Memory of you

Beberapa hari yang lalu, sepupu saya cerita bahwa beliau mimpi seram dengan saya sebagai tokohnya, kemudian Ibu juga cerita kalau saya melakukan sesuatu di mimpinya yang membuat beliau merasa takut itu menjadi kenyataan. Saya memilih untuk tidak menanyakan detil kejadian yang terjadi dalam mimpi sepupu saya karena saya akui saya takut itu malah membayang-bayangi saya dan saya meyakinkan ibu bahwa mimpi itu hanya bunga tidur saja. Saya mengatakan demikian sebenarnya juga untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa mimpi-mimpi itu tidak lebih dari manifestasi ketakutan sang pemimpi, bukan merupakan tanda-tanda kejadian kepada sang tokoh dalam mimpi.

Kemudian tadi pagi, saya terbangun dari mimpi yang menurut saya janggal, janggal karena saya tidak begitu sering bermimpi dan jika saya bermimpi, maka biasanya saya hanya ingat garis besar mimpi itu saja, namun mimpi tadi malam masih bisa saya ingat dengan jelas detil kejadiannya hingga saat ini, dan saya akui, ketika saya bangun tadi pagi, perasaan saya berkecamuk tak menentu karena kejadian dalam mimpi saya tersebut dan tokoh utamanya yang sudah lama tidak muncul dalam pikiran saya.

Sebagai seorang penggemar Jung walau belum bisa disebut sebagai jungian, saya langsung mengingat lagi apa yang dikatakan Jung mengenai mimpi. Mimpi menurut Jung berbeda dengan mimpi menurut Freud bahwa mimpi adalah manifestasi langsung dari alam bawah sadar kita yang biasanya identik dengan hal-hal yang kita hindari dan kita paksa masuk ke alam bawah sadar agar tidak mengganggu kesadaran kita. Mimpi menurut Jung lebih bermakna simbolik dimana merupakan jendela untuk mengintip alam bawah sadar kita, bukan murni adalah apa yang menjadi ketakutan kita. Lebih lanjut Jung mengatakan bahwa mimpi memiliki simbol-simbol yang merepresentasikan diri kita dan kejadian disekitar kita, dan cara kita memahami mimpi sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap simbol-simbol yang kita temukan dalam mimpi itu, sehingga tidak ada pemahaman yang salah dalam “coping” dengan mimpi.

Kejadian dalam mimpi saya membuat saya teringat beberapa hal yang saya mulai lupakan beberapa waktu belakangan ini, mungkin ini adalah perpanjangan tangan dari alam bawah sadar saya yang ingin mengingatkan saya mengenai hal yang luput dari hidup saya agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Seperti menurut Jung, mimpi dapat menjadi jendela untuk membantu kita memahami apa yang terjadi kini dan membuat kita menyadari kesalahan kita selama ini dan menjadi solusi agar kita teringat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Belakangan ini, saya mengalami banyak kekecewaan, merasa bahwa orang-orang yang saya sayangi, yang saya anggap sahabat saya sepertinya hanya mengingat saya ketika dia butuh dan tidak dengan tulus menyayangi saya. Saya mengalami masa kekecewaan yang dalam dan membuat saya benar-benar takut untuk menaruh harapan lagi dan lebih banyak meluangkan waktu untuk diri saya. Lalu terjadilah mimpi tadi malam, dimana tokohnya adalah seseorang dari masa lalu saya yang setelah saya renungkan, sebenarnya seseorang yang sangat berarti bagi saya, tetapi saya terlalu takut untuk mengakuinya dan terlalu takut membiarkan ia terlalu dalam masuk ke dalam kehidupan saya karena takut dia menemukan “saya” yang tidak sesuai dengan gambarannya.

Perenungan dan pemutaran kejadian-kejadian yang lalu membuat saya terhenyak bahwa saya benar-benar menjadi orang yang jahat padanya, walaupun mungkin dia tidak merasa demikian, namun saya rasa saya benar-benar sudah sangat jahat. Sepertinya apa yang saya lakukan kepadanya adalah apa yang saya terima dari sahabat saya yang menurut saya sudah mengecewakan saya.

Dia dulu sepertinya selalu ada ketika saya memerlukannya, bahkan walaupun saya hanya memerlukannya untuk jadi bahan hinaan saya, atau hanya untuk bertukar cerita absurd, tapi dia selalu ada. Lalu apa yang saya lakukan kepadanya? saya tidak berusaha mendekatkan diri, saya tidak berusaha bertanya mengenai apa yang terjadi dalam kehidupannya, apa yang menjadi impiannya, apa yang menjadi ketakutannya, saya hanya mengingat dia ketika saya membutuhkannya. Kini saya sadari memang saya sudah menjadi orang yang sangat kejam, saya mungkin memang pantas diperlakukan seperti sekarang oleh orang lain.

