Tahanan Rumah

Alhamdulillah libur lumayan panjang di Natal kemarin akhirnya saya bisa pulang ke Pekanbaru, kangen banged sama Propesor a.k.a Zhaza The Niece. πŸ™‚ Awalnya saya udah pasrah sih gak bisa pulang karena hasil pantauan tiket menunjukkan harga yang melangit, tapi karena keteguhan dan kebulatan tekad akhirnya dapat tiket lumayan murah, tapi ya ke Pekanbarunya hari sabtu balik Jakartanya hari selasa penerbangan paling malam, tapi gapapa deh, yang penting puuulaaaanggg.. πŸ˜€

Bangun pagi di hari sabtu memang penuh tantangan tapi berhasil dilalui dan sampai di Soetta dengan selamat. Selesai Check in keluar lagi buat sarapan dulu, eh pas masuk lagi ternyata udah final call. Lari-lari pake boot tinggi memang tidak disarankan, tapi lebih baik daripada ketinggalan pesawatkan? hehehe

Continue reading “Tahanan Rumah”

a note from a bestfriend

Orang lain selalu datang dan pergi dalam hidup kita. Begitu juga halnya dengan segala sesuatu yang ada di muka bumi. Gak akan ada yang bertahan selamanya. Memang begitulah takdir yang sudah digariskan oleh-Nya. Semua berlalu, menghilang dan terlupakan seiring waktu. Gak bisa diperlambat, gak bisa dipercepat, apalagi dihentikan.

Apa yang kita alami di masa lalu, akan menjadi kenangan di masa kini dan menjadi pelajaran untuk masa depan. Biarlah menjadi memori indah yang selalu menghiasi ingatan kita. Tarik hikmah dari tiap serpihan takdir yang telah kita lewati. Itu akan jadi pengalaman berharga dari pada hanya menyesali diri.

Sedih memang kalo ingat segala hal yang ‘tidak sempat’ kita lakukan saat kita masih dikelilingi teman. Tapi bukan berarti kita boleh berputus asa, mari kita rajut lagi memori baru yang menyenangkan bersama apapun dan siapapun yang menemani kita menjalani setiap detik perputaran waktu.

a respond for this post

Courtesy of Ridho M. Dhani.

p.s Thank you for not asking anything and thank you for not laughing at me, at all.

πŸ™‚

Memory of you

Beberapa hari yang lalu, sepupu saya cerita bahwa beliau mimpi seram dengan saya sebagai tokohnya, kemudian Ibu juga cerita kalau saya melakukan sesuatu di mimpinya yang membuat beliau merasa takut itu menjadi kenyataan. Saya memilih untuk tidak menanyakan detil kejadian yang terjadi dalam mimpi sepupu saya karena saya akui saya takut itu malah membayang-bayangi saya dan saya meyakinkan ibu bahwa mimpi itu hanya bunga tidur saja. Saya mengatakan demikian sebenarnya juga untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa mimpi-mimpi itu tidak lebih dari manifestasi ketakutan sang pemimpi, bukan merupakan tanda-tanda kejadian kepada sang tokoh dalam mimpi.

Kemudian tadi pagi, saya terbangun dari mimpi yang menurut saya janggal, janggal karena saya tidak begitu sering bermimpi dan jika saya bermimpi, maka biasanya saya hanya ingat garis besar mimpi itu saja, namun mimpi tadi malam masih bisa saya ingat dengan jelas detil kejadiannya hingga saat ini, dan saya akui, ketika saya bangun tadi pagi, perasaan saya berkecamuk tak menentu karena kejadian dalam mimpi saya tersebut dan tokoh utamanya yang sudah lama tidak muncul dalam pikiran saya.

Sebagai seorang penggemar Jung walau belum bisa disebut sebagai jungian, saya langsung mengingat lagi apa yang dikatakan Jung mengenai mimpi. Mimpi menurut Jung berbeda dengan mimpi menurut Freud bahwa mimpi adalah manifestasi langsung dari alam bawah sadar kita yang biasanya identik dengan hal-hal yang kita hindari dan kita paksa masuk ke alam bawah sadar agar tidak mengganggu kesadaran kita. Mimpi menurut Jung lebih bermakna simbolik dimana merupakan jendela untuk mengintip alam bawah sadar kita, bukan murni adalah apa yang menjadi ketakutan kita. Lebih lanjut Jung mengatakan bahwa mimpi memiliki simbol-simbol yang merepresentasikan diri kita dan kejadian disekitar kita, dan cara kita memahami mimpi sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap simbol-simbol yang kita temukan dalam mimpi itu, sehingga tidak ada pemahaman yang salah dalam “coping” dengan mimpi.

