during my journey.

I tried to stay positive that it is a chance for me to have a peaceful time, no disturbance from anyone else. Then I finally remember that I had to return the “Malay Dress” to the “Sanggar Melayu”, asked by my brother, to one part of Jakarta that I’ve never been before, called Pondok Bambu. DISASTER!

Arrived in the office, I call my Father to inform him that i cannot be reach until i get home tonight, call Mr.J to tell him that he can email me in case he miss me #eaaa and then call my “Still-in-honeymoon-at-bali Brother” to email me address of the Sanggar Melayu.

I had a very peaceful day in the office, so peaceful that i became sooooo sleepy… or maybe it was because i’ve been out of the town for some moment that made being in the office became more boring than it usually did. haha

Back to my so-called-disaster plan, as soon as i received the email from my brother, i ask people in my room how to get to the address in a very easy way and jam-free way. Got the answer, although i haven’t understand it perfectly, i just hope for my best luck that afternoon.

And the luck did show it self, in a form of my friend name Miss Mcuy.

I accidentally bumped into her in my way to my car and an idea came in a sudden that her home is around the address, so i begged her to please explain me the detail about how to get there and she offered to lead me the way to somewhere very close to the address instead. What a kind girl.. Thank You Mcuy!

Thanks to Mcuy, she lead my way till Klender and it is so close from the address, I just need to follow my brother instruction. It’s quite easy tho, if my brother did give me the right instruction. I found the street that he indicated in the directions, i just need to find an “ind*mart” and turn to left afterward, but it turned out that no ind*mart in that street. I have to go back to the street again and I found “Alf*mart” instead, and with all my guts, i decide to turn left there and voila! that was the street and I found the Sanggar!

-Mission Accomplished-

for the moment…

until I realized that I still have to find my way back home. For some people, it could be an easy A, but for me, it was a hard thing! I’ve often lost in my journey to my home from the place that i’ve known pretty well, and since i just follow Mcuy on my way to that place, i haven’t paid any attention to my route that afternoon and it was already dark when I wanted to go home, so it was another DISASTER for me. hmm.. I guess I just rely on my feeling and became very aware of the direction boards. This is when I need to trust my self and the Self fulfilling prophecy* would come true.. long story short, i finally arrived safely at home. pfiuh, what a journey! 😀

Another disaster was waiting for me in the house..

I reunited with my cells and I wanted to inform Mr.J that I have the mission accomplished, but turned out that my cells run out of credit. I couldn’t believe it because i ‘m sure that i have around 30grands credit the night before, then I remembered something about calling Mr.J last night that I couldn’t recall a “good-bye”, yes, i was sleeping while calling him and from the “120 minutes and 30 seconds” call log, I knew that he fell in sleep too.. d’oh!

WHAT A DAY..

Lucky that I still had my “a taste from heaven” Durian Pancake from my best friend Ji for dinner.. yes, I am too lazy to cook and had no cash to order a delivery service. This time, Luck show in a form of Durian Pancake..

Luck does exist, in many forms.

…and for me, Luck is part of Blessings from Allah..
🙂
* i would like to write about it some time in the near future..

-Insight-

It’s been a while since my last post. I could’ve said that i was kinda busy at the moment, even it’s the truth, i wouldn’t make it an excuse for my laziness to write something here, even just a “HI” or any kind of “Happy blablabla”. Yes, my bad, I’m sorry.

I was thinking, in a long time that i was losing my appetite to write, i’ve lost my passion, but when i talk to my self, i know that it’s not true. Writing is always my best escape route. For some moment, i was questioning my purpose in writing, in posting my mind to this personal paradise of mine, it is my own ego or it is my stupidity? since clearly there aren’t anyone really into reading this blog. Those questions keep wandering in my mind, haunting me like a nightmare and make me afraid, very afraid to start writing again and my mind become so messy and dusty. I feel like I’ve lost sight of my life, i’ve lost my self. It is when I finally conclude that I write for my self, as my own therapy to help me become me, to keep my self from being somebody else that I am not. Yes, i write for my self, not to entertain anyone, but I will still be so pleased if someone read my pieces.

All this time of “hibernating”, I learnt something about my self that i keep denying it all this time. I’m lacking of self-motivation. I believe that I could motivate others, especially somebody who close to me, but I always deny the fact that i can’t motivate my self enough to really care about my dream, i keep questioning my own passion, my own strength that even others can see it in me. Yes, what a pity!

Ah, I think I have to apply my advices to my self and this time, I have to be really strict to my priorities, focus on my dreams and trust my self, stop depending to others and stop procrastinating! Yes, I have to write it here for reminding me that i have promises to fulfill.

another insight from a delay flight