Entah bagaimana saya bisa menjelaskan bahwa seseorang dari masa lampau ini sangat berarti bagi saya, walaupun mungkin dia tidak menyadarinya karena bahkan saya baru menyadarinya hari ini. Saya baru menyadari bahwa ketakutan sayalah yang membuat saya tidak memberikan ruang bagi dia dalam diri saya, ketakutan saya akan “saya”lah yang menyingkirkan dia hingga undangan dia untuk hadir pada hari istimewanya juga tidak bisa saya penuhi, padahal dia sudah mengundang saya dengan khusus. Entahlah, kini saya hanya dipenuhi penyesalan dan kelegaan.

Saya menyesal tidak pernah memberikan dia perhatian yang layak, padahal dia salah satu sahabat terbaik saya yang mengerti saya dan tidak pernah mengecewakan saya tetapi saya juga lega karena kini dia sudah merajut kebahagiaan hidupnya, very happy indeed and even I know it hurts but I’m happy for you.. 🙂 I’m really happy for you. Please send my regard to your special one, maaf belum sempat berkenalan dengannya.. Please accept my sincere apology for all the harm i’ve done to you and for not coming to your special day. I know you deserve this happiness..

am I seem desperate enough?

-darkjasm-

 

mumbling #2

 Go up close to your friend, but do not go over to him! We should also respect the enemy in our friend.

-Friedrich Nietzsche

I don’t know what I want to state in this post. Been through harsh time recently and just couldn’t find  the perfect words to describe what i’ve been through in my hearts. I just thought that I had to write something just to keep my sanity intact.

Sangat sulit memang kalo kita merasa bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan, when we trully love someone and turns out that this person didn’t feel the same way as we feel. That is a heartbreaking feeling, in and out. Perasaan bertepuk sebelah tangan tidak selamanya hanya dalam masalah percintaan, bisa juga ketika orang tua mencintai anaknya yang malah membencinya and vice versa, moreover it could happen in a Friendship.

Menjalin sebuah hubungan melibatkan banyak hal yang sangat kompleks seperti berbagai macam perasaan, komitmen dan pastinya kepentingan. Seseorang menjalin hubungan karena ada kepentingan yang ingin dia penuhi, ada kebutuhan yang ingin dia puaskan, ada dorongan yang ingin dia lepaskan, tepi kemudian hubungan itu berlandas hanya sebuah dorongan sebelah pihak atau adanya balasan dari pihak yang lain, itu tergantung manusia yang terlibat di dalamnya.

Saya pernah merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan sebelumnya. Hurt, indeed but not as hurt as this wound. Luka kali ini karena perasaan yang bertepuk sebelah tangan sangat menyakitkan, mungkin karena saya sangat percaya pada hubungan ini sehingga saya  mengikatkan terlalu banyak harapan di sana. Harapan yang melambung kata orang membuat lebih sakit ketika jatuh, dan benar saja, saya hanya bisa memasang tampang baik-baik saja sementara dalam hati yah.. hanya saya yang tahu betapa perihnya.

Mungkin ini hanya perasaan saya yang menjadi sangat sensitif, but I feel humiliated by this broken relationship. So humiliated that I could even think that I just someone who has no value in other’s heart, they just come to me when they need me, nothing else, nothing more. I feel so broken inside.

For you, Thank you for teaching me that I could trust no people.

For you, Thank you for not care about me as much as I care about you, but I do still care about you, coz I know that one day you’ll realize that you need other people and one day you’ll admit that you’ve treated people so bad before because you just feel so arrogant that you think you will never need the other. One day, for sure, you’ll understand how much you’ve hurt me.

Thank you.

or should I make an apology to you?

saya rasa bisa saja saya lah yang salah dalam segala hal sehingga anda tidak bisa membalas perasaan saya, mungkin saya sudah terlalu lancang mencampuri banyak urusan anda, saya sudah terlalu sering membuat anda merasa terganggu, atau mungkin apa yang menurut saya perhatian ternyata adalah hal yang anda benci, tidak anda butuhkan? atau memang saya saja yang salah dengan menjadi saya. Atau saya sudah melanggar apa yang dikatakan Nietzsche?

I’m sorry, please accept my apology

I don’t know what is happening here if you keep shutting your mind. I could pretend that anything is just alright between us, I could lie to other people, but could I lie to my self? I don’t know what I need to do if you don’t tell me.

I just need the truth in your answer.

From Darkjasm;

To whom it may concerns.

I’m 24 now

Here come the 29th of September…
It’s my birthday!

This year birthday is quite different for me. I am a sucker for surprise, celebration and gifts. I usually have a kind of “anticipation” feeling upon my birthday. I could feel the happy feeling long before the birthday date, but this year, I’ve missed the all birthday musing feelings.. I didn’t feel very exciting like I used to feel. I even almost forget it if many people around me didn’t keep reminding me about my upcoming birthday..

I don’t know why, is it a part of growing up? That i’ve become a somebody that I don’t know?
Anyway…
My birthday is almost over, i didn’t get the birthday cake this year. And somehow I’m not upset because of it (birthday cake is one thing that I used to really want for my birthday, plus the presents also). But i still get the gifts and i love it!!!