Kejadian dalam mimpi saya membuat saya teringat beberapa hal yang saya mulai lupakan beberapa waktu belakangan ini, mungkin ini adalah perpanjangan tangan dari alam bawah sadar saya yang ingin mengingatkan saya mengenai hal yang luput dari hidup saya agar saya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Seperti menurut Jung, mimpi dapat menjadi jendela untuk membantu kita memahami apa yang terjadi kini dan membuat kita menyadari kesalahan kita selama ini dan menjadi solusi agar kita teringat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Belakangan ini, saya mengalami banyak kekecewaan, merasa bahwa orang-orang yang saya sayangi, yang saya anggap sahabat saya sepertinya hanya mengingat saya ketika dia butuh dan tidak dengan tulus menyayangi saya. Saya mengalami masa kekecewaan yang dalam dan membuat saya benar-benar takut untuk menaruh harapan lagi dan lebih banyak meluangkan waktu untuk diri saya. Lalu terjadilah mimpi tadi malam, dimana tokohnya adalah seseorang dari masa lalu saya yang setelah saya renungkan, sebenarnya seseorang yang sangat berarti bagi saya, tetapi saya terlalu takut untuk mengakuinya dan terlalu takut membiarkan ia terlalu dalam masuk ke dalam kehidupan saya karena takut dia menemukan “saya” yang tidak sesuai dengan gambarannya.

Perenungan dan pemutaran kejadian-kejadian yang lalu membuat saya terhenyak bahwa saya benar-benar menjadi orang yang jahat padanya, walaupun mungkin dia tidak merasa demikian, namun saya rasa saya benar-benar sudah sangat jahat. Sepertinya apa yang saya lakukan kepadanya adalah apa yang saya terima dari sahabat saya yang menurut saya sudah mengecewakan saya.

Dia dulu sepertinya selalu ada ketika saya memerlukannya, bahkan walaupun saya hanya memerlukannya untuk jadi bahan hinaan saya, atau hanya untuk bertukar cerita absurd, tapi dia selalu ada. Lalu apa yang saya lakukan kepadanya? saya tidak berusaha mendekatkan diri, saya tidak berusaha bertanya mengenai apa yang terjadi dalam kehidupannya, apa yang menjadi impiannya, apa yang menjadi ketakutannya, saya hanya mengingat dia ketika saya membutuhkannya. Kini saya sadari memang saya sudah menjadi orang yang sangat kejam, saya mungkin memang pantas diperlakukan seperti sekarang oleh orang lain.

Entah bagaimana saya bisa menjelaskan bahwa seseorang dari masa lampau ini sangat berarti bagi saya, walaupun mungkin dia tidak menyadarinya karena bahkan saya baru menyadarinya hari ini. Saya baru menyadari bahwa ketakutan sayalah yang membuat saya tidak memberikan ruang bagi dia dalam diri saya, ketakutan saya akan “saya”lah yang menyingkirkan dia hingga undangan dia untuk hadir pada hari istimewanya juga tidak bisa saya penuhi, padahal dia sudah mengundang saya dengan khusus. Entahlah, kini saya hanya dipenuhi penyesalan dan kelegaan.

Saya menyesal tidak pernah memberikan dia perhatian yang layak, padahal dia salah satu sahabat terbaik saya yang mengerti saya dan tidak pernah mengecewakan saya tetapi saya juga lega karena kini dia sudah merajut kebahagiaan hidupnya, very happy indeed and even I know it hurts but I’m happy for you.. πŸ™‚ I’m really happy for you. Please send my regard to your special one, maaf belum sempat berkenalan dengannya.. Please accept my sincere apology for all the harm i’ve done to you and for not coming to your special day. I know you deserve this happiness..

am I seem desperate enough?

-darkjasm-

 

International Human Right Day

Selamat memperingati hari hak asasi manusia internasional!

Kalimat itu banyak sekali muncul hari ini bahkan dari beberapa hari yang lalu. Peringatan ini biasanya diikuti dengan review-review kasus pelanggaran asasi yang terjadi, seperti yang saya tonton kemarin sore di salah satu televisi swasta yang saya lupa namanya.

Kebanyakan yang di review adalah bagaimana negara dan pihak otoritas lainnya tidak mengakui telah melakukan pelanggaran asasi atau bagaimana kasus-kasus pelanggaran asasi dibiarkan tenggelam dan tidak ada penyelesaiannya.