Instead of getting the surprise like usual, i’ve spent the day hanging around with my father, boyfie, and sister. Eat much, shopping and watching movies at home. For one of my best friends is getting a minor surgery, i’m not so into celebration this year…

With or without the celebration and the sacred feeling about my birthday, i still feel very blessed..
I want to thank all of you,,
Thanks for being my family, thanks for being my boyfriend, thanks for being my great friends, thanks for being someone i ever meet!
Thank you, all of you, for making me feel blessed..
🙂

It’s nearly the end of my 29th September
..Happy birthday for me…

 

UPDATE!! #penting lol

I’ve got the Cake, in 30th September

knock..knock..

..bukan janji, tapi ini kisah tentang bukti..

Pagi ini aku terbangun oleh ketukan lembut di pintu kamarku dan aku tahu bahwa tidak ada orang yang mengetuk pintu itu. Hal ini bukan terjadi kali ini saja, sudah hampir seminggu aku terbangun karena ketukan itu. Hari pertama dan kedua kejadian ini, aku masih begitu penasaran hingga mengejar ke luar pagar, untuk memastikan siapa yang iseng mengetuk pintu kamarku sepagi ini, namun tidak ada tanda bahwa pernah ada orang yang memasuki rumahku, karena aku memang tinggal sendiri di rumah ini.

Kali ini, aku sudah terbiasa dengan ketukan ini dan begitu yakin sehingga tidak perlu mengejar pembuat ketukan misterius itu lagi. Aku beranjak ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas pagiku. Dingin air yang mengaliri badanku membuat aku merasa sangat bersemangat untuk menjalani hari ini, hari yang aku tahu pasti akan sangat menarik. Hari ini aku akan mengajukan surat pengunduran diriku, aku sudah begitu letih untuk terus berada dalam lingkaran setan ini. Aku sudah begitu muak dengan semua kebohongan yang dilakukan orang-orang dikantorku.

Setelah melalui jalan yang begitu padat dan penuh polusi, akhirnya aku merasakan kembali dinginnya ruangan kantorku, yang masih sangat sepi sepagi ini. Ku langkahkan kakiku menuju ruangan 4×4 meter tempatku menyelesaikan pekerjaanku selama ini. Sejujurnya aku sangat menyenangi ruangan ini, meja kerja kesukaanku dan kursi empuk yang membuat aku terkadang mengantuk. Ku hirup dalam-dalam aroma lavender dari pewangi ruangan favoritku, karena aku tahu aku akan merindukan suasana tenang dalam ruangan ini, aroma ini, suara PC ku yang begitu hingar dan tentu saja, pola wallpaper yang aku pilih sendiri, tapi aku tidak boleh goyah, aku sudah memutuskan untuk resign, dan aku akan melakukannya sebentar lagi….hanya sebentar lagi.

Ku lirik arloji hitam kesayanganku, sudah hampir pukul 08.00. Suara riuh rendah orang berbicara sudah mulai terdengar di luar. Ku pejamkan mata ku untuk menghadirkan imaji ruangan ini sekali lagi, mungkin untuk yang terakhir kalinya, ku hirup nafas dalam-dalam. Dengan mantap ku buka mata dan melangkah keluar, menuju ruangan pimpinan.

Sedikit gugup ketika aku harus melewati lorong penuh kubikel ini, dengan teman-teman menyapa seperti biasa, ada yang sedang menikmati kopi hangat yang aromanya begitu menggoda bahkan ada yang melanjutkan tidurnya yang mungkin tadi harus terhenti dengan rutinitas jalan di pagi hari.

“tok..tok..” Kali ini aku yang membuat suara ketukan, terdengar seruan masuk dari dalam ruangan itu.

“Oh..kamu toh Rasyi? Monggo silahkan duduk..” Sapa Pak Okta, pimpinanku dengan ramah dan penuh senyum. Ku balas senyum Pak Okta dan duduk di kursi yang beliau tunjuk.
“Sebentar ya Rasyi, saya harus menyelesaikan dokumen ini segera.” Kata beliau.
“Baik pak, tidak apa-apa, silahkan saja.” Jawabku dan keheningan pun dimulai.

Pak Okta sibuk mengetik dan aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Aku teringat pertama kali masuk ruangan ini, persis 2 tahun yang lalu, untuk wawancara. Ketika itu aku masuk dengan sangat bersemangat dan pikiran yang penuh dengan rancangan jawaban yang kira-kira bisa membuat aku diterima disini, perusahaan multinasional bergengsi yang sangat diminati oleh banyak Fresh Graduate seperti aku saat itu. Kenangan selanjutnya dengan ruangan ini masih diliputi dengan perasaan sangat menyenangkan karena berhasil diterima mengalahkan ribuan calon karyawan yang lain dan langsung menduduki posisi Asisten Manager HRD karena pengalaman ku yang sangat banyak semasa kuliah. Di ruangan inilah aku disambut oleh Pak Okta dan Pak Vian, Manajer HRD dan Senior Asisten Manajer HRD dan diberi penjelasan mengenai tanggung jawab dan tugas yang akan aku kerjakan mulai keesokan harinya. Begitu membahagiakan…

Sudah tidak terhitung berapa kali dan berapa banyak kenanganku di ruangan ini. Bahagia, sedih, kecewa, marah, semua pernah aku rasakan disini, namun beberapa bulan terakhir ini suasana ruangan ini sangat tidak nyaman. Setelah dua tahun bekerja disini aku sudah memahami seluk beluk kantor yang sangat bergengsi ini, dan kenyataan yang aku temui di dalam gedung mewah kantor ini sangat jauh dari kemewahan visul yang dan gengsi sosial yang ditawarkan. Sistem yang berjalan di kantor ini sangat busuk, mungkin sama busuknya dengan sistem yang dijalankan di kantor pemerintahan.

Skandal demi skandal aku temui terjadi dan sudah menjadi rahasia umum di kantor ini. Bagaimana Divisi Keuangan mengelabui pajak, bagaimana Divisi Produksi mengelabui karyawan sendiri dengan mengatakan bahwa kinerja mereka belum cukup untuk menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan ini sehingga mereka tidak pantas untuk mendapatkan bonus, bagaimana Divisi CSR mengelabui masyarakat dengan memberikan banyak bantuan namun tanpa mereka sadari lingkungan mereka tinggal sudah kami kotori dengan polusi dan memberi mereka banyak bibit penyakit. Banyak hal yang membuat aku jengah dengan perusahaan ini, namun aku masih bisa bertahan hingga titik puncak ketika aku yang harus melakukan tindakan setan itu.

Kejadian menyakitkan itu ku putar ulang dalam pikiran. Ruangan ini, sekitar dua bulan yang lalu, aku dipanggil Pak Okta karena Bapak Kepala Cabang ingin bertemu denganku. Banyak dugaan yang muncul ketika aku memasuki ruangan ini dan bertemu Bapak Kepala Cabang yang masih cukup muda, dengan senyum yang membuat aku sadar bahwa beliau sangat tampan dan menarik. Namun sayang, tingkah lakunya tidak sebaik wajahnya, karena tujuan kedatangannya kesini adalah untuk menginstruksikan kepadaku agar aku merekayasa hasil penilaian kinerja karyawan tahun ini. Beliau ingin aku mengeluarkan hasil palsu untuk beberapa orang yang tidak beliau sukai, membuat penilaian kinerja mereka menjadi begitu buruk dan merekomendasikan perusahaan untuk memecat mereka agar posisi mereka kosong dan beliau bisa memasukkan beberapa keluarganya untuk menggantikan posisi tersebut. aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu, aku hanya bisa mengangguk saat beliau mengatakan bahwa beliau akan membunuh orang tua ku di kampung jika aku tidak menuruti keinginan beliau.

Akhirnya aku melaksanakan kemauan sang Kepala Cabang dan perusahaan  pun memecat beberapa karyawan tak bersalah tersebut. Aku sangat merasa bersalah hingga suatu hari aku menemukan surat di atas meja kantorku yang berisi kebencian. Salah seorang karyawan itu sangat membenciku dan menganggap aku harus bertanggung jawab atas penderitaannya setelah ia tidak punya pekerjaan lagi, dan setelah aku membuang surat itu, aku mendengar kehebohan di luar ruanganku yang ternyata baru saja mendapatkan kabar bahwa orang yang mengirimkan aku surat itu baru saja ditemukan mati bunuh diri di lantai Basement gedung ini. Hari itulah hari pertama aku mendengar ketukan tak berwujud di pintu kamarku, tepat satu minggu yang lalu.

Saat itu aku benar-benar merasa hancur dan merasa menjadi orang paling jahat di dunia. Kejadian yang membuat aku lebih hancur lagi terjadi dua hari setelah kejadian bunuh diri itu atau sekitar 4 hari yang lalu, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan mereka mengunjungi ku.

“ehm..ehm” Ku dengar suara Pak Okta berdehem, menyadarkanku dari kilasan peristiwa-peristiwa menyakitkan itu. Aku tersenyum malu karena kedapatan melamun oleh Pak Okta, dan beliau hanya tersenyum lembut.
“Ada apa Rasyi, kamu datang kesini pagi sekali. Tidak biasanya” Kata Pak Okta membuka percakapan.
“Saya ingin mengajukan surat pengunduran diri Pak” ucapku dengan cepat sambil menyerahkan surat ke Pak Okta, ingin proses ini segera usai dan aku bisa segera merebahkan diri di kasur empuk kamarku.
“Hm..” Gumam Pak Okta, wajah beliau tidak terlihat terkejut, mungkin beliau memang sudah menduga hal ini akan terjadi, atau jangan-jangan beliau memang mengharapkan aku mengundurkan diri. Ah…. aku harus menyingkirkan pikiran-pikiran buruk ini…
“Baiklah Rasyi..” Pak Okta kembali memulai percakapan setelah selesai membaca surat pengunduran diriku. “Bapak paham kamu sedang dalam keadaan sangat tertekan dan Bapak sangat maklum jika kamu ingin menikmati waktu sendiri dan menjauh dari suasana kantor ini.” Pak Okta menghela nafas sejenak, “Surat ini Saya terima, pengunduran diri kamu juga saya terima, tapi kalau kamu sudah kuat dan ingin kembali ke sini, Bapak akan dengan senang hati menerima kamu kembali.” Kata Pak Okta yang membuat aku sedikit terharu.
“Baik Pak, terimakasih banyak atas semua bimbingan Bapak selama ini, saya mohon pamit Pak, salam buat teman-teman yang lain, saya mungkin tidak terlalu kuat untuk berpamitan ke mereka. Sekali lagi terimakasih Pak.” Ujarku sambil berdiri menyalami Pak Okta.