Saya kemudian jadi melihat HAM ini dari sisi yang berbeda, dari sisi yang sederhana saja, mungkin karena saya belum bisa membantu menyelesaikan kasus pelanggaran berat atas asasi ini, saya jadi ingin menyoroti kehidupan sehari-hari manusia. Kita bangun dan berangkat kerja kemudian pulang dan beristirahat, itu siklus hidup harian kebanyakan manusia, bagi sebagian mungkin berbeda, tapi itulah hidup. Penuh perbedaan.

Selama menjalani rutinitas hidup, kita pasti bersinggungan dengan orang lain. Di saat kita menunaikan kewajiban, ada juga orang lain yang menunaikan kewajibannya, saat kita memenuhi hak kita, ada juga orang lain yang melakukan hal yang sama. Itulah kehidupan, dan menjalankan kehidupan adalah hak asasi yang mendasar bagi manusia.

Ketika kita menjalankan kegiatan dalam kehidupan kita, mungkin secara tidak sadar kita juga banyak melakukan pelanggaran terhadap asasi orang lain. Hal yang paling sederhana yang ingin saya jadikan contoh adalah asasi seseorang untuk menggunakan jalan, mungkin sering kita langgar dengan berlalu lintas sesuka hati kita seolah hanya kita satu-satunya orang yang buru-buru di dunia ini. Mungkin secara tidak sadar, ketika kita memotong antrian orang lain, kita sudah melanggar asasinya, dan dia tidak berkenan, entah apa yang dia sumpahkan kepada kita, who knows? Mungkin secara tidak sadar kita melakukan manuver kendaraan yang membuat seseorang kehilangan kehidupannya? wallahualam…

Sebelum kita menuntut tanggung jawab atas pelanggaran yang lebih besar, bagaimana kalau kita juga berhenti melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil terhadap asasi orang lain? kan katanya kecil-kecil jika ditumpuk bisa jadi bukit.. yuk?

Love,

darkjasm

mumbling #2

Β Go up close to your friend, but do not go over to him! We should also respect the enemy in our friend.

-Friedrich Nietzsche

I don’t know what I want to state in this post. Been through harsh time recently and just couldn’t findΒ  the perfect words to describe what i’ve been through in my hearts. I just thought that I had to write something just to keep my sanity intact.

Sangat sulit memang kalo kita merasa bertepuk sebelah tangan dalam sebuah hubungan, when we trully love someone and turns out that this person didn’t feel the same way as we feel. That is a heartbreaking feeling, in and out. Perasaan bertepuk sebelah tangan tidak selamanya hanya dalam masalah percintaan, bisa juga ketika orang tua mencintai anaknya yang malah membencinya and vice versa, moreover it could happen in a Friendship.

Menjalin sebuah hubungan melibatkan banyak hal yang sangat kompleks seperti berbagai macam perasaan, komitmen dan pastinya kepentingan. Seseorang menjalin hubungan karena ada kepentingan yang ingin dia penuhi, ada kebutuhan yang ingin dia puaskan, ada dorongan yang ingin dia lepaskan, tepi kemudian hubungan itu berlandas hanya sebuah dorongan sebelah pihak atau adanya balasan dari pihak yang lain, itu tergantung manusia yang terlibat di dalamnya.

Saya pernah merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan sebelumnya. Hurt, indeed but not as hurt as this wound. Luka kali ini karena perasaan yang bertepuk sebelah tangan sangat menyakitkan, mungkin karena saya sangat percaya pada hubungan ini sehingga sayaΒ  mengikatkan terlalu banyak harapan di sana. Harapan yang melambung kata orang membuat lebih sakit ketika jatuh, dan benar saja, saya hanya bisa memasang tampang baik-baik saja sementara dalam hati yah.. hanya saya yang tahu betapa perihnya.

Mungkin ini hanya perasaan saya yang menjadi sangat sensitif, but I feel humiliated by this broken relationship. So humiliated that I could even think that I just someone who has no value in other’s heart, they just come to me when they need me, nothing else, nothing more. I feel so broken inside.

For you, Thank you for teaching me that I could trust no people.

For you, Thank you for not care about me as much as I care about you, but I do still care about you, coz I know that one day you’ll realize that you need other people and one day you’ll admit that you’ve treated people so bad before because you just feel so arrogant that you think you will never need the other. One day, for sure, you’ll understand how much you’ve hurt me.