Aku berpamitan dan kembali keruanganku untuk mengambil barang-barangku dan kembali ke mobil, pulang…

Ku rebahkan diri di kasur setelah selesai menyantap makan siang masakanku sendiri, sendiri di rumah dan sendiri di kehidupanku, karena setelah orang tuaku meninggal, aku benar-benar sudah tidak punya keluarga lagi. Aku menikmati sore hari dengan membaca buku di halaman belakang rumah ku. Sungguh tenang. Aroma buku baru yang aku baca, aroma bunga dan bercampur dengan aroma kopi hangat membuat aku merasa nyaman dan bisa membuat aku tidak bergerak hingga berjam-jam dan malam telah datang menghampiri.

Kembali aku berbaring setelah kantuk menyerangku, aku menyusun rencana untuk memulai hidupku yang baru esok, karena memang kebiasaanku untuk menyusun rencana visual dalam pikiranku sebelum aku tidur. Besok aku berencana bertemu dengan teman semasa kuliah ku untuk membicarakan rencana kami membuka Pusat Rehabilitasi Korban Perkosaan, karena jumlahnya sudah sangat meningkat belakangan ini. Setelah puas dengan rencana yang tersusun rapi di pikiran ku, akhirnya aku dapat terlelap.

Keesokan harinya aku kembali terbangun oleh ketukan, namun kali ini aku merasa itu ketukan yang berbeda, karena tidak selembut biasanya. Ketukan ini begitu kasar dan diikuti dengan suara pintu dibuka. Aku langsung terduduk kaget karena aku tinggal sendiri di rumah, lalu siapa yang membuka pintu itu. Tidak ada oran lain yang memegang kunci rumah selain aku, bahkan pembantuku pun hanya datang jika aku ada di rumah.

“Rasyi, ini obat kamu belum diminum, diminum dulu ya, baru kamu mandi lalu sarapan” Ujar orang yang membuka pintu tadi sambil meletakkan obat disampingku. Aku tidak mengenal orang tersebut, dia berbaju seperti perawat, tetapi aku tidak sakit dan aku tidak paham bagaimana dia bisa berada di rumahku.
“Kamu siapa? Kenapa bisa masuk kekamarku?? Kamu dapat dari mana kunci rumahku?? Obat apa ini? aku tidak sakit!” Teriakku histeris ketakutan.
“Tenang Rasyi, tarik napas sayang.” Ujar orang itu lembut, “Kamu minum obat ini dulu biar tenang, ya?” lanjutnya.
“Tidak! Tidak mau! aku tidak kenal siapa anda, dan kenapa aku harus minum obat ini! Keluar dari rumahku!” kembali aku berteriak.

Tiba-tiba aku merasa seperti ada jarum yang menusuk lenganku dan setelah itu aku merasa sangat tenang, sangat damai dan kepalaku mulai terasa ringan, aku pun tidak merasa ketakutan lagi, padahal saat itu aku melihat ada orang lain yang masuk kamarku.

“Bagaimana keadaannya Sus?” Tanya orang baru tersebut.
“Masih sering histeris, tadi malam sepertinya dia mengalami mimpi yang berat lagi karena laporan REMnya mengindikasikan demikian, dia masih sangat bergantung pada obat penenang ini, jika tidak ia akan kembali histeris dan masuk kembali ke dunia khayalannya.” Jawab wanita berbaju putih yang dipanggil Sus itu.

Aku hanya bisa terbaring dan tak bisa menggerakkan anggota tubuhku. Aku hanya bisa mendengar pembicaraan mereka tanpa bisa berbuat apa-apa.

“Kasihan dia Sus, kenyataan sangat berat untuk dia hadapi. Bayangkan saja, dia diperkosa oleh pimpinan kantor cabangnya dan tidak ada orang yang mau membantu dia untuk menuntut keadilan, bahkan orang tuanya saja tidak percaya padanya. Saya bukan mau membenarkan tindakannya yang akhirnya membunuh orang tuanya, Sus, hanya saja… menjadi korban perkosaan itu sangat berat tanpa harus dituduh pelacur oleh keluarga sendiri.” Kata orang asing itu.
“Iya Pak, saya tahu, itulah kenapa saya sangat intensif merawatnya, karena saya punya seorang adik yang menjadi korban pemerkosaan juga.” Kata Sus dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“oh, saya tidak tahu, maafkan saya, Suster…” Kata Pria tersebut.
Sambil berjalan keluar Suster tersebut hanya tersenyum dan berkata, ” Tidak apa-apa Pak. Rasyi beruntung ada Bapak yang selalu mengunjunginya, saya yakin Rasyi akan bisa kembali normal Pak.”
“Amiin.. Saya juga sangat yakin Sus..” Pria itu membalas senyum Suster yang kemudian menutup pintu kamar.

Aku mulai mengantuk mendengar obrolan mereka yang tidak aku mengerti. aku memejamkan mataku… namun sebelum tertidur, aku merasa seseorang membelai rambutku dengan lembut dan aku merasa kecupan di keningku dan kemudian aku mendengar ada suara pria yang berbisik….

“Aku tetap sayang kamu, Rasyi.”

-Jakarta, 18 Agustus 2011- 
originally posted in here

Wedding + Traffic Jam + Nite Sale = Great Food

Saturday??

Yes! another weekend to spend with him, my lovely Mr.J …

Wedding??

nope, not my wedding, at least, not yet.

last Saturday, I went to a wedding in Cibubur and it was a tiring journey, due to the saturday afternoon traffic jam in Jakarta, worst!

It  was a wedding of Mr.J’s friend which was held in Wiladatika, Cibubur. The building name is Pandan Sari. It is quite beautiful, with high ceiling, white and has terrace for the guest reception. The size of the building is medium for around 500 guests or less.

.grabbed it from here, not exactly from the wedding we came.

How about the decoration? hm.. i couldn’t tell you whether there was good or bad decoration since we arrived there around 01.20 pm while the invitation wrote that the ceremony is only from 11.00 am to 01.00 pm, so at the time we finally arrived there, the decoration was a messed! *people were redecorating it for the next wedding ceremony*. argh.. that is why I don’t want to hold my wedding here in Jakarta, or at least, if I had to hold it here, I want it to be an evening ceremony.. *pray-pray-pray so hard* 🙂

The dishes? Although the room were under redecorating, they left some dishes for late-guests like us, but I totally had lost my appetite because of this messy things. I only try the salad and it was  a masterpiece! *oke, ini lebay* *but really, it was so delicious!* and after Mr. J finished chit-chat with his friends and took a pose with the newly wed couple, we were heading directly to the Mosque, Mr. J hadn’t pray yet.

Done the Shalat Dzuhur, I suddenly feel so hungry and i’ve been craving for Spaghetti Aglio e Olio since i’ve tried that dishes in Aston Rasuna when my father visited me last month. We finally choose to go to Pizza Marzano Kemang for the afternoon snack *yes, pizza and pasta is Snacks!* 😀 and thanks to The Traffic Jam + wrong route decision by Mr.J, we arrived at Kemang around 4 pm! i was really hungry at that time, I felt like I could eat Mr.J for taking the wrong way! grrhhh.. *but I still love you a’… hihihiii

at Pizza Marzano, I ordered Spaghetti and Dough ball as side dishes *because i am so HUNGRY*, Mr. J ordered Pizza . When the food finally came, we finished those delicious foods right away so that I forgot to take the pictures. I love the Spaghetti, it was flooded by the Olive oil and taste so delicious but the pizza was not thin enough for me that i don’t like it so much, the dishes of the day was the dough ball with the garlic sauce. The sauce was rocking my tummy! 🙂

 
 
 

.our empty plates.. yummiy!.

Driving through all the traffic made Mr.J wanted to relax a while and he wanted to go creambath and I was dying to buy some new books, so after finished all the dishes, we went to PIM (i don’t exactly remember why we chose to go to PIM :D). PIM turned out to be the wrong destination again because there was a nite sale at that night in PIM and you can imagine how bad the traffic was (we need about 30 minutes just to park the car!) and the mall was SO CROWDED that gave me dizzy… having lost our intention to done anything there, we decided to go back home and called it a day.

Do you think that our journey to my house was an easy adventure? nope, hm.. honestly, I don’t know, I could only remember that Mr.J complaining about Traffic jam around Ragunan or somewhere else which is usually not a crowded street, was packed with cars at that night. I was falling asleep all the way home… poor Mr.J who struggle alone through the streets. *i do really love you! :p

In Sunday, we actually had decided to just chilling out at home, relax and just take a rest. I’ve spent my morning eating mangos, oranges, and any fruits left that I could eat *due to my laziness to cook and in the name of diet*, watching Star World and working with my uphile. Around noon, Mr.J called me and reminded me that we have one disdus voucher for gold facial treatment in Wonder Skin Tebet, he asked whether i wanted to go there or not, since i have nothing to eat for lunch, i agreed to go there. He made the reservation and he told by the receptionist there that there were no need to make a reservation, we just need to go there and they are closed in 5 pm. Mr.J picked me at 2 pm and we arrived there around 3 and thank you for the miscommunication between Mr.J and the receptionist, we couldn’t done the treatment that day (They need 2 hrs for the treatment and they are not accepting customer after 3 because they afraid there will not enough time and they full, they thought that when Mr.J called them, we’ll go there straightaway).

Rescheduling and reserving the treatment for next Saturday morning, we hurried toward Radjaketjil for very late lunch.