Thank you.

or should I make an apology to you?

saya rasa bisa saja saya lah yang salah dalam segala hal sehingga anda tidak bisa membalas perasaan saya, mungkin saya sudah terlalu lancang mencampuri banyak urusan anda, saya sudah terlalu sering membuat anda merasa terganggu, atau mungkin apa yang menurut saya perhatian ternyata adalah hal yang anda benci, tidak anda butuhkan? atau memang saya saja yang salah dengan menjadi saya. Atau saya sudah melanggar apa yang dikatakan Nietzsche?

I’m sorry, please accept my apology

I don’t know what is happening here if you keep shutting your mind. I could pretend that anything is just alright between us, I could lie to other people, but could I lie to my self? I don’t know what I need to do if you don’t tell me.

I just need the truth in your answer.

From Darkjasm;

To whom it may concerns.

a Love Letter for Mommy

dear Mom..

i wanted to write something nice for you, but I think I’ve lose my ability to write poetry these days. Many things have happened to me, Mom. Many things.

People said that if you need to be calm down, come to your mommy and you’ll feel safe.

I wanted to tell you stories, about my happiness, my sadness, my dreams, my broken heart, my obsession, my twisted mind, my bizarre points of views. I wanted to tell you everything about my life. everything.

People said that your mommy will appreciate your story, even if your story isn’t worth to hear after all.

I wanted to show you how much I love you, how much your love means to me, how much my fear for losing you, how much I need your support, or just how much I miss you.

People said that you need to acknowledge your parents how much you love them before it’s too late to tell them.

Do you remember how I appreciate your cooking, How I love weekend when you made something for us just to make us wanted to be at home all the time?

Do you remember how excited we were when we watched daddy played Tennis, how we yell, dance and eat after that?

Do you remember how worried we are when we hear that my sister fall from the stair?

Do you remember how i sneaked to your bed late at night when i couldn’t sleep because of the stomachache and you need to rub my back all night just to calm me?

I do remember those, Mom. I will always remember those memories for those are the only things I could done when I really want to hug you.

I Miss You and I love You.

Happy birthday, Mom. even you’ve stopped aging since 2003.

Happy birthday, Ma.

Love,

darkjasm

Woody Woodpecker #3 : Jodohku

So.. back to Woody woodpecker adventure in Yogyakarta, many stories left to tell..

Salah seorang petualang bernama DekLys, beliau baru pertama kali berpetualang bersama 2 orang petualang yang lain (yang berdua sudah sering pergi bersama). Seperti para anggota baru lainnya, she became a perfect victim to be trolled. lol

Berawal dari ketidaksengajaan, I was just taking picture in This Gambir Station and when I was capturing DekLys, the pic I took lead us to assume that dekLys has found her “Jodoh” dan timbullah ide bahwa perjalanan kali ini adalah perjalanan dekLys menemukan “jodohkuuu” *sing an Anang hermansyah Song*

Disclaimer :

Kami tidak mengenal para pria di Foto, mereka hanya pria kurang beruntung yang tak sengaja berada di dekat kami. πŸ˜€

have fun seeing the photos!

the first one..

The first one is at Gambir Station, we know nothing about that man, just passsing by.. πŸ˜€

the second..

This one is a phenomenon, dia tidur dari kereta belum berangkat sampai kereta berhenti di Yogyakarta, cuma bangun ketika ada barang jatuh dan menyingkap rahasia dibalik selimutnya.. hmm *misterius*

please don’t look at DekLys lips,, please.. :p
it’s too sexy to be true

We know this man,, it’s the most heartbreaking moment for DekLys to be apart from him, to say a farewell.. hehee

too bad dekLys could only found 3 "jodoh" in this jorney.. *sigh*

*peace ah.. ampun ya DekLys..

Ciao,

darkjasm

H.A.T.i

Once upon a time, there are four youngsters tied by one thing called friendship, met in one activity called Scouting, and in a setting called High School

One called Koemp, as an informal leader of the team, always being a volunteer to done anything for the team. He’s an H in H.A.T.i

One called Cintauw, the most quiet person of the team, smart boy but quite a don juan πŸ˜€ can’t judge what he’s thinking just by looking at his face for he has a flat no expression face. Yes, he’s an A in H.A.T.i

One called Honey, the energetic girl of the team, provide her house as a headquarter, letting the boy hang in there till midnight, while she was having her beauty sleep. She’s a T in H.A.T.i

The last one called Xaiank, the junior in the team. The real scout member of the team. Calm girl with an evil grin and creative mind. wonder why the i in H.A.T.i is the only non capitalized letter? yes, she’s i, just i being i

Best friends. That is what they call themselves. even they are not seeing each other often nowadays, but they know deep in their hearts that they always have each other.

This post is supposed to be posted in november 9 or november 10, for Koemp is having his wedding on that day, but forgive me for my weak mind, i can’t make it back then.

Happy wedding dear Koemp

We’re so sorry we couldn’t be there, but you know that our spirit is there, our prayer was with you that day and will always for you till then.

We love you Koemp, we know you know!

Happy Wedding

for

Hendri Efendi

&

Siti Rofi’ah

here are for you both!

the newly wed couple
we know koemp, we know how you love pink so much! we just know… *smirk*
happy.. happy.. forever in blessings!
p.s nanti kalo kami ngumpul di Pekanbaru,
kenalin ya koemp,
kami janji gak bakal malu-maluin koq..
*kalo ingat ya.. haha

Ciao,

darkjasm

Woody Woodpecker #2: Let the pics do the talk

..to the beach we go, follow the lead we ought, the temple we visit, to Malioboro we’ve told..

Start the journey to south in early morning, we visited the beaches in Gunung Kidul -means South Mountain- (is there a beach in a mountain? yes! You all absolutely should visit it!) Sundak Beach, Krakal Beach, Kukup Beach (not in particular order, I forget the name – yes! I don’t suit the travel blog writer.. πŸ˜€ )

in the beach, i breath

Continue reading “Woody Woodpecker #2: Let the pics do the talk”

Woody Woodpecker #1: around the Yogyakarta we go!

Hello there, Woody Woodpecker Trio is here to tell you a bedtime story.. πŸ™‚

Safely arrived at Tugu Station of Yogyakarta around 4.30 am. We had to get things in a hurry because the man talked at the train’s speaker told us that the train will only stop for 3 minutes in Tugu Station (huh hah). Picked up by Mr. Mahmud (or Mas Mahmud as we called him) and went directly to one of my friend’s house who welcome us with nearly close eyes. hahaha.. oh you nice bed, here we come!

sleepy head just before leaving the train

After some nice short sleep, we went to the wedding.. it was in Bantul and I realized that Yogya weren’t like it used to be.. Traffic jam is about to come to Yogya.. *sigh*

The decoration of the wedding was beautiful, foods were nice, happy to meet many friends there, moreover.. the Bride is trully beautiful..

Here are some of the wedding’s snapshots

Ijab Qabul.. the most sacred moment of a wedding ceremony
signing..
“seserahan”
the jewelry
food..food everywhereeeee..
see the flags?
..after the washing foot ceremony
aw.. romance..
yellow and green with the blurred groom

After trying all the food there, we went to Beringharjo Market! the heat was so up in Beringharjo so we were there for only 30 mins and we went straight to Mirota Batik.. I love being in Mirota Batik, because I love the smell of their shop, weird, huh? I bought a bike miniature and cute belt there.. πŸ˜€

the miniature bike
..take a rest in Mirota Batik..

Went home and took a short nap. We went out for dinner around 6 pm after Magrib prayer. We wanted to go to Jejamuran Resto but we remembered a resto owned by our bosses’ family in Monjali Street named “Ayam Keprek Istimewa”, so we went there instead (Jejamuran is too far for our starving tummy to handle, lol). Turned out that the food was delicious!

the menu
yummy!!
look how starving we were

A full tummy is a happy tummy… We went to Dagadu after dinner. Dagadu’s headquarter (in Pakuningratan) is as unique as it used to be, it was a fun shopping there (I buy nothing, tho.. haha).

When will you go to Yogya again?
photobomb lvl : Budhin
unique spot!

After done a little shopping, we wanted to chill a bit and felt the night atmosphere of Yogya’s youth (ealah..opo kuwi maksude? :p) We wanted to enjoy a cafe with live music (in Sagan area if i’m not mistaken), but because of the rain, there was no live music in there. One of my friend was curious about Raminten and wanted to go there, but it was packed of people, we went to Calais (in Kotabaru) but they didn’t serve the food so we went back to sagan and stopped at one cafe there (My bad, I forget the name, but it has a “rock” word).

-Calais-
inside Calais
the “rock” cafe
the Banana Fritter

Done eating, laughing, and complaining to the chef about the banana fritter, we called that a day..

Ciao,

darkjasm