Radjaketjil is a restaurant I knew from Twitter and so curious to taste the food, turns out to be a VERY DELICIOUS foods! we ordered Hainan Rice for two, Cameo putri baik hati, Seafood Soup, black pepper beef and Fried Cassava for side dishes. I LOVE IT! I just love it. I highly recommended this restaurant for you all, especially the “Singkong goreng”, so crunchy and hm.. i just so in love with cassava.. 😀 Mr. J has Red bean Ice as the drink and I drank Terong Belanda Juice.

.The Menu.

.my hungry face.
.stunning dishes.
.my favorite: Singkong Goreng.

Every food tasted so good and the drinks completed the wonderful dishes. Radjaketjil also comforted us by their cozy environment + the rain poured outside. It was the perfect closing for my weekend. Thanks to Mr.J, you completed my life again.. 🙂

.cozy place + gloomy afternoon.

23 years of life..

Precious!

Alhamdulillah for all the things happened in my life, i couldn’t ask for more wonderful life then mine..

it’s all I could live for and it’s what i’m grateful for..

🙂

earlier this night, I got surprise cake from my best friends, flour and egg bathing in the middle of the night, frozen because of it!

feel so blessed, having wonderful friends like them..

Banyak luka, duka dan suka sudah kita lalui bersama.. semuanya penuh cerita, tentang saling percaya, tentang yang menganiaya, tentang semua, semua cinta yang kita bagi bersama..

Belum lama sih mengenal kalian, tapi selalu merasa beruntung punya kalian, ada yang selalu bisa diandalkan, walau itu hanya untuk sekedar perlu pelampiasan.. 🙂

i love you all!

*would like to mention you all here, but it’s kinda too risky to be done, you remain in my heart, forever!* *ketjup* *baca doa tolak bala*

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Tiap tahun kita akan melewati “hari ulang tahun” dimana orang-orang memperlakukan kita dengan cara berbeda, dan aku suka itu.. entah memperlakukan dengan istimewa, atau malah sengaja dibuat kecewa, yang jelas akan selalu bahagia.. 🙂

*can’t stop smiling*

bagiku, hingga hari ini sudah 23 kali hari ulang tahun kulalui..

tahun-tahun pertama kehidupanku dipenuhi dengan papa, mama, kakak dan keluarga dekat saja..

walaupun hingga tamat SD selalu diadakan perayaan oleh mama papa, tapi entah siapa yang datang pun aku sudah tak ingat lagi, hanya sekelebat bayangan keramaian yang membekas. *cuma kue mama yang masih terasa lezatnya di lidah*

Mulai menginjak SMP, mulai mengenal persahabatan. Di awali dengan teman-teman dekat rumah dan akhirnya aku malah lebih dekat dengan teman di sekolah, karena memang sebagian waktu dihabiskan di sekolah.

Saat SMP aku mengenal teman-teman yang bisa menjadi sahabat yang tak lekang oleh waktu, ada yang hingga kini bertahan selalu bersama walau tak lagi kita sering bertatap muka, *padahal kita satu kota ya, Mit? miss you, hiks*, ada yang karena bersama di Pramuka, membuat kami sangat memahami satu sama lain, luar biasa rasanya mempunyai sahabat seperti mereka, benar-benar bisa saling mengerti tanpa mesti bicara.. 🙂 amazing friends full of miracle… nambah satu ya dari Pramuka di zaman SMA?? 🙂 *tribute to Xaiank, Cinta dan Kump + Kak Q*

Teman sekelas di kelas 2 SMA adalah teman-teman yang paling berharga buat saya, karena mereka yang membantu saya melewati masa terberat dalam kehidupan saya..

saat saya berulang tahun yang ke 15 tahun di tahun 2003, saya tak bisa lagi merasakan nikmatnya kue ulang tahun buatan mama lagi, karena persis 5 hari sebelum saya berulang tahun mama telah tiada… namun memiliki teman-teman yang penuh kasih itu membuat saya tetap bisa merasakan sedikit kebahagiaan di masa tergelap hidup saya.

…29 September 2003…

bel istirahat berbunyi, tapi sang ketua kelas menutup pintu kelas agar tidak ada yang keluar kelas dengan alasan ada yang kehilangan uang lagi (beberapa minggu sebelumnya hal ini pernah terjadi juga di kelas) sehingga dia ingin me”razia” isi tas kami.. tapi ternyata malah Black Forest Cake yang muncul dihadapan saya… saya terharu, tak menyangka mereka akan sangat perhatian pada saya.. itu benar-benar titik dimana saya akhirnya percaya bahwa saya mampu menjalani hidup meski tak bersama mama…

mungkin bagi Spregen 8 (nama kelas saya saat itu) apa yang mereka lakukan tidak begitu berarti bagi mereka, atau itu hal yang biasa mereka lakukan, tapi bagi saya, itu sangat berarti dan momen terindah dalam hidup saya.. mereka menunjukkan kepada saya bahwa mereka masih menyayangi saya dan tidak memandang saya dengan berbeda setelah saya kehilangan mama.. saat itu saya yakin mereka akan selalu ada jika saya membutuhkan mereka, dan itu terbukti hingga saat ini.. mereka teman yang sangat berarti dalam hidup saya, walaupun mereka mungkin tak menyadarinya… dan saat itulah saya bertekad kalau saya juga akan selalu ada jika mereka membutuhkan… I do really miss you all guys!

and then I went to Yogya… for my university years! great years there, great years!

another adventure, another bunch of friends, but still.. they remain as amazing as my other best friends..

setiap perjalanan hidup saya, saya menjumpai banyak orang, ada yang lekas berlalu, ada yang singgah sebentar dan ada yang memilih untuk tetap tinggal, mungkin bukan dalam wujud nyata, tetapi imaji mereka selalu nyata dalam benak saya.

Gank Asyiq, begitu kami menamakan gerombolan nakal kami.. banyak hal, banyak kenakalan, entah itu nonton hingga larut malam, karaoke hingga tempatnya tutup, atau pulang pagi setelah berangin-anginan di alun-alun kidul.. great time, loves!

ada juga teletubbies di kampus.. sungguh, aku rindu pelukan kalian, my smart and brilliant friends! semoga sukses selalu dikehidupan kalian…

…kini semua kenangan itu masih ada dalam pikiran, selalu mampu menghangatkan hati yang mulai beku, selalu…selalu menghadirkan rasa sendu.. oh kini aku sungguh merindu!

psstt… now i’m waiting for “you”! 🙂

thanks for the surprise…

-Ice Cream-

it’s just so sweet,,

how u touch my hand is just so sweet,,

it’s just so nice,,

how u smile to me is just so nice,,

it’s just so great,,

how we spend our time together is just so great,,

like vanilla in d middle of a chocolate ice cream,,

u give different taste so i can’t get bored,,

like mint in d middle of toffee ice cream,,

u give surprise to keep me amazed,,

like banana in every split,,

u always succeed to neutralize my stormy mood,,

like oreo in milky cream,,

u teach me how to handle “trouble”,,

and just like ice cream for child, u are just too sweet to ignore!

HAPPY BIRTHDAY, LOVE!!

..October 07, 2010..

,, wonderwall ,,

…another song for u,,
for d amazing days we had,,
we’re gonna live this memory forever,,

Summer Sunshine

,,the Corrs,,

Everyone’s changing
I stay the same
I’m a solo cello
Outside a chorus
I’ve got a secret
It’s time for me to tell it
You’ve been keeping me warm

To sweet beginnings
And bitter endings
In coffee city
We borrowed heaven
Don’t give it back
I’ve never felt so wanted
Are you taking me home?

You tell me you have to go

In the heat of the summer sunshine
I miss you like nobody else
In the heat of summer sunshine
I kiss you
And nobody needs to know

Now that you’ve loved me
There’s no returning
I keep comparing
You’re always winning
I try to be strong
But you’ll never be more wanted
Will you make me a home?

Don’t tell me you have to go

In the heat of the summer sunshine
I miss you like nobody else
In the heat of summer sunshine
I kiss you
And nobody needs to know

To sweet beginnings
And bitter endings
In coffee city
We borrowed heaven
Don’t give it back
Winter is coming
And I need to stay warm
The heat…

In the heat of the summer sunshine
I miss you like nobody else
In the heat of summer sunshine
I kiss you
And nobody knows

In the heat of the summer sunshine
I miss you like nobody else
In the heat of summer sunshine
I kiss you
And nobody needs to know

Summer sunshine, sunshine, sunshine…

another love for you,,

love is above d air,,
i smell love everywhere,,
thanks to you that could make me feel this way again,,
thanks to you,,
thanks for loving me in d way that others could never understand,,
..coz I do Love U too,,

-You Got Me- (Colbie Caillat)

You’re stuck on me and my laughing eyes
I can’t pretend though i try to hide
I like you i like you

I think i felt my heart skip a beat
I’m standing here and i can hardly breathe
You got me yeah you got me

The way you take my hand is just so sweet
And that crooked smile of yours
It knocks me off my feet

Oh i just can’t get enough
How much do i need to fill me up?
It feels so good it must be love
It’s everything that i’ve been dreaming of

I give up i give in i let go let’s begin
’cause no matter what i do
Oh my heart is filled with you

I can’t imagine what it’d be like
Living each day in this life
Without you without you

One look from you i know you understand
This mess we’re in you know is just so out of hand

Oh i just can’t get enough
How much do i need to fill me up?
It feels so good it must be love
It’s everything that i’ve been dreaming of

I give up i give in i let go let’s begin
’cause no matter what i do
Oh my heart is filled with you

I hope we always feel this way
I know we will
And in my heart i know that you’ll always stay

Oh i just can’t get enough
How much do i need to fill me up?
It feels so good it must be love

I give up i give in i let go let’s begin
’cause no matter what i do

Oh i just can’t get enough
How much do i need to fill me up?
It feels so good it must be love
It’s everything that i’ve been dreaming of

I give up i give in i let go let’s begin
’cause no matter what i do
Oh my heart is filled with you

Oh you got me you got me
Oh oh you got me you got me

…you really rock my